3 Rahasia Emak Dalam Menyiapkan Seorang Pemimpin

Oleh Abdul Cholik 20 Oct 2013

3 Rahasia Emak Dalam Menyiapkan Seorang Pemimpin“Mari kita niatkan bekerja untuk ibadah,menyumbangkan darma bhakti kepada negara dan bangsa disamping mencari nafkah untuk keluarga kita”

Kalimat itulah yang selalu saya sampaikan kepada anak-buah dalam berbagai kesempatan. Hal itu perlu saya tekankan agar dalam bekerja mereka tidak semata-mata mengharapkan gaji tetapi juga berperan yang lebih besar.

Saya memang bukan seorang pemimpin berskala nasional.Tetapi saya berpendapat bahwa pemimpin dalam setiap level wajib membina anak buahnya dengan cara yang baik dan benar.

Adalah emak, ibu yang melahirkan,mengasuh,mengasihi dan mengasah saya sehingga bisa menjadi pemimpin. Wanita desa yang sederhana dan tak sempat mengenyam pendidikan formal terlalu tinggi itu ternyata piawai dalam menyiapkan anak tunggalnya menjadi pemimpin. Tentu saja pola asih, asuh dan asah yang diterapkan pada tahun 1950 berbeda dengan jaman sekarang. Namun ada beberapa hal yang mirip satu sama lain.

Berikut 3 Rahasia emak dalam menyiapkan calon pemimpin utamanya pemberian nutrisi untuk jiwa dan raga anaknya yang bagus banget ini.

,

1. Pemberian ASI.

Emak, seperti wanita lainnya juga menyusui saya hingga umur 2 tahun. Konon, emak juga menyusui bayi kerabatnya. Oleh karena itu, walaupun tidak punya kakak perempuan, saya juga mempunyai “saudara sesusuan”. Sayangnya wanita saudara saya telah mendahului menghadap Allah. Setelah disapih (tidak disusui emak lagi) emak masih memberi saya minuman susu sapi yang dibeli di warung tetangga. Walaupun orang desa emak mungkin juga sering membaca buku sehingga mengetahui bahwa bayi harus mendapatkan gizi yang baik sampai usia 5 tahun agar pertumbuhannya bagus.

2. Makanan bergizi

Karena saya anak tunggal maka emak memberi saya makanan yang baik dan bergizi. Walaupun kala itu belum dikenal istilah 4 Sehat 5 Sempurna namun Emak sudah memberikan makanan yang baik. Ada nasi, telur, sayuran, ikan, daging ayam dan daging kerbau atau sapi. Ketika musim pakceklik, emak dan bapak makan nasi jagung, tapi untuk si kecil calon pemimpin ini tetap dimasakkan nasi putih. Asyiiik. Soal buah jangan ditanya lagi. Walaupun bukan apel atau anggur tetapi di belakang rumah banyak pohon mangga, pisang, jambu.

Emak mungkin tidak mengetahui apa saja makanan sumber nutrisi, zat anti oksidan dan istilah-istilah pelik lainnya. Tetapi beliau memang rajin memasak aneka sayuran dengan bahan yang ada di jaman itu. Sayuran berwarna seperti bayam, ubi jalar, labu, tomat cukup mudah di dapatkan. Selain membeli di tukang sayur, bapak rajin menamam sayuran di kebun belakang rumah baik sehingga emak tinggal memetiknya saja. Sayuran berwarna memang bagus untuk membuat anaknya menjadi pintar.

Bagaimana jika tidak dapat membeli daging sapi atau kerbau ?

Dalam kondisi ekonomi yang tak terlalu mewah dan wah..wah..wah maka emak tak terlalu sering menyuguhkan daging. Sebagai penggantinya Emak hobi banget menyuguhkan tempe dan tahu. Makanan rakyat Indonesia yang super murah(kala itu) namun mengandung protein nabati yang bernilai tinggi. Jujur, di meja makan boleh dikatakan tiada hari tanpa tempe. Dan kami serumah memang penikmat tempe. Jika bakul tempe tidak datang maka emak menggantinya dengan tahu. Selain murah tahu juga kaya nutri. Tempe dan tahu memang paling sering hadir di meja makan.

Snack Andalan

Orang kampung saya, termasuk di rumah saya, snack andalan yang sangat digemari adalah ubi jalar. Bapak juga menanam ubi jalar dan singkong di kebun belakang rumah. Ubi goreng dan atau ubi rebus memang paling asyoi di makan pada sore atau malam hari. Bahkan untuk sarapan pagi juga oke. Ubi jalar yang paling sering di hidangkan adalah yang dalamnya berwara oranye atau “telo kuning” Suatu saat saya merasa bosan makan cemilan yang satu ini. Namun bapak dan emak tetap menyuruh saya untuk menyantapnya:“Ubi jalar itu makanan yang sangat bergizi karena mengandung vitamin C , Nak,” begitu kata bapak yang berprofesi guru SD.

Selain ubi jalar saya sering dibelikan emak kacang goreng atau kacang rebus. Makanan mengasyikkan itu biasanya dibeli di warung Nyai Karsinah, tetangga depan rumah. Selain itu saya juga sering menjadikan rempeyek kacang atau rempeyek kedelai sebagai klethikan (snack). Ngemil sambil belajar juga sangat mengasyikkan.

.

3. Asih, asah, asuh

Trauma dengan meninggalnya kakak saya yang baru berumur 2 tahun,Emak sangat hati-hati dan cermat dalam mengasuh,mengasah serta mengasihi saya. Selain memberikan makanan yang kaya nutrisi dan bergizi emak juga memberikan pendidikan yang baik bagi anak yang kelak diharapkan menjadi manusia yang berguna. Pendidikan tersebut bukan hanya menyangkut ilmu pengetahuan umum tetapi juga pendidikan moral dan budi pekerti.

Sebagai keturunan muslim, sejak kecil saya dibiasakan untuk sholat di mushola yang terletak di depan rumah yang dilanjutkan dengan belajar mengaji setelah sholat maghrib.Kakek dan nenek juga sangat ketat dalam memoitor dan mengawasai anak cucu dalam ketaatan menjalankan agamanya.

Dengan 3 hal di atas emak bisa menjadikan saya sebagai seorang pemimpin? Tentu saja. Saya bukan saja menjadi pemimpin bagi diri saya sendiri tetapi juga menjadi pemimpin bagi isteri,anak dan cucu saya. Lebih dari itu saya juga menjadi pemimpin bagi anak buah saya sepanjang karier saya sebagai seorang perwira TNI-AD dengan berbagai jabatan yang saya pegang. Anak desa menyandang pangkat Brigadir jenderal tentu sangat membanggakan orangtua dan patut disyukuri.

,

3 Rahasia Emak Dalam Menyiapkan Seorang Pemimpin,

.

Itulah 3 Rahasia Emak Dalam Menyiapkan Seorang Pemimpin. Jurus jitu tersebut kini saya sampaikan kepada Anda untuk dijadikan sebagai salah satu referensi. Para ibu agar memberikan nutrisi yang baik kepada putra-putrinya agar kelak bisa menjadi seorang pemimpin seperti saya. Insya Allah

.

Nutrisi Untuk Bangsa

.

Artikel ini diikutsertakan dalam Lomba Penulisan Blog Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil #LombaBlogNUB”