Olahraga untuk memaksimalkan perkembangan otak si kecil

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 15 Jan 2018

Sahabat nutrisi,

Manfaat olahraga untuk kesehatan dan tumbuh kembang fisik sudah tidak diragukan lagi. Kurang beraktivitas fisik dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti obesitas, jantung dan diabetes.

Namun, manfaat olahraga ternyata tidak hanya terkait fisik. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa olahraga ternyata terkait erat dengan perkembangan kognitif dan prestasi akademis.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Monographs of Society for Research Child Development disebutkan bahwa anak-anak yang aktif berolahraga ternyata memiliki volume otak yang lebih besar. Aktivitas fisik atau olahraga secara rutin setiap harinya dapat meningkatkan konsentrasi dan ketrampilan melakukan multi-tasking anak.

Charles H Hillman, seorang dosen kinesiologi dan kesehatan masyarakat di University of Illinois yang melakukan penelitan tersebut mengatakan kepada situs WebMD bahwa penelitian yang melibatkan 221 anak berusia 7 sampai 9 tahun ini menunjukkan bahwa mereka yang mengikuti program aktivitas fisik setelah sekolah memperlihatkan peningkatan yang lebih besar dalam berbagai keterampilan mental atau kognitif yang mencakup memori, fokus, perhatian dan kemampuan untuk beralih tugas, dibandingkan dengan mereka yang tidak melakukan aktivitas fisik.

Hillman juga menyebutkan bahwa manfaat olahraga bagi perkembangan otak ini juga dirasakan oleh anak-anak berkebutuhan khusus, seperti ADHD. Hal ini terungkap dalam penelitian yang hasilnya dipublikasikan dalam situs US National Library of Medicine National Institute of Health. Disebutkan bahwa berolahraga secara rutin selama 20 menit sehari dapat meningkatkan fungsi neurokognitif dan kontrol pada anak dengan ADHD.

Lalu, berapa lama waktu ideal bagi anak untuk berolahraga?

Departemen Kesehatan Amerika Serikat mengeluarkan panduan waktu ideal beraktivitas fisik. Untuk anak-anak yang berusia 6 sampai 17 tahun setidaknya butuh 60 menit aktivitas fisik setiap harinya, termasuk aerobik serta aktivitas yang menguatkan tulang dan otot.

Sementara Ikatan Dokter Anak Indonesia menyebutkan bahwa sejak bayi sebaiknya anak-anak sudah dibiasakan melakukan aktivitas fisik atau berolahraga, misalnya membiasakan mereka merangkak. Pancing mereka dengan meletakan benda yang menarik agar mereka bergerak untuk mengambilnya.

Menurut situs Departemen Kesehatan Inggris, anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun seharusnya tetap aktif secara fisik, kecuali saat tidur. Fisik yang tidak aktif untuk periode yang lama tidak baik untuk kesehatan dan perkembangan anak.

Berikut beberapa aktivitas fisik yang dapat dilakukan oleh anak-anak:

  • Permainan, seperti petak umpet atau loncat tali

  • Bermain kejar-kejaran

  • Bersepeda

  • Berlompat-lompatan di trampolin

  • Menari

  • Berenang

  • Panjat dinding

  • Lompat tali

  • Senam.