Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

ibu ku motivasi ku

Oleh icarizcot 15 Oct 2013


Aku tidak akan lupa kata-kata mamah yang selalu beliau ucapkan kala anaknya sedang sedih ataupun susah yaitu “kamu adalah seorang pemenang, jadi jika kamu gagal yakinlah saat kamu mencobanya lagi semua akan berjalan dengan sempurna”

Aku adalah gadis berusia 19tahun, aku tumbuh dikalangan keluarga yang sederhana dan keluarga ku adalah keluarga yang sangat menyenangkan. aku memiliki satu kakak laki-laki dan satu adik perempuan, kakak ku sudah bekerja melanjutkan usaha ayah sebagai wiraswasta, adikku masih SD kelas 6 dan aku sendiri masih kuliah semester III. orangtua ku sangat hebat terutama mamah. Ini cerita mamah ku yang sangat luar biasa membangkitkan motivasi bagi anak-anaknya. waktu aku berumur 10 tahun ayah sempat bangkrut dan ekonomi keluarga tentunya sangat krisis, kala itu kakak ku juga sedang kuliah semester II, kakak ku berfikir bahwa adik-adiknya masih kecil-kecil jadi menurutnya akan lebih baik jika ia tidak melanjutkan kuliah, dia akan bekerja agar tidak membebankan ekonomi keluarga. Mamah sangat marah melihat tindakan kakak ku, beliau bilang “uang itu dapat dicari, mamah juga bisa menjahit, bikin kue jadi kamu jangan khawatir akan uang. kuliah yang benar jangan kaya mamah hanya lulusan SD dan ayah kamu lulusan SMA, harapan mamah itu hanya pada anak-anak mamah” awalnya kakak membantah “aku masih punya adik mah, kalau mamah ikutan kerja siapa yang akan merawat silvi?” itulah bantahan kakak ku, mamah tetap tenang dan bilang “mamah itu hebat, adik-adik kamu tentu saja akan mendapatkan perhatian yang sama, terlebih lagi mamah tuh ingin punya anak semuanya lulusan sarjana, tidak putus sekolah ditengah jalan seperti mamah” mamah memang hanya lulusan sekolah dasar karena ekonomi keluarga mamah yang bisa dibilang kurang mampu namun semangat dan pengetahuan mamah luas ia ingin anak-anaknya dapat berguna dimasa depan. Maka dari itu beliau ingin anak-ankanya lulus sarjana. Bujukan mamah akhirnya membuat kakak melanjutkan kuliahnya kembali, mamah ikut membantu perekonomian keluarga dari mulai menjahit, berjualan kue hingga membuka rias murah bahkan gratis untuk lingkungan disekitar rumah, karena lingkungan rumah kami dipedesaan maka masih banyak orang yang kurang mampu dikalangan kami. Selain membantu ayah dalam perekonomian, mamah tidak lupa akan perannya sebagai ibu rumah tangga, karena adikku masih kecil kira-kira waktu itu berumur 4tahun. Aku sangat bangga sama mamah, beliau sangat hebat semua pekerjaan rumah tangga, bantu ayah cari uang untuk kuliah kakak dan beliau rela memberikan harga gratis bila ada tetangga kami yang kurang mampu tapi membutuhkan jasanya.

Setiap pagi selalu ada sarapan bergizi yang terhidang di meja makan, dan setiap pagi pula mamah selalu mengantar adiku kesekolah TK, pulang dari TK mamah menyiapkan makan siang untuk keluarga dan setelah itu mamah melanjutkan menjahitnya sampai sore hari, belum berakhir sampai disitu setelah shalat magrib mamah mengajarkan aku dan adik ku mengaji, setelah makan malam mamah mengajari adik ku tentang hal positif agar dapat berinteraksi sosial yang baik dan mendongengkan cerita kisah para nabi dan rasul sampai adikku tertidur, dan yang terakhir setiap jam 5 pagi setelah shalat subuh mamah membuat kue untuk dititipkan dikantin sekolah ku. Itulah rangkaian peran mamah dirumah. Aku termotivasi untuk belajar giat agar suatu saat nanti aku akan menajdi orang yang sangat berguna untuk mamah. Waktu terus berlalu kakak ku lulus dan mendaptkan gelar S1 dia pun mendapatkan nilai yang cukup baik, sekarang kakaku mengembangkan usaha ayah yang tadinya hanya sebuah pabrik beras yang hampir ditelan bangkrut sekarang menjadi jaya lagi dengan menggunakan strategi marketing yang baik serta menjalin relasi dan mampu mengekspor sampai keluar pulau jawa. Berkat peran mamah menjadi ibu yang baik untuk kami, aku dan adik ku pun berusaha keras agar selalu mendapatkan peringkat dikelas.  Aku bangga melihat kakak ku yang sekarang karena pengorbanan mamah tidaklah sia-sia, aku akan menjadi lebih baik dari kakak ku dan akan belajar segiat mungkin untuk menjadi seorang public relation. terimakasih mamah, peran mu sungguh sangat berarti untuk kami.