Home Schooling & Nutrisi Baik ala Bunda

Oleh susanti thio 03 Oct 2013

Peran saya selain sebagai Ibu dan juga sekaligus wanita bekerja. Cita-cita saya adalah sukses sebagai Ibu dan wanita karir. Untuk itu saya dituntut harus menjadi kreatif, salah satunya berperan sebagai guru untuk kedua buah hati yang masih balita yaitu Ivander 3,5 tahun dan Deandra 1 tahun.

Meskipun sekarang ini tengah menjamur metode home schooling sebagai pengganti sekolah formal namun saya lebih memilih untuk menerapkan sendiri metode tersebut kepada buah hati dengan tujuan agar si kecil menjadi lebih berani, percaya diri dan pintar dan saya ingin adanya kedekatan antara saya dan anak-anak tentunya.

Yang penting disini adalah saya mengajarkan buah hati dengan konsep belajar sambil bermain agar tidak bosan, antara lain :

  • Mengajak buah hati membaca buku bersama, mengenalkan dan menyebutkan nama-nama gambar. Jika sudah bisa, tambahkan lagi dengan mengenal konsep warna dan angka. 

Alhasil di usia Ivander sekarang ini sudah banyak mengenal kosa kata, tahu beberapa vocabulary bahasa Inggris, tahu nama-nama buah dan binatang, sudah mengenal warna dasar dan angka/berhitung 1-10 bahasa Indonesia dan Inggris.

Begitu juga dengan adiknya yang saat ini berusia 1 tahun saya melihat adanya perkembangan yang signifikan. Di usianya yang baru genap 1 tahun sudah bisa mendengarkan dan mengikuti kata-kata yang saya ajarkan. Bahkan sudah mengenal binatang bebek, kaus kaki, baju dan sudah mengingat dan bisa menyebutkan nama-nama anggota tubuh (kaki, tangan, rambut, hidung, mata, gigi, perut, kepala).

Mewarnai

 

Ivander belajar bercerita kepada adiknya

 
  • Harus kreatif. 

 Meskipun saya sebagai Ibu bekerja dimana hampir setengah hari setiap harinya berada di luar rumah, saya tetap dituntut harus sekreatif mungkin. Kita tahu bahwa konsentrasi si kecil masih sangat terbatas. Jadi kreatifitas sangat diperlukan. Misalkan hari ini saya mengajarkan si kecil tentang keluarga dengan membuat “Family Tree” berbentuk Love lalu keesokan harinya mengajarkan membuat binatang atau buah dengan lilin ataupun yang simple dengan menempel gambar sambil bernyanyi.

Family Love Tree

 


  • Ajarkan keterampilan untuk melatih kemandirian anak. 

Berikut contoh yang saya terapkan untuk melatih kemandirian anak dan keberaniannya misal mengikat tali sepatu, memakai/melepas baju, mengancing baju, mengisi air kedalam botol/gelas, meletakkan sandal/sepatu pada rak sepatu, membuang sampah pada tempatnya, ke toilet sendiri, makan sendiri. Namun memang sebagai Ibu saya dituntut penuh kesabaran karena harus diajarkan berulang-ulang kepada si kecil.

Sekarang Ivander sudah mandiri, sudah bisa mengerjakan contoh-contoh tersebut.

Ivander juga sudah pintar mengajar temannya. Pernah suatu hari tanpa disuruh dengan percaya diri Ivander mengambil contoh buah belimbing dan bertanya sama temannya “kamu tahu gak ini buah apa?” namun sepersekian detik kemudian belum saja temannya sempat menjawab, Ivander langsung berkata “ini tuh buah belimbing ! Rasanya asem” lalu dia sambung lagi “tapi ada juga yang manis lho”

Sontak saya tertawa geli mendengarnya. 

Bangga sekali rasanya memiliki anak yang cerdas dan percaya diri.

  • Mendongeng 

Hal yang sangat mudah tetapi sangat penting dilakukan adalah mendongeng. Dengan mendongeng, anak banyak belajar sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa, mendengar dan daya imajinasi atau kreativitas bertambah, kecerdasan emosi meningkat dan wawasan juga bertambah.

Saat Ivander berusia 2 tahun 4 bulan sudah sangat lancar berbicara bahkan termasuk bawel. Seperti celoteh lucunya ketika saya memarahinya saat dia bermain air tak henti-hentinya, dengan polosnya Ivander berkata “mami cantik dech, biar tambah cantik jangan suka marah-marah”

Wah saat itu juga rasanya gemes bercampur lucu karena tidak menyangka kecil-kecil sudah pintar merayu dan ada saja akalnya.

  • Sapa, Salam dan Maaf

Untuk meningkatkan nilai moral saya selalu mengajarkan untuk menyapa, menyalami dan berkata “maaf”.

Jika setiap hari diingatkan ketiga hal diatas maka lama-kelamaan akan menjadi suatu kebiasaan yang akan berdampak baik bagi buah hati nantinya.

Saya selalu menanamkan sejak kecil agar Ivander dan Deandra tidak sungkan untuk menyapa, menyalami bahkan meminta maaf jika melakukan kesalahan.

Saat ini Deandra yang berusia 1 tahun sudah bisa cium tangan saat saya berangkat maupun pulang dari bekerja.

  • Cinta Alam (Flora, Fauna) dan budaya Indonesia

Untuk mengajarkan buah hati mencintai alam saya sering mengajak si kecil ke taman bermain, taman bunga atau wisata budaya. Misalkan ke Taman Joging sekitar rumah, banyak yang bisa saya ajarkan seperti sehat itu penting.  Atau ke TMII mengenalkan buah hati dengan budaya bangsa seperti rumah adat. Ataupun ke taman bunga.

 

 

 

 

  

  • Nutrisi cukup dan baik
 Tidak lupa saya selalu memantau asupan makanan si kecil. Pokoknya setiap hari menu wajib adalah sayur dan buah-buahan.

Saya juga selalu menyempatkan waktu setelah bekerja untuk membuat pudding atau agar sebagai camilan sehat bagi si kecil.

Alhasil Ivander sekarang tidak alergi terhadap makanan. Dia suka sekali makan sayur terutama sayur bayam dan jagung. Untuk buah, Ivander suka sekali jeruk dan pisang.

Sedangkan Deandra termasuk anak yang tidak pilih-pilih makanan alias “pemakan segala” hehehe


Kesimpulan :

Pendidikan dari rumah alias Home schooling ala bunda memang sangat penting apalagi jika semua itu didukung oleh nutrisi yang baik.

Senangnya sebagai Ibu meskipun ditengah kesibukan tetap bisa mengajar dan mendidik buah hati.

Terkadang melihat bagaimana anak-anak belajar tentang kehidupan membuat saya sadar bahwa masih banyak yang belum saya ketahui. Oleh karenanya, saya akan berusaha menjadi teladan dan tidak pernah berhenti belajar untuk menjadi pemimpin yang baik bagi kedua buah hati.

Harapan saya agar kedua buah hati menjadi anak yang berjiwa pemimpin, cerdas, berani dan percaya diri sehingga dapat berguna bagi diri sendiri, keluarga dan lingkungan sekitarnya. Yang utama dapat membanggakan kedua orang tuanya. Amin.

 ##LombaBlogNUB

#LombaBlogNUB

 http://nutrisiuntukbangsa.org/lomba-penulisan-blog-peran-ibu-untuk-si-pemimpin-kecil/