PERAN IBU UNTUK SI KECIL JADI SEORANG PEMIMPIN

Oleh pulsoloinfomedia 14 Sep 2013

Perkenalkan namaku Puji Rahayu, nama panggilanku “Ayu” ,sekarang aku tinggal di ngaliyan rt8/2,bendan,banyudono,Boyolali Jawa Tengah, Alkhamdulillah aku bersuamikan seorang Supervisor disalah satu perusahaan di surakarta,nama suamiku Heru Kustanto, aku merasa bangga karena dia sudah menjadi pimpinan karyawan di kantornya, awalnya dia merintis dari seorang marketing. Kami dikaruniai anak laki-laki yang Alkhamdulillah mirip sifatnya dengan bapaknya, lumayan tegas,teliti dan bertanggung jawab. Kami mempunyai program menyiapkan anak kami agar kelak meraih cita-cita melebihi bapaknya, kami ingin dia menjadi seorang pemimpin besar yang adil,jujur dan bertanggung jawab kelak. anak kami dari kecil sudah punya bakat untuk jadi seorang pemimpin,dari keberaniannya bergaul,bertanya dan suka ingin tahu tentang segala sesuatu yang dianggapnmya asing,baik dikeluarga,masyakat bahkan disekeliling teman-temannya. Kami memang didik dia untuk berani,tidak cengeng,mau bertanya hal yang tidak diketahuinya,kami ajari untu disiplin baik dari mengurus jasmaninya maupun rokhaninya. Kami tidak henti-hentinya memeperingatkan dengan tegas jika anak kami melakukan kesalahan,kami tunjukkkan yang benar seperti apa,kami beri contoh yang mendidikan kebaikan,anak kami ajari ilmu agama terlebih dahulu dengan begitu dia tau mana itu dosa mana itu pahala,supaya dia tahu bahwa dihidupnya itu ada yang dilarang dan ada juga yang diperbolehkan.Dengan pendidikan dari keluarga kami yang setiap harinya memberikan contoh ketertiban,giat bekerja,kebersamaan serta bertanggung jawab,maka anak kami lambat laun akan mengerti dengan sendiri dengan melihat,bertanya serta melakukan tahap demi tahap kegiatan disiplin yang baik. Kemandirian juga kami ajarkan agar anak kami tidak manja,kami tunjukkan bagaimana orang hidup setiap harinya dari ada yang bersekolah,kuliah,kerja dan lain-lain kami jelaskan kenapa harus ada sekolah,kuliah serta bekerja dan lain sebagainya, dengan begitu kami harap cepatlah fikirannya dewasa dan mengerti tugas kehidupan kelak. kami ceritakan tokoh-tokoh yang punya contoh kebaikan tentunya yang membangun semangat kepemimpinan seperti tahun - tahun ini, siapa itu bapak Soeharto,siapa itu bapak Jokowi dan pejuang-pejuang terdahulu suri teladan apa yang diambil kami jelaskan,dari inti semangat berjuang dari kesulitan hingga diberikan kemudahan,dan apa-apa yang dilakukan tokoh pejuang kami berikan didikannya kepada anak kami,kami perlihatkan gambar-gambar,foto-foto pemimpin serta tokoh-tokoh nasional,agar anak kami punya gambaran bayangan seorang pejuang yang benar adil bertanggung jawab. 

Berikut saya berikan cara mengembangkan anak untuk menjadi seorang pemimpin,anak anda punya bakat jadi seorang pemimpin? perhatikan, apakah ia selalu “mengatur” teman-temannya mengenai permainan apa yang akan dilakukan? apakah teman - temannya dengan sukarela mengikuti kemauannya? Apakah ia selalu berani mengungkapkan pendapatnya, dan meminta untuk diberikan kesempatan menyanyi atau berdo’a di depan kelas?

Mungkin belum semua anaka belum semua anak menunjukkan perilaku yang menunjukkan karakter seorang pemimpin. Lalu, bagaimana cara mendorong mereka untuk mengembangkan perilaku kepemimpinan? 

1. Tanyai pendapat merekaSaat sedang bersama-sama di rumah, tanyakan pada mereka hal-hal seperti, “Kamu mau pakai kaus yang merah atau yang biru?” Atau, “Kamu mau susu cokelat atau vanila?” Dengan menjawab pertanyaan seperti ini, mereka melatih kemampuan berbicara asertif, dan bagaimana membuat keputusan yang baik.

2. Kenalkan mereka pada pemimpin

Ceritakan pada mereka mengenai sejumlah tokoh pemimpin, entah dari buku cerita, acara di TV, atau orang-orang yang ada di lingkungan Anda. Saat mereka melihat bagaimana pemimpin beraksi, mereka akan tahu bagaimana perilaku seorang pemimpin. Kelak, ia pun akan meniru tingkah laku tersebut.

3. Puji perilaku kepemimpinan mereka

Jika mereka tidak tahu apa yang Anda inginkan, mereka tak akan pernah melakukannya. Karena itu, saat Anda tahu mereka melakukan suatu tindakan memimpin atau membuat keputusan yang baik, sampaikan pada mereka. Katakan, “Nah, gitu dong! Ibu senang kalau kamu mau berbagi!”

4. Lakukan kegiatan yang membantu mereka menunjukkan kemampuan memimpin 

Kenalkan mereka pada kegiatan-kegiatan yang membantu mereka melakukan kemampuan memimpin. Misalnya, membantu mengatur barisan teman-temannya saat acara outing dari sekolah. Ketika mereka dibiasakan untuk melakukan hal-hal seperti ini, mereka juga akan mampu mempraktekkannya di rumah maupun di tempat lain. 

5. Bantu mereka menentukan tujuan pribadi 

Ketika mereka menentukan tujuan untuk diri mereka sendiri, yang tak ada hubungannya dengan kepentingan orang lain, otomatis mereka akan mendemonstrasikan kemampuan leadership. Sebab, mereka akan memimpin diri mereka sendiri.