Be Friend With Little Leader

Oleh Ayu Anggarini Kinasih 29 Sep 2013

Sekilas, saya mengingat salah satu teori yang pernah saya baca di awal-awal perkuliahan dulu. Teori bernama ‘Tabula Rasa’ yang dikemukakan oleh John Locke, singkatnya teori ini menjelaskan bahwa manusia terlahir seperti sebuah kertas kosong yang nantinya akan diisi oleh pengalaman-pengalaman dan juga berbagai pembelajaran di sepanjang kehidupannya.

Dulu saya tidak pernah terpikir implementasi teori tersebut di dalam kehidupan sehari-hari. Barulah setelah saya banyak bertemu dengan anak-anak, memperhatikan tingkah laku mereka, mengetahui kehidupan keluarga anak tersebut dan juga mengetahui lingkungan pertemanan mereka, saya baru menyadari salah satu faktor yang menurut saya sangat penting. Hampir dari semua anak yang saya temui memiliki permasalahan karena kehidupan keluarga mereka. Saran yang sering saya dengar dari seorang Psikolog yang menangani kasus tersebut adalah “Seorang Ibu yang harus kuat, sabar dan mau membantu anaknya”.

Saya belum menjadi seorang Ibu dan Saya pun belum menikah, tetapi Saya menyimpulkan beberapa hal yang menurut saya sendiri menjadi sebuah dasar bagi seorang Ibu untuk membantu anaknya menjadi seorang pemimpin. Bukan pemimpin yang besar, tetapi anak yang mampu memimpin dirinya sendiri untuk membawa perubahan terhadap diri ke arah yang lebih baik dan bagi saya, seorang anak yang akan menjadi calon pemimpin masa depan yang baik memiliki kepribadian yang baik pula.

Pertama, Be honest and respect others. Pentingnya untuk mengajarkan anak untuk berbuat jujur terhadap setiap keadaan, seperti berkata “Aku tidak mampu, dan ingin bertanya” saat anak tidak mengerti membantu anak untuk selalu merasa “penasaran” dan mengasah keingintahuan anak akan sesuatu dengan tetap menghargai orang lain dalam memenuhi rasa keingintahuan tersebut.

Kedua, Don’t be afraid to fall. Gagal merupakan hal yang wajar. Menurut saya, seorang Ibu yang bijaksana tidak akan memaksakan hal paling sempurna dari sisi anak dan tidak semakin menjatuhkan anak saat anak sedang berada pada tahap kegagalan, melainkan memberikan dorongan semangat kepada anak untuk terus maju.

Ketiga, Book is my best friend. Sejak dulu Ibu saya selalu memberikan saya buku dibandingkan dengan membelikan saya video game. Saya tidak berkata bahwa video game itu tidak baik, tetapi saya merasakan sekali manfaat dari seringnya Ibu saya membelikan buku. Banyak yang bisa kita pelajari dari sebuah buku seperti sabar dalam menunggu akhir cerita, disiplin dalam membaca setiap baris, melatih fokus, dan tentunya menambah pengetahuan. Jadi, menurut saya budaya membaca perlu dimiliki oleh seorang calon pemimpin masa depan dan dilatih pula oleh Ibu yang juga menjadi contoh dalam mengembangkan budaya membaca ini, karena dari sana banyak sekali hal yang bisa kita dapatkan dan manfaatnya tidak semata-mata terkait dengan kegiatan ‘membaca buku’.

Hal yang terakhir, yang paling penting menurut saya adalah menjadi teman dan contoh yang baik bagi calon pemimpin masa depan. Menjadi teman disini maksudnya adalah menjadi sebuah wadah anak untuk bertanya, belajar dan juga mengeluarkan keluh kesah mereka merupakan cara paling efektif untuk membangun rasa percaya diri anak, karena mereka mampu menyuarakan apa yang di rasakan dan apa yang diinginkan dengan cara yang baik.

4 hal tersebut tentunya tidak mudah untuk di dapatkan oleh seorang Ibu, begitu pun yang saya lihat di dalam keluarga saya karena seorang Ibu tetaplah manusia yang memiliki kapasitasnya sendiri yang tentunya memiliki keterbatasan dalam mengaplikasikan keempat hal diatas.

Ibu saya pun sampai saat ini masih terus mencoba untuk menjalankan keempat hal diatas, dan menurut saya cukup berhasil. Hal ini saya simpulkan karena saya merasa Ibu adalah Sahabat Terbaik dengan berbagai hal yang dimiliki oleh beliau. Tidak mudah memang begitu juga pastinya yang dulu dilakukan oleh Ibu saya, tetapi berdasarkan apa yang saya lihat keempat hal tersebut bisa kita pelajari jauh sebelum kita menjadi seorang Ibu, dan itu pula lah yang dulu dilakukan oleh Ibu saya.

Saya belajar banyak dari beberapa kasus yang selama ini saya lihat, bagaimana susahnya perjuangan Ibu dan bahkan tidak sedikit Ibu yang menangis karena takut tidak bisa membimbing anaknya dengan baik.

Tidak ada yang tidak mungkin. Dan tidak ada anak yang tidak bisa memimpin dirinya sendiri jika mereka memiliki Ibu yang mau berusaha membantu mereka untuk mampu menjadi pemimpin. Cheers~^^