Anakku Si Pemimpin Kecil

Oleh Lina Marliana 17 Oct 2013

Postingan ini aku tulis untuk ikut berpartisipasi dalam #LombaBlogNUB dengan tema “Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil” yang diselenggarakan oleh Nutrisi Untuk Bangsa (SARIHUSADA)


A
langkah bangganya kita sebagai Ibu bila melihat buah hati kita tumbuh sehat, aktif & bahkan mempunyai bakat serta jiwa pemimpin ! Untuk bisa meraih itu semua, tentu saja peran kita sebagai orang tua dalam mempersiapkan, mengasuh dan mendidik anak sangat penting serta sangat berpengaruh pada masa depannya nanti.Pada dasarnya,hampir sepenuhnya anak dalam masa pertumbuhannya menggantungkan hidup pada orang tuanya. Akan jadi apa dia kelak ? Bahagia ataukah sengasara..? Sukses ataukah Gagal dalama kehidupannya dimasa mendatang ? itu semua bergantung pada peran orang tua sejak dini, persiapan sejak masih dalam kandungan sampai saat dia lahir, mengasuh serta mendidik anak dimasa perkembangan psikologis & perkembangan pertumbuhannya.

Memang, ada banyak hal yang perlu diperhatikan orang tua dalam mendidik anak. Kebutuhan anak akan perhatian dan kasih sayang, kebutuhan akan gizi dan nutrisi, kebutuhan akan pendidikan, kebutuhan akan rasa keingin tahuan yang dapat terjawabkan, kebutuhan akan mengenal baik lingkungannya, kebutuhan akan rasa diakui dan dihargai oleh orang lain, kebutuhan akan kebebasan dalam berekspresi dan kebutuhan akan penghargaan yang dapat ia raih. Bagaimana cara kita berperan sebagai orang tua terutama ibu agar bisa memenuhi semua kebutuhan buah hati kita ?

Anak adalah anugerah yang tiada tara dari Allah SWT dan aku sungguh bahagia karena aku seorang ibu yang diberi kesempatan olehNYA untuk bisa mengasuh dan mendidik anak-anakku. Namun, menjadi seorang ibu dari 3 orang anak bukanlah hal yang mudah, apalagi kesibukanku yang juga sebagai wanita karier sangat menyita waktuku. Jadi, aku harus pintar-pintar menyiasati dan membagi waktu agar segala kebutuhan buah hatiku dapat terpenuhi. Memberikan nutrisi dan gizi yang terbaik untuk tumbuh kembangnya serta menyediakan waktu yang cukup untuk mendidik dan membimbingnya agar menjadi anak yang berkualitas, beriman dan berguna bagi sesama.

Untuk itu, bersama suami aku selalu berusaha memanfaatkan waktu dirumah dengan sebaik-baiknya untuk memberikan perhatian lebih pada anak-anakku. Melakukan kegiatan bersama dan menjadikan waktu kebersamaan itu menjadi waktu yang berkualitas bagi kami.

Mengenal lebih jauh tentang anak-anakku..


Bee (Febby Annisa Fitri)
putri pertamaku, saat ini dia berusia 13 tahun dan duduk di bangku kelas VIII.

Bee termasuk anak yang ramah, mudah bergaul dan menjadi pusat perhatian teman-temannya karena dia termasuk sosok anak yang berani tampil kedepan. Dia mempunyai rasa tanggung jawab yang tinggi dan kepedulian yang besar terhadap orang-orang disekelilingnya.

Selama 9 tahun dia merupakan putri tunggal, di mana seluruh perhatian dan kasih sayangku tertumpah hanya padanya. Sejak kecil aku selalu memberinya yang terbaik, nutrisi & gizi yang cukup untuk pertumbuhannya, mengajarinya untuk disiplin, mengajarinya untuk berani mengekspresikan diri dimuka umum, menuntunnya tuk belajar bersosialisasi pada lingkungan dan berani untuk tampil kedepan. Dan itu pun berhasil membuatnya menjadi anak yang berani & berjiwa pemimpin.

Saat usianya 4 tahun, dia mulai menunjukkan bakat serta ketertarikannya dalam hal seni suara. Saat ada lomba 17 Agustus dikampung, dia pun berhasil menjadi juara 1 lomba karaoke. Sungguh membanggakan, dia berani tampil didepan panggung dihadapan banyak penonton untuk bernyanyi sambil bergaya. Saat TK pun, dia berhasil memenangkan juara I mewakili sekolahnya dalam lomba nyanyi tunggal tingkat kecamatan. Sejak saat itu,dia terus menunjukkan prestasinya dalam menyanyi.

