Tips Mengajarkan Sikap Asertif Pada Anak

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 28 Apr 2015

Sahabat nutrisi

Seringkali kita beranggapan bahwa anak yang mengalah dan diam saja ketika mainannya direbut, baik oleh teman sebaya maupun yang berumur lebih muda, adalah sikap yang baik dan penuh pengertian.

Atau sebaliknya kita justru menganggap anak-anak seperti itu sebagai anak yang lemah, sehingga kita sebagai orangtuanya akan terus mendampingi mereka menghadapi anak-anak yang lebih agresif?

Tahukah anda bahwa terlalu sering bersikap mengalah ternyata berdampak tidak baik bagi perkembangan sosial si kecil? Begitu pula dengan bantuan orangtua untuk menghadapi si agresif secara terus menerus. Hal ini akan membuat anak semakin tidak memiliki rasa percaya diri.

Kita dapat mengajarkan agar anak mempunyai sikap asertif atau sikap berani mempertahankan diri dari orang lain yang ingin menguasainya dengan 6 tips berikut ini:

Bangun rasa percaya diri, biasanya anak yang selalu mengalah pada temannya karena dia tidak berani menampilkan diri sendiri, apalagi melawan orang yang mengganggunya. Anda dapat secara terus menerus menjelaskan bahwa dia punya kemampuan, hak dan kewajiban yang sama seperti teman-teman lain.

Latih anak untuk berkata tidak, terutama jika si kecil merasa keberatan atau tidak nyaman. Jelaskan dia berhak untuk berkata tidak jika ada teman yang berusaha merebut permainannya.

Pola asuh dan komunikasi yang hangat dan terbuka antara orangtua dan anak merupakan dukungan agar anak dapat bersikap asertif. Sementara pola asuh yang kaku akan menumbuhkan sikap peragu, tidak percaya diri, mudah cemas dan cenderung mengikuti kemauan mereka yang dianggap kuat, tanpa berani mengungkapkan pendapatnya.

Ketika anak sudah bersikap membela atau mempertahankan diri, atau bersikap asertif, hargailah usahanya. Jangan mengritik atau memberi label negatif padanya

Mengajarkan anak untuk bersikap asertif sangat penting agar dapat memutuskan antara mengatakan ‘ya’ atau ‘tidak’ untuk situasi tertentu, tanpa bersikap agresif.