Aturan Main Puasa untuk Penyandang Sakit Maag

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 20 May 2019

Sahabat NUB,

Menjalani puasa Ramadan berarti selama kurang lebih 13 jam kita tidak makan dan minum. Mereka yang memiliki sakit maag mungkin bertanya-tanya apakah membiarkan lambung kosong selama berjam-jam tidak akan membuat sakit maag kumat?

Sebelum membahas lebih lanjut, sebaiknya kita pahami dulu apa yang dimaksud dengan sakit maag. Sebenarnya ini istilah awam untuk menggambarkan berbagai keluhan yang disebabkan oleh gangguan pencernaan (indigestion), antara lain sakit perut, begah, mual, dada terasa nyeri seperti terbakar, kembung, mulut terasa asam, hingga muntah.

Salah satu penyebab sakit maag adalah penyakit asam lambung – kerap disingkat GERD alias refluks asam lambung, di mana asam lambung naik menuju kerongkongan sehingga penderita merasakan nyeri dada, mual dan bahkan muntah. Penyakit lain yang mungkin menimbulkan gejala mirip antara lain tukak lambung.

Sakit maag umumnya dipicu oleh sejumlah hal, misalnya makan tidak teratur, kelebihan berat badan, gaya hidup tidak sehat (merokok dan konsumsi alkohol), doyan mengonsumsi makanan pedas dan berkadar lemak tinggi (gorengan), stres yang tidak dikelola dengan baik hingga pengaruh obat-obatan (antibiotik, steroid, dan pil kontrasepsi).

Nah, kembali ke topik awal, apakah mereka yang mengalami gangguan pencernaan bisa menjalani puasa Ramadan? Apakah kondisi ini tidak membuat gangguan pencernaan ini makin parah?

Ada fakta menarik antara puasa Ramadan dan gangguan pencernaan. Dokter spesialis penyakit dalam divisi gastroenterologi RSCM, Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, menyebut puasa justru memperbaiki keluhan sakit maag. Ada sejumlah alasan mengapa penderita sakit maag malah membaik saat berpuasa, antara lain karena pola makan lebih teratur saat buka dan sahur. Selain itu, karena berpuasa, pasien yang sakit maag berhasil mengurangi camilan tidak sehat di siang hari (makanan berlemak, asam, dan pedas), tidak merokok, tidak mengonsumsi minuman bersoda dan belajar mengendalikan diri, termasuk mengelola stres.

Puasa Ramadan juga bermanfaat bagi pasien GERD. Riset menemukan, pasien GERD yang menjalani puasa Ramadan melaporkan keluhan GERD dirasakan lebih ringan saat berpuasa dibandingkan pada saat di luar puasa. Pasien GERD juga merasakan keluhan lebih ringan dibandingkan pasien GERD yang tidak berpuasa.

Namun ada juga riset menyebut, berpuasa selama bulan Ramadan bermanfaat bagi individu yang sehat, tetapi pada orang dengan gangguan pencernaan butuh kehati-hatian, karena bisa meningkatkan risiko komplikasi. Nah, untuk orang dengan gangguan pencernaan berat sebaiknya bicara dengan dokter untuk atur strategi jika ingin menjalankan puasa Ramadan.

Ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk meminimalkan gagguan pencernaan/sakit maag selama puasa Ramadan, yaitu:

1. Hindari makan berlebih

Makan terlalu banyak akan memberikan tekanan berlebih di lambung. Hal inilah yang memicu refluks (asam lambung naik ke kerongkongan) dan menyebabkan mulas. Terbatasnya enzim pencernaan dalam lambung juga membuat makanan dicerna dengan lambat. Imbasnya perut sakit dan terasa tidak nyaman.

2. Makan perlahan dalam porsi kecil

Makan perlahan tidak saja baik untuk pencernaan tetapi juga membantu makan lebih sedikit sehingga efektif dalam mengontrol berat badan. Perut perlu waktu 20 menit untuk memberi tahu otak soal rasa kenyang. Makan dalam porsi kecil dan kunyahlah perlahan.

3. Hindari makanan berlemak dan pedas

Batasi makanan berlemak, gorengan, dan sangat pedas. Lemak adalah masalah langsung bagi lambung karena memperlambat pencernaan dan dapat memicu refluks. Demikian juga dengan makanan pedas. Hindari juga makanan yang dapat merangsang gas, misalnya kol dan buah nangka.

4. Hindari berbaring setelah makan

Jangan langsung tidur setelah makan sahur atau makan malam, karena hal ini dapat meningkatkan risiko naiknya asam lambung (refluks).

5. Minum obat

Penderita gangguan pencernaan yang minum obat seperti antasida, antihistamin atau penghambat pompa proton (proton pump inhibitor) disarankan untuk terus meminumnya, misalnya saat buka dan sahur.

Semoga berguna Bunda

Referensi

http://www.idionline.org/berita/puasa-ramadhan-dapat-mengurangi-gejala-gerd/

https://www.healthline.com/health/gerd

https://www.webmd.com/heartburn-gerd/indigestion#1

http://www.dietitians.org.my/health-info/minimise-stomach-upsets-during-ramadan

http://jnfh.mums.ac.ir/article_8272_0.html