Mencipta pemimpin masa depan lewat ruang bermain yang kreatif

Oleh Tri Nawangsih 21 Oct 2013

Psikolog anak Fabiola P Setiawan pernah mengatakan bahwa salah satu fungsi utama playground adalah untuk membantu tumbuh-kembang anak. Lewat taman bermain, kita dapat memfasilitasi kebutuhan sesuai tahapan perkembangan anak. Pada usia tertentu anak perlu dilatih motorik kasarnya, karena itu halaman atau taman bermain dapat dibuat untuk memungkinkan anak bereksplorasi seperti berlari, memanjat, atau meniti dengan balok-balok keseimbangan.

Taman bermain inilah yang banyak saya temukan ketika bulan April lalu berkesempatan mengunjungi negeri sakura, Jepang. Pikir saya betapa menyenangkannya anak-anak, memiliki taman bermain seperti ini.

Kebetulan tempat yang saya kunjungi adalah Hagiyama Park di daerah Higashimurayamashi, sekitar 1 jam dari Tokyo.

Kebetulan anak saya, Muliawan atau yang biasa saya panggil Awan sangat aktif dan menyukai kegiatan outdoor. Maka sebagai ibu, saya mencoba mendampingi dan mengajaknya bermain di luar rumah, walau cuaca sangat dingin dengan suhu hampir 7 derajat celcius, saat itu Jepang sedang berada di musim semi.

 Foto koleksi pribadi, taman bermain di Hagiyama Park

 

 Foto koleksi pribadi, jenis mainan yang mengeksplorasi motorik anak 

Menurut Wong ( 1990 ) dan Foster ( 1984 ) bermain merupakah kegiatan alamiah yang dilakukan anak atas keinginan sendiri dalam rangka mengungkapkan konflik diri yang tidak disadari untuk memperoleh kesenangan dan kepuasan.

Melalui bermain anak akan mengeksplorasi semua perasaan, misalnya ketika anak merasakan kurangnya perhatian dari orang tua karena sibuk bekerja dan ketika pulang kerja tidak ada waktu lagi karena terlalu capek, maka anak akan mengungkapkannya dalam bentuk permainan. Tidak terkecuali si kecil Awan, yang seringkali ketika bermain berusaha menarik perhatian saya dengan melakukan hal-hal yang sering dianggap berbahaya oleh orang lain seperti memanjat, bergelantungan dan lain-lain. Namun bermain juga mengajarkannya jiwa kepemimpinan dan mengajarkan empati, misalnya ketika harus bergantian menggunakan peralatan bermain dan membantu teman yang tidak bisa memanjat atau bergantungan.

 

Foto koleksi pribadi, taman bermain di Hagiyama Park

 Waktu bermain pun bisa dipilih ketika ayah dan ibu sedang libur dan tidak bekerja. Seperti ayah yang meluangkan waktunya sejenak untuk bermain dengan si anak.

 

Foto koleksi pribadi, bermain dengan ayah 

Ibupun tak ketinggalan, selain bermain juga mengajak si keecil untuk berbicara, menceritakan pengalamannya bermain. Kadang kala saat bermain, si anak akan bertanya tentang banyak hal, si ibu bisa menjelaskan dalam situasi santai dan menyenangkan. Disinilah kita dapat menjelaskan tentang kepemimpinan, yaitu kemampuan berkomunikasi dengan baik.

 

Foto koleksi pribadi, berbicara dengan ibu 

Anak harus dibiarkan bebas bermain, diusahakan agar tidak terlalu melarang anak bermain, biarkan mereka bebas berkreasi dan melakukan apa yang mereka ingin lakukan. Namun juga perlu diperhatikan keamanan dan kondisi-kondisi yang mungkin berbahaya bagi mereka, maka pengawasan agak diperketat. Tidak perlu dilarang namun tetap diperhatikan. Mereka akan belajar mengambil keputusan, keberanian mengambil resiko dan bertanggung jawab dengan apa yang mereka telah lakukan. Suatu momen belajar tentang kepemimpinan yang menyenangkan.

