Kiat menghadapi tingkah anak yang mengesalkan

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 25 Aug 2017

Sahabat nutrisi,

Tingkah anak yang memasuki usia balita memang seringkali membuat kesal. Tetapi sebenarnya mereka memang sedang dalam tahap mengeksplorasi dan mencoba hal-hal baru.

Kendati rasa ingin tahunya terkadang membahayakan, membuat malu atau membuat kesal, namun ada kiat-kiat menghadapinya, lho.

Yuk, kita simak beberapa tips menghadapi tingkah istimewa si kecil

Orang tua mana yang tidak kesal ketika si kecil lebih memilih tidur bersama pengasuh? Nah, bapak ibu sebaiknya tidak terbawa emosi, tetapi jadikan itu sebagai bahan instrospeksi, siapa tahu memang waktu untuk si kecil dan keluarga kurang. Sisi positifnya adalah anak berada dalam pengawasan yang baik, karena pengasuh memang merupakan perpanjangan tangan untuk mengurusnya bukan? Cobalah atur waktu agar dapat lebih banyak bersama si kecil untuk mengambil hati mereka.

Pasti orang tua malu, dan kesal, ketika menemukan si kecil sedang menyibakkan rok teman perempuannya atau perempuan manapun yang sedang lewat di depannya. Tentu saja, yang pertama kali dilakukan adalah meminta maaf pada ‘korban’, dan terima konsekuensi jika dimarahi. Lalu bersikaplah tegas pada si kecil, tegur dia di tempat terpisah agar bebas dari pandangan orang lain. Katakan bahwa perbuatannya membuat orang lain marah dan ayah ibu sedih. Dan jelaskan bahwa dia sendiri tidak menginginkan celananya ditarik orang.

Jika mendapati si kecil memasukkan handphone atau peralatan penting ke dalam air, sehingga semua data penting Anda hilang, mungkin langkah pertama yang akan Anda lakukan adalah berteriak kaget. Akan tetapi, bisa saja mereka melakukan itu karena belum memahami betapa pentingnya perangkat dan data tersebut. Percuma memarahinya, akan tetapi Anda dapat menunjukkan bahwa Anda tidak dapat melakukan panggilan telepon, bahkan untuk memesankan makanan untuknya. Untuk selanjutnya, jauhkan benda-benda penting dari mereka

Nenek dan kakek yang memanjakan memang sering kali membuat orang tua pusing. Orang tua melarang anak makan permen, tetapi nenek atau kakek melimpahi mereka dengan penganan manis itu. Kita dapat menjelaskan kepada kakek dan nenek bahwa si kecil hanya boleh makan permen di saat-saat khusus, dengan jumlah tertentu saja. Jika sudah telanjur diberikan oleh nenek atau kakek, mintalah agar Anda yang menyimpan permen, dan berjanji akan diberikan di saat yang telah dijanjikan.