Saat duduk dibangku Sekolah Dasar, dia pun sempat memenangkan juara 1 lomba Manyanyi Tunggal mewakili sekolah. Saat duduk dibangku SMP pun (saat ini), dia bahkan menjadi pendamping pengajar paduan suara ekstra kulikuler disekolahnya, menjadi pengurus OSIS & menjadi ketua kelas. Sebagai seorang ibu, aku bangga padanya dan selalu support pada kegiatan positifnya. Apapun yang dia ingin lakukan, asal bisa berjalan seimbang antara pendidikan dan hobbynya, aku selalu support. Bagiku yang terpenting, komunikasi antara aku dan dia harus selalu terjaga agar aku tidak pernah kehilangan (ketinggalan) moment-moment penting dalam masa pertumbuhan emosi dan perkembangannya.

Kei (Keisya Adelya Marcha), putri keduaku, saat ini usianya 4 tahun & duduk di bangku Taman Kanak-Kanak ( TK A). Kei juga ramah seperti kakaknya, sangat peduli pada orang-orang disekelilingnya dan selalu ingin maju duluan kalau gurunya menyuruh melakukan sesuatu. Dia pun tak pernah malu untuk meminta maaf saat menyadari sudah melakukan kesalahan. Dia mempunyai jiwa pemimpin dan penyayang. Masih teringat olehku, saat anak tetangga bertengkar dengan temannya karena berebut boneka. Dia yang kemudian melerai, menyuruh teman-temannya untuk saling bersalaman, bermaafan serta memberikan solusi agar mereka tidak bertengkar dan berebut boneka lagi. Solusinya adalah… ia berlari pulang kerumah, mengambil boneka teddynya dan memberikannya pada salah satu temannya.. Aku sempat surprise dengan tingkahnya. Sungguh itu membuatku bangga.

Setelah 9 tahun lamanya hanya memiliki 1 orang putri, saat Kei lahir, aku pun harus lebih mencurahkan perhatianku untuk kedua anakku. Awalnya sungguh ini tak mudah, membagi waktu, memberikan perhatian yang sama antara sang kakak dan adik, menghadapi sikap kecemburuan sang kakak saat dia merasa aku lebih memperhatikan adiknya karena adiknya masih terlalu kecil & belum bisa apa-apa. Namun aku berusaha untuk terus memberikan pengertian, melibatkan dia dalam setiap kegiatanku bersama adiknya. Memberinya tugas-tugas ringan yang membuatnya yakin bahwa dia sangatlah dibutuhkan dalam keluarga dan turut berperan penting dalam setiap tumbuh kembang adiknya.

Lambat laun, kecemburuannya mulai sirna dan dia pun mulai merasa punya tanggung jawab untuk melindungi dan menjaga adiknya. Kei pun begitu, karena perhatian kakaknya sangat besar, dia pun mulai mengidolakan kakaknya. Apapun yang kakaknya lakukan, dia akan menirunya. Termasuk hobby dalam hal menyanyi. Dua putriku yang sungguh membuatku bangga.

Ian (Dimas Aditya Septian Nugraha) putra ketigaku, saat ini berusia 13 bulan.
Ian adalah bayi yang murah senyum, lucu, aktif dan tak ernah mau diam. Namun dia cepat belajar akan sesuatu dan bisa mengerti apa arti kata “Ya” dan “Tidak”. Perkembangannya sungguh membanggakan. Tentu saja ini karena kecukupan nutrisi dan gizi yang aku berikan sejak dia masih ada dalam kandungan hingga saat ini.

Dia sudah bisa berjalan beberapa langkah, bisa menyanyikan lagu “cicak cicak didinding….” meski kalimatnya belum lancar benar, namun nadanya sudah persis. Banyak kejutan-kejutan kecil yang dia perlihatkan setiap harinya. Seperti, tiba-tiba memungut buku kakaknya yang terjatuh di lantai, kemudian meletakkannya kembali ke meja, mengulurkan tangannya saat aku pamit akan pergi kerja, mengucapkan “akum.. (assalammu’alaikum) saat melihatku didepan pintu pulang dari kantor. Dia juga bisa menghibur kakaknya saat kakaknya sedih dengan mengusap-usap pipi kakaknya dan kemudian menciumnya. Rupanya jiwa kepemimpinan sudah mulai nampak pada dirinya.

Anak-anakku, bagiku adalah si pemimpin kecil dan calon pemimpin masa depan. Keberanian mereka untuk mengekspresikan diri, kepedulian mereka terhadap orang-orang disekelilingnya dan sifat kasih sayangnya terhadap sesama sungguh membuatku bangga. Harapanku kelak, mereka akan menjadi orang-orang yang berhasil dalam bidangnya, tetap mempunyai jiwa pemimpin, tetap memiliki kepedulian dan kasih sayang yang besar terhadap sesama, menjadi jiwa yang bersahaja, beriman dan bersopan santun… Amin.. Ya Robbal alamin..

Tentunya harapan ini bukan hanya harapanku pada anak-anakku, akan tetapi juga merupakan harapan seluruh ibu didunia terhadap anak-anaknya… :)

Dipersembahkan untuk :

1 Komentar

Lina Marliana

18 Oct 2013 13:58

Ahlamdulillah... sudah dipublish.. :)