Dibalik pemimpin Hebat

Oleh hana sugiharti 21 Oct 2013

Sering saya menemukan pernyataan dibalik keberhasilan seorang suami, pasti ada isteri hebat yang mendampinginya tanpa lelah. Saya juga setuju dengan hal itu, sebagai tambahan lain, dibalik seorang anak hebat saya percaya ada Ibu yang tak henti-hentinya berdoa dan memberi yang terbaik untuk anaknya.
 
Anak-anak bagi saya adalah tabungan masa depan bagi keluarganya. Lebih jauh lagi anak-anak menjadi tabungan negaranya. Pemimpin negara dimasa depan ditentukan oleh pendidikan moral dan fisik di masa kini. Tentang pola asuh dan pendidikan bukan perkara mudah. Ada banyak aspek yang bisa dijadikan acuan tumbuh kembang para calon pemimpin kita ini.
 
Lihatlah senyum ceria mereka. Mereka Pemimpin masa depan kita

 Bagaimana membentuk seorang pemimpin? pertanyaan yang sering muncul dan bisa dijawab dengan persepsi beragam. Tapi menurut saya, malah saya ingin bertanya.

“Pemimpin seperti apa yang diinginkan?”

Tentu yang kita butuhkan adalah pemimpin yang kuat, pemimpin yang jujur dan kriteria baik lainnya. Tetapi apakah kita sudah menjadi contoh yang baik? Sepertinya kita sudah harus mengubah pola asuh kita pada calon pemimpin masing-masing. Apakah peran kita untuk mewujudkan pemimpin yang kita inginkan sudah benar? sudahkah kita melakukan hal yang benar ? Kita inginkan pemimpin yang jujur, lalu apakah kita sudah bersikap jujur? atau kita menginginkan pemimpin yang kuat dan berfikiran luas, tapi apakah kita sudah membuka diri dan memperluas wawasan? Jika jawabannya adalah tidak maka segeralah kita memulainya sebelum terlambat. . Sebagai Ibu muda, tentu saya banyak belajar dari berbagai sumber, orangtua juga menjadi salah satu acuan saya dalam mendidik anak-anak.  Adapun Beberapa peran dan usaha saya untuk menciptakan pemimpin hebat yaitu dengan :

1. Memperbaiki diri sebagai Orang tua

Anak-anak adalah cermin dari diri kita. Dari orangtualah anak-anak belajar. Dan saya percaya bahwa dengan mencontoh anak-anak akan cepat menangkap apa yang disampaikan. Terus memperbaharui informasi dan juga perkembangan dunia. Agar kita tidak dibilang Ndeso karena gagap menggunakan Internet misalnya. Sebaiknya kita juga mengenal apa yang sedang trend dikalangan anak-anak, agar kita tahu apakah mereka berada “di jalan” yang aman?

2. Memberi nutrisi yang baik dan menyehatkan

Menurut WHO sekitar 36,8 % anak  Indonesia mempunyai tinggi badan di bawah standar/pendek. Kenyataan ini sangat miris sekali mengingat tanah Indonesia yang mempunyai sumber daya melimpah. Sebagian rakyat Indonesia masih awam tentang gizi dan nutrisi. Bahkan angka gizi buruk di beberapa daerah sangat memprihatinkan.

Anak-anak senang sekali Sop, Mungkin makanan ini terasa sulit bagi sebagian orang

Saya memulai dengan memberi ASI hingga usia 2 tahun pada kedua anak saya, ditambah lagi saya tidak bekerja jadi waktu untuk bermain dan menemani buah hati sangat leluasa. Karena perhatian dan kasih sayang juga mempengaruhi tumbuh kembang anak. Saya sangat bersyukur karena diberikan rizki dan waktu yang luas untuk merawat kedua buah hati. Karena terkadang saya melihat ada anak-anak yang sering dibawa serta oleh Ibu mereka saat bekerja.

Memberi makanan sehat adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi. Suatu keharusan untuk orang tua memberi nutrisi yang  baik untuk anaknya. Ingat selalu pepatah bahwa di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Jadi nutrisi yang baik adalah awal dari semua aspek kehidupan. 

