Pentingnya Mencukupi Kebutuhan Vitamin A

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 04 Feb 2020

Halo Bunda, Februari adalah bulannya vitamin A nih. Vitamin A merupakan zat gizi mikro yang penting. Tubuh kita tidak bisa membuatnya sehingga harus ditambahkan dari luar. Vitamin A dapat diperoleh dari makanan (bayam, daun singkong, pepaya matang, hati, kuning telur dan juga ASI), bahan pangan yang diperkaya dengan vitamin A, atau kapsul vitamin A dosis tinggi.

ASI mengandung cukup vitamin A untuk anak-anak hingga usia enam bulan, tetapi setelah itu makanan pendamping (makanan yang diberikan selain ASI) harus mencakup sejumlah kecil makanan kaya vitamin A.

Vitamin A dari makanan disimpan di hati sampai dibutuhkan oleh tubuh dan terikat dengan protein sebelum diedarkan ke organ yang membutuhkan.

Vitamin A memiliki peran penting bagi tubuh, antara lain terlibat dalam pembentukan, produksi, dan pertumbuhan sel darah merah, sel limfosit, antibodi juga integritas sel epitel pelapis tubuh. Vitamin yang juga dikenal sebagai retinol ini dapat mencegah rabun senja, xeroftalmia, kerusakan kornea dan kebutaan serta mencegah anemia pada ibu nifas.

Vitamin A kerap disebut sebagai ‘vitamin mata’ karena memang memiliki fungsi penting untuk penglihatan dalam kondisi pencahayaan yang buruk. Selain itu, vitamin A juga penting untuk menunjang sistem kekebalan tubuh hingga reproduksi, juga mendukung banyak sistem dalam tubuh. Karena alasan inilah, kekurangan vitamin A memiliki sejumlah dampak negatif bagi tubuh. Defisiensi vitamin A meningkatkan risiko anak menjadi rentan terkena penyakit infeksi seperti infeksi saluran pernafasan atas, campak dan diare.

Salah satu konsekuensi utama kekurangan vitamin A dalam jangka panjang adalah meningkatnya risiko infeksi. Anak-anak yang kekurangan vitamin A memiliki risiko mudah mengalami infeksi dan mengganggu tumbuh kembangnya, bahkan menyebabkan kematian.1

Kurang vitamin A (KVA) di Indonesia masih merupakan masalah gizi utama. Kementerian Kesehatan menyebut, meskipun KVA tingkat berat (Xerophthalmia) sudah jarang ditemui, namun KVA tingkat subklinis, yaitu tingkat yang belum menampakkan gejala nyata, masih menimpa masyarakat luas terutama pada balita. Oleh karena itu, untuk mengatasi masalah KVA, disediakan kapsul vitamin A dosis tinggi yang bisa diperoleh di berbagai fasilitas kesehatan.

Untuk mencegah kekurangan vitamin A pada balita dan ibu baru melahirkan (masa nifas), Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melakukan program pemberian vitamin A dosis tinggi melalui Posyandu.

Kapsul vitamin A dosis tinggi terdiri dari dua jenis, yaitu kapsul biru dan merah yang diberikan secara gratis pada Febuari dan Agustus setiap tahunnya. Vitamin A kapsul biru (dosis 100.000 IU) untuk bayi umur 6-11 bulan dan kapsul merah (dosis 200.000 IU) untuk anak umur 12-59 bulan. Vitamin A kapsul merah juga diberikan kepada ibu yang dalam masa nifas.

Nah Bunda, pastikan Si Kecil mendapatkan asupan vitamin A yang cukup agar tumbuh kembangnya optimal ya.

Referensi

1https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3936685/<http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3936685/

http://www.kesmas.depkes.go.id/portal/konten/~rilis-berita/020819-bulan-vitamin-a