Umi Jasamu Takkan Pernah Terbalas

Oleh asep 11 Oct 2013

#LombaBlogNUB

Assalamualaikum Wr Wb,

Setelah kemarin saya membuat postingan pembukaan blog baru dengan judul Mukadimah kemudian saya coba berkunjung ke blog-blog sahabat Blogger tanpa di sengaja saya melihat ada banner kontes menulis blog yaa sudah ... sekalian saja saya coba ikutan sekaligus untuk memperkenalkan diri pribadi kepada para pembaca http://dasepnewkasep.blogspot.com dan juga untuk berbagi cerita kepada sobat kasepers semuanya.

Umi Jasamu Takkan Pernah Terbalas

Nama saya Dasep saya di lahirkan di kota Sukabumi pada tanggal 19 Desember 1985 oleh seorang ibu yang sangat penuh cinta kasih dan akan menjadi panutan saya dalam menjalani kehidupan saya, berbeda dengan panggilan umumya kepada seorang ibu, saya dan kaka-kaka saya semuanya memanggil ibu saya dengan panggilan Umi. Kalau di jaman modern seperti sekarang ini panggilan Umi sudah semakin jarang terdengar dan tergantikan oleh panggilan mamah, bunda, ibu, mamih, ema dsb. semuanya tidak menjadi masalah selama tidak melanggar norma-norma kesopanan.

Umi ...

Teringat dulu sewaktu masih sekolah SMP saya sempat sakit keras dan menurut dokter saya terkena Bronkhitis dan memaksa saya tidak masuk sekolah selama kurang lebih enam bulan, beruntung saya tidak di keluarkan dari sekolah… Selama itu pulalah Umi saya selalu berdo’a untuk kesembuhan saya dan yang paling tidak bisa saya lupakan adalah ketika Umi saya harus menebus obat untuk kesembuhan saya akan tetapi karena keterbatasan biaya akhirnya Umi saya harus berhutang kesana-kemari demi menebus obat saya, tidak hanya sampai disitu saya ingat ketika barang berharga milik Umi saya satu-satunya berupa anting emas yang selalu menempel di telinga Umi saya sejak masih perawan kini harus rela berada di etalase toko emas, semuanya itu tidak lain dan tidak bukan demi menebus kesembuhan saya… Oh Umi sungguh besar pengorbananmu dengan apa aku harus membayar semua pengorbananmu…

 Mungkin di dalam hati Umi saya selalu berdo’a “Yaa Allah Jika anak saya sakit, lebih baik saya saja yang merasakan sakit itu”. Kini usia saya sudah menginjak angka 28, saya selalu bertanya di dalam hati saya selama 28 tahun ini apa yang sudah saya berikan kepada Umi saya, apakah saya sudah bisa membahagiakan kedua orang tua saya atau malah sebaliknya yang ada saya hanya menyusahkan orang tua saya. Jujur saya terkadang susah di atur keras kepala dan tidak mau menurut dan mendengar perintah orang tua saya padahal semua perintah orang tua saya adalah demi kebaikan saya… Umi maafkanlah dosa anakmu ini yang sampai sekarang belum bisa membahagiakanmu…

Peran ibu untuk si pemimpin kecil

Saya yakin pasti semua Ibu mengharapkan yang terbaik untuk anak-anaknya apalagi jika sampai anaknya bisa menjadi seorang pemimpin besar walaupun jalan dan rintangan untuk bisa menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah maka dari itu diperlukan peran ibu dalam mendidik anak-anaknya agar bisa menjadi seorang pemimpin dengan mencurahkan seluruh cinta kasih setulus hati yang di penuhi dengan doa dan kesabaran dalam memberikan pendidikan kepada seluruh anak-anaknya selain pendidikan yang harus di berikan ada yang tidak kalah penting dalam mendidik anak-anak yaitu makanan yang sehat bergizi bernutrisi dan halal pastinya. bagi calon ibu atau bahkan sudah menjadi ibu alangkah baiknya jika selalu memperhatikan asupan gizi yang baik bagi si buah hati agar tumbuh kembang si buah hati anda tidak terganggu dan bisa menjadi seperti apa yang di harapkan.

Umi Jasamu Takkan Pernah Terbalas

 Tulisan ini saya dedikasikan khusus untuk Umi saya dan juga NutrisiUntukBangsa.org dan umum bagi semua pembaca dasepnewkasep.blogspot.com. Terima kasih dan semoga bermanfaat.

 

Referensi :

http://google.com

http://nutrisiuntukbangsa.org