Saya sering mengajak mereka bermain sambil menambah ilmu pengetahuan
Alhamdulillah anak saya selalu sehat dan ceria

Saya masih Ingat, tetangga saya pernah berkata bahwa anak Ibu saya bongsor-bongsor mungkin karena saya sering minum susu sapi segar, saat itu belum ada buku parenting dan internet tapi Ibu sudah tahu mana yang terbaik untuk anaknya dari pergaulan Ibu yang terbilang luas.

3. Menggali Potensi anak tanpa memaksa apa yang mereka  inginkan

Terkadang banyak anak-anak merasa jenuh dan capek dengan segudang aktivitas yang tidak disukainya. Semua dilakukan hanya karena paksaan dari orangtuanya  Menurut saya itu tidak benar karena suatu saat, jika dia menjadi pemimpin maka dia akan otoriter dan memaksakan kehendak. Arahkan agar anak nyaman dengan kegiatan yang disukainya.

Sejak kecil saya selalu mengenalkan beberapa item yang memancing daya ingin tahunya.
Usia TK saya sudah menawarkan untuk mengikuti outbond, dan dia sangat tertarik

4. Kenalkan dia dengan cita-cita

Mengenalkan cita-cita pada anak menurut saya sangat penting agar anak-anak tahu kemana tujuan hidup mereka. Mungkin terkesan berat atau terlalu dini bagi sebagian orang  tapi menurut saya dengan begitu akan membawa dia menjadi pribadi yang teratur dan mempunyai perencanaan matang dalam bersikap. Kita bisa menyampaikannya dengan gaya khas anak-anak tentunya.

 
Mengasah motorik anak dengan bermain pasir
Si sulung, sedang pentas menyanyi, dia yang memintanya sendiri untuk ikut serta.

Dari beberapa hal kecil yang saya lakukan, ternyata sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya pada lingkungan. Sisulung terpilih menjadi captain prefect (ketua kelas) di sekolahnya saat kelas 3 SD. Dan setelah dia tahu bahwa menjadi ketua kelas itu tugasnya sedikit sibuk maka saat kelas empat dia memilih menjadi anti bullying (program sekolah yang bertugas sebagai pengawas jika ada bully pada sesama siswa).

5. Berikan kasih sayang tanpa batas

Saya melihat ketertarikannya sebagai seorang pemimpin yang cinta damai. Si sulung sangat banyak mempunyai teman dan penyayang. saat temannya main di rumah dan tiba wakt sholat. Teman-temannya selalu memilihnya untuk jadi Imam.

Di rumah, dia juga termasuk yang anak yang mempunyai sense humor yang cukup tinggi. pernah sekali waktu,  menjelang kinan yang sudah usia sekolah dasar. Untuk melatih pelajaran berhitungnya tak kenal waktu Papanya sering  memberikan test beberapa soal. Caranya mudah saja, tapi menurut saya ini yang paling “nyeleneh”. Saat Papa di toilet Kinan pun ingin ke toilet. Kinan ketuk-ketuk pintu lalu Papanya dari dalam toilet berkata,

“seven plus four?”

Saya melihat kinan berfiktir, lalu tak sampai lima detik kinan menjawab,

“eleven!” Dan pintu toilet terbuka. Lain hari Aa Zidan di dalam toilet, dan Papa juga ingin buang air kecil . Papa ketuk pintu dan Aa Zidan berkata dari dalam toilet,

“Seven plus five?” Dan Papanya pun tak bisa menahan tertawa.

Saat menjadai prefect (KM)

6. Menanamkan cinta tanah Air dan berbagi pada sesama

Pemberian nutrisi yang baik untuk anak sudah pasti dilakukan, tetapi alangkah baiknya kita juga mempunyai rasa kepedulian dan ikut menanamkannya pada anak-anak, untuk berbagi dengan orang lain, baik itu langsung berupa barang maupun tentang informasi gizi yang baik.

 
 
 
Cinta Indonesia

Dan yang terpenting dari semuanya adalah mengenalkan tentang Tuhan dengan sebaik-baiknya pengenalan. Kelak jika dia jadi pemimpin dia akan menjadi pemimpin yang mengenal dan hanya takut dengan Tuhannya, sehingga dia bisa melakukan tugasnya dengan baik jauh dari Korupsi dan perbuatan tercela lainnya, karena dia takut dengan Tuhannya. Dan pastinya dia menjadi pemimpin yang welas asih mementingkan kepentingan rakyatnya diatas kepentingan pribadi.

 
 
 
Ajari dia mengenal Tuhannya dengan baik.
 
 
Add caption