Di ruang terbuka inilah, kita bisa mengajarkan banyak hal kepada anak-anak kita, jangan biarkan mereka terkungkung di ruang tertutup yang kadangkala dapat mematikan keinginan mereka dekat dengan alam.

Ada 7 fungsi bermain, diantaranya :

1. Perkembangan sensorik dan motorik

Kegiatan bermain melatih organ sensorik dan motorik anak, sehingga sewaktu-waktu dapat digunakan kembali oleh anak untuk menyelesaikan tugas-tugas dalam kehidupannya.

2. Perkembangan Kognitif

Anak-anak memiliki organ memori yaitu otak ( ceribri ) yang belum banyak diisi. Dengan bermain anak akan mengeksplorasi dan memanipulasi benda-benda di sekitarnya. Melalui bermain, anak akan mengeksplorasi bermacam warna, bentuk , ukuran dan kegunaannya.

3. Perkembangan moral dan etika

Selain berinteraksi dengan benda sebagai alat permainan, anak-anak juga berinteraksi dengan non benda yaitu teman sepermainan atau orang tua yang mengajaknya bermain. Melalui interaksi dengan teman-temannya dalam kelompok anak akan belajar aturan bermain yang telah disepakati. Anak juga akan belajar kejujuran dan tidak curang.

4. Perkembangan Kreatifitas

Anak-anak dapat menerapkan ide-ide mereka selama bermain. Semakin banyak media dan jenis permainan maka akan semakin banyak ide yang muncul. Jika anak merasa enjoy dengan kreatifitas mereka, mereka akan merasa senang dan puas.

5. Perkembangan kesadaran diri

Melalui bermain, anak juga akan belajar menemukan kekurangan dan kelebihannya, kekuatan dan kelemahannya, tingkah laku dan akibat yang harus ditanggungnya. Hal ini berkaitan dengan perkembangan kesadaran akan dirinya.

6. Perkembangan komunikasi dan bahasa

Bagi bayi dan anak-anak, bermain merupakan alat komunikasi. Bagi anak-anak yang belum memiliki kemampuan komunikasi verbal, menggambar dan bermain peran adalah bagian dari cara mereka berbahasa dan berkomunikasi. Dan bagi anak-anak yang telah mulai dapat berkomunikasi secara verbal dengan menyebutkan nama benda dan lain-lain, bermain akan mengembangkan bahasa mereka. Perbendaharaan kata dan cara menyusun kalimat pun akan makin berkembang dan membaik. Karena itu saat bermain, saya selalu mengajak Awan untuk berbicara, menyebutkan nama benda dan berbicara dengan bahasanya sendiri walaupun berlepotan.

7. Bermain juga dapat menjadi terapi

Bermain adalah solusi untuk menghilangkan rasa ketidaknyamanan seperti marah, benci, kesal, takut dan cemas. Biasanya anak saya Awan bila mulai merasa bosan, kesal atau takut maka dia akan bermain di luar atau menggambar di tembok. Saya membiarkan dia melakukan itu, dan tetap mendampinginya bermain. Pun ketika dia sakit, maka saya tetap mengajaknya bermain walau berada di atas tempat tidur. Bermain dapat membuatnya nyaman dan melupakan sakit atau kesedihannya.

 

Ruang terbuka di Hagiyama Park

 Lapangan tempat bermain di dekat Apartemen di daerah Hagiyama

 Yukkk..mari bermain sepuasnya, agar makin terasah empati dan jiwa kepemimpinanmu. Tumbuhkan selalu keberanianmu untuk mencoba hal-hal yang baru.

 

Bermain di sungai yang bersih di kota Hagiyama, foto koleksi pribadi 

Apapun cita-citamu, anakku, dan seberapa beratnya nanti kamu akan meraihnya, bermainlah sepuasmu karena disanalah engkau akan banyak belajar.

 

*tulisan diambil dari berbagai sumber*

http://moershaell.blogspot.com/2009/12/fungsi-bermain-pada-anak-anak.html

http://lifestyle.okezone.com/read/2009/07/22/30/241019/redirect