Hati-hati, Hubungan PCOS dan Diabetes Ternyata Erat

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 08 Nov 2021

Sahabat pernah mendengar tentang sindrom polikistik ovarium (PCOS)? Ini merupakan gangguan reproduksi wanita yang membuat sel telur tidak bisa dilepaskan, kadar hormon maskulin (androgen) menjadi berlebih, dan kista muncul dalam jumlah yang banyak di dalam ovarium. Penyebab sindrom ovarium polikistik belum begitu dipahami, tetapi dapat melibatkan perpaduan faktor genetik dan lingkungan.

Sudah lama diduga ada hubungan antara PCOS dan diabetes melitus tipe 2. Studi menunjukkan kedua kondisi ini terkait erat. Para ahli di Healthline mengatakan, gangguan PCOS mengganggu sistem endokrin wanita dan meningkatkan kadar androgen (disebut hormon pria).

Diyakini bahwa resistensi insulin, khususnya, dapat berperan dalam menyebabkan PCOS. Resistensi insulin oleh reseptor insulin menyebabkan tingginya tingkat insulin yang diproduksi oleh pankreas. Menurut Mayo Clinic, faktor lain yang mungkin terkait dengan PCOS termasuk peradangan dan faktor keturunan.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyebut, wanita dengan PCOS sering kali resisten terhadap insulin. Artinya, tubuh mereka dapat membuat insulin tetapi tidak dapat menggunakannya secara efektif sehingga meningkatkan risiko diabetes tipe 2. Wanita dengan PCOS juga memiliki tingkat androgen yang lebih tinggi (hormon pria yang juga dimiliki wanita), yang dapat menghentikan pelepasan telur (ovulasi) dan menyebabkan menstruasi tidak teratur, masalah jerawat, penipisan rambut kulit kepala, dan pertumbuhan rambut berlebih di wajah dan tubuh.

Wanita yang memiliki PCOS dapat mengembangkan masalah kesehatan yang serius, terutama jika mereka kelebihan berat badan, antara lain diabetes, diabetes gestasional (diabetes saat hamil), penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kolesterol LDL tinggi, stroke hingga sleep apnea (gangguan yang menyebabkan pernapasan berhenti saat tidur dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes tipe 2).

Menurut CDC, PCOS juga terkait dengan depresi dan kecemasan, meskipun hubungannya tidak sepenuhnya dipahami.

Ada sejumlah gejala yang muncul pada wanita dengan PCOS, antara lain haid tidak teratur, pertumbuhan rambut yang berlebihan dalam pola distribusi pria, penambahan berat badan yang tidak terkontrol, serta penggelapan kulit di lipatan dan lipatan tubuh seperti bagian belakang leher (acanthosis nigricans). PCOS juga mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk memiliki anak (infertilitas).

Lantas, bagaimana PCOS berhubungan dengan diabetes? Beberapa teori menyatakan bahwa resistensi insulin dapat menciptakan reaksi merugikan yang melibatkan sistem endokrin dan, dengan cara ini, dapat memicu munculnya diabetes tipe 2. Untuk diketahui, diabetes tipe 2 terjadi ketika sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin, jumlah insulin yang dibuat tidak normal, atau keduanya.

Bila diabetes tipe 2 biasanya dapat dicegah atau dikelola melalui latihan fisik dan diet yang tepat, penelitian menunjukkan bahwa PCOS merupakan faktor risiko independen yang kuat untuk mengembangkan diabetes. Para ahli menyebut, wanita yang mengalami PCOS di usia dewasa muda berada pada risiko tinggi untuk diabetes dan berpotensi memiliki masalah jantung di kemudian hari.

Para peneliti di Australia, dikutip dari laman Healthline, mengumpulkan data dari 8.000 wanita dan menemukan bahwa mereka yang memiliki PCOS berpeluang 4 hingga 8,8 kali lebih besar untuk mengembangkan diabetes tipe 2 daripada wanita yang tidak memiliki PCOS. Obesitas merupakan faktor risiko yang penting.

Menurut penelitian sebelumnya, hingga sekitar 27 persen wanita premenopause dengan diabetes tipe 2 juga memiliki PCOS. Sementara itu, sebuah studi tahun 2017 terhadap wanita Denmark menemukan bahwa mereka yang menderita PCOS empat kali lebih mungkin mengembangkan diabetes tipe 2. Wanita dengan PCOS juga cenderung terdiagnosis diabetes 4 tahun lebih awal dibandingkan wanita tanpa PCOS.

Dengan hubungan yang diakui ini, para ahli merekomendasikan agar wanita dengan PCOS melakukan skrining diabetes tipe 2 secara rutin lebih awal dan lebih sering daripada wanita tanpa PCOS.

Tips Kurangi Risiko Diabetes Tipe 2 pada Wanita dengan PCOS

Membuat perubahan yang sehat seperti menurunkan berat badan (bagi yang obesitas atau kelebihan berat badan), meningkatkan aktivitas fisik dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2, serta membantu mengelola diabetes dengan lebih baik (bila sudah ada), dan mencegah atau menunda masalah kesehatan lainnya.

CDC menyatakan, olahraga teratur sangat penting untuk menjaga kesehatan tubuh, terutama dalam memerangi obesitas dan diabetes tipe 2. Ini juga telah terbukti membantu memperbaiki gejala yang terkait dengan PCOS. Selain itu, olahraga juga membantu tubuh membakar kelebihan gula darah. Karena olahraga membantu menurunkan berat badan ke berat normal, yang menjadikan sel-sel menjadi lebih sensitif terhadap insulin. Dengan demikian, hal ini memungkinkan tubuh untuk menggunakan insulin lebih efektif, menguntungkan penderita diabetes serta wanita dengan PCOS.

Diet seimbang juga merupakan kunci untuk membantu mengurangi risiko diabetes dan mengelola berat badan. Usahakan memiliki pola makan bergizi seimbang yang melibatkan biji-bijian utuh, protein, lemak sehat dan banyak makan buah dan sayur.

Referensi

Centers for Disease Control and Prevention. PCOS (Polycystic Ovary Syndrome) and Diabetes.https://www.cdc.gov/diabetes/basics/pcos.html. Dikases 17 Oktober 2021

Healthline. What’s the Connection Between Polycystic Ovarian Syndrome (PCOS) and Diabetes? https://www.healthline.com/health/diabetes/are-pcos-and-diabetes-connected. Diakses 17 Oktober 2021