Ibu Pencetak Generasi Bangsa

Oleh amelia irine wibowo 12 Sep 2013

Semua ibu ingin anaknya menjadi pemimpin, atau terunggul. Namun banyak yang tidak menyadari untuk mencetak anak sebagai generasi yang berkualitas diperlukan pondasi yang kuat. Pondasi tidak muncul dengan sendirinya, atau tidak didapat dari sekolah dan lingkungan sosial. Pondasi awal anak terbentuk dari keluarga, terutama ibu. Karena ibu berperan utama dalam proses tumbuh kembang anak. Jika pondasi mental, pondasi fisik, pondasi ilmu-moral, pondasi logika dan semua pondasi kokoh, maka mau dibangun setinggi apapun anak itu, akan bisa dilakukan. Sebaliknya bila pondasi rapuh, anak ibarat gubuk reok yang mudah ambruk tertiup angin.

Dari ibu yang cerdas dan pintar, akan terlahir calon-calon pemimpin bangsa berkualitas, kreatif dan intelektual. Artinya ibu harus aktif mencari informasi agar si anak memiliki kemampuan lebih dari lingkungan sekitarnya dalam hal meraih prestasi dan kesuksesan di masa depan. Dukungannya bisa berupa perhatian yang penuh terhadap minat dan bakat anak lalu semaksimal mungkin menjadikan sang anak sebagai yang terbaik, Sebagai ibu di masa kini dituntut selalu memastikan dukungan yang terbaik dari segi nutrisi dan stimulasi yang dapat membangun kemampuan anak untuk menjadi seorang pemimpin masa depan.

Pemimpin adalah mereka yang memiliki dua modal, kapasitas dan karakter pemimpin yang berkualitas. Kapasitas pemimpin adalah kemampuan mempengaruhi orang-orang sekitarnya untuk menuju keberhasilan. Karakter dan kapasitas pemimpin dipengaruhi oleh bagaimana calon pemimpin dibesarkan, termasuk kualitas nutrisi dan stimulasi yang diberikan sejak dini. Pemenuhan gizi secara lengkap, tepat, dan seimbang akan saling memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembang anak yang akhirnya mendukung kapasitas anak sebagai seorang pemimpin, Jiwa kepemimpinan pada anak, antara lain bisa dilihat dari kepercayaan diri, kecerdasan, kemampuan berkomunikasi, kreativitas, semangat, kemampuan anak dalam mengatur diri, bersosialisasi, serta kemampuan bekerjasama dengan orang lain

Melihat peran yang begitu besar dalam mencetak penerus bangsa, ibu harus bisa mensejajarkan dirinya, agar anak lebih mau terbuka dan bisa terpantau tumbuh kembangnya. Jadilah ibu yang fleksibel, kapan harus tahu sebagai ibu, teman dan guru di hadapan anaknya. Masuklah ke dunia anak-anak dengan gembira, berbicara tentang kesenangan mereka dan libatkan diri sepenuhnya terhadap masalah-masalah mereka. Didiklah anak dengan cara inovatif dan kreatif, hal ini hanya bisa dilakukan oleh ibu yang selalu menambah wawasannya sejalan dengan kemajuan jaman. Dengan begitu, anak sebagai calon pemimpin memiliki kualitas dan karakter yang menonjol di lingkungannya dan mampu menjadi bagian dari generasi pemimpin masa depan.