Ibu selalu ada di setiap momen kesuksesan anaknya

Oleh Miz Tia 19 Oct 2013

Tulisan Sebelumnya: Malaikat Kecilku Sang Pemimpin Indonesia nan Unggul.

Peran Ibu Untuk Si Pemimpin Kecil
gambar

Sejak kecil Ibu selalu memperhatikan tumbuh kembang saya hingga kini saya berusia belasan tahun. Ibu selalu memberikan saya gizi yang terbaik untuk mempersiapkan saya menjadi pemimpin masa depan. Ibu selalu men-support saya dan membuat saya percaya diri, cerdas, komunikatif, semangat serta mampu bekerja sama untuk menjadi pemimpin masa depan. Tentunya sebagai calon Ibu, saya juga ingin menjadi pahlawan sekaligus guru bagi malaikat kecilku kelak seperti Ibu ku. Saya punya harapan suatu saat nanti anak saya akan mampu membawa perubahan di masa mendatang. Ia akan menjadi pemimpin yang cerdas dan bijak. Tentunya dengan melalui beberapa proses pendidikan yang baik akan membawa anak menjadi pemimpin yang tumbuh dan berkembang membentuk masa depan yang memiliki kualitas kepemimpinan cerdas.

Ibu telah mengajarkan banyak hal kepada saya, mulai dari kasih sayang dan pengorbanan Ibu yang benar-benar luar biasa. Ibu mengandungku, merawatku dari 0 hingga detik ini saya masih berkembang dibawah asuhan Ibu dengan penuh pengorbanan dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih. Tugas Ibu dalam mengasuh saya sangatlah panjang. Ibu selalu ada dalam setiap momen kesuksesan saya, ia rela mengorbankan segalanya untuk saya. Ibu selalu menguatkan saya walaupun terkadang saya tidak yakin, akan tetapi Ibu selalu meyakinkan saya “kamu bisa nduk” kata Ibu.

Ibu lah satu-satunya wanita yang selalu memberikan dukungan optimal kepada saya agar saya maju dan menjadi generasi pemimpin masa depan yang baik. Ibu selalu memberikan energi yang terbaik mulai dari pemberian nutrisi, pemenuhan kebutuhan gizi, pendidikan, juga perhatian yang membuat saya semangat dalam menggapai cita-cita.

Faktor penting dalam membangun karakter kepemimpinan yang memiliki rasa tanggung jawab sosial dan kemampuan untuk mengatur diri serta kemampuan bekerjasama dengan orang lain adalah dengan memberikan dukungan perkembangan otak agar dapat mencetak anak berprestasi. Ibu saya selalu mendukung perkembangan saya secara optimal, terutama dimana saat saya sedang dalam masa pertumbuhan. Ibu selalu memberikan apapun yang dibutuhkan saya, mulai dari kelengkapan gizi, pemenuhan kebutuhan nutrisi secara tepat, lengkap dan seimbang inilah yang diberikan Ibu untuk memberikan pengaruh terhadap tumbuh kembang saya secara keseluruhan. Termasuk perkembangan otak, tulang dan sebagainya yang akhirnya mampu mendukung saya untuk menjadi seorang pemimpin. Ibu adalah wanita super hebat sekaligus kunci terbukanya jalan bagi saya untuk mampu menjadi seorang pemimpin di masa depan.

Ibu paling peka terhadapa perasaan saya, Ibu selalu memberikan tanggapan positif kepada saya. Lalu apa saja peran Ibu untuk menjadikan anak sebagai pemimpin masa depan yang berkualitas terbaik?

1. Memberikan Pendidikan Karakter.

Pendidikan Karakter
gambar

Ibu yang baik tentu akan menularkan sifat yang baik juga. Begitu juga Ibu saya yang telah mengajarkan hal-hal baik lewat perilaku juga lewat lisan. Ibu selalu memberikan arahan kepada saya bagaimana saat bersikap baik di hadapan masyarakat. Karena masyarakat lah yang akan menilai hasil didikan Ibu kepada anak apakah berhasil atau justru gagal. Hanya melalui tangan Ibu saya dapat dikenal baik dalam masyarakat. Peran Ibu amatlah penting, oleh karenanya saya tidak pernah menganggap remeh peran Ibu saat memberikan pembelajaran kepada saya. Ibu tidak pernah menyuruh sister, guru atau orang lain untuk mendidik saya. Ibu saya selalu memberikan pendidikan sendiri dirumah secara baik. Jadi sejak saya bayi, peran Ibu tidak pernah diambil alih, dan hanya lewat tangan Ibu saya dapat sukses. Ibu saya selalu membuka wawasan terhadap masa depan saya, tentunya hal itu diimbangi dengan banyaknya ilmu yang dimiliki ibu saya. Berkat peran Ibu, saya memiliki perkembangan yang sangat baik. Tidak ada yang dapat menggantikan peran Ibu untuk saya. Ibu selalu sabar selama mendidik dan memberikan pembelajaran kepada saya, bagi Ibu yang terpenting adalah agar saya dapat meraih dan mewujudkan impian saya.

Sebagai orang tua tentu Ibu saya dapat membaca karakter saya. Demi tumbuh kembang saya agar maksimal, Ibu senantiasa membekali saya pelajaran bagaimana cara bertanggung jawab terhadap diri sendiri/orang lain dan menghargai waktu. Saya adalah harapan kedua orang tua saya dan saya adalah generasi penerus bangsa. Saya adalah calon pemimpin. Oleh karenanya Ibu selalu melindungi saya semaksimal mungkin dari hal-hal yang negatif. Ibu sering memberi pengertian kepada saya agar saya bisa menghargai fasilitas yang diberikan oleh kedua orang tua saya supaya saya tidak menyalahgunakannya.

Untuk membangun karakter kepada anak sebaiknya dilakukan sejak pendidikan anak usia dini, pada usia dini biasanya perkembangan otak dan perilaku anak sangatlah cepat. Menurut media yang pernah saya baca perkembangan otak pada usia emas (0-6 bulan), otak tersebut mampu menerima dan menyerap berbagai macam informasi, dan tidak melihat baik dan buruk dari apa yang telah diterima. Dan disinilah masa-masa perkembangan fisik, mental hingga spiritual anak akan mulai terbentuk. Maka sebagai orang tua, Ibu hendaknya memanfaatkan masa emas anak untuk memberikan pendidikan karakter yang baik karena pada usia ini akan sangat menentukan masa depan anak. Sehingga anak bisa meraih keberhasilan dan kesuksesan dalam kehidupannya di masa mendatang. Waktu saya kecil, saya selalu diberi ASI oleh Ibu dari 0-9 bulan, ya itu kata Ibuku. Kata Ibu, saya adalah anak yang sangat ambisius. Saya memiliki semangat yang tinggi untuk belajar dan berhasil dalam apa yang di cita-citakan saya. Tak peduli sebanyak apapun lawan yang akan saya hadapi, karena bagi saya itu tidak akan menjadi masalah yang berarti. Setiap melakukan tindakan tentunya harus siap mengambil resiko yang akan terjadi, dan bersikap positif. Hingga kini saya selalu siap menghadapi tantangan dalam hidup. Saya bangga atas segala kesuksesan / prestasi gemilang yang saya dapatkan. Pemberian karakter pada usia dini akan membuat anak lebih peka terhadap potensi dan bakat yang dimilikinya agar mampu menjadikannya generasi pemimpin yang baik di masa mendatang.

2. Selain saya diberikan pendidikan karakter secara langsung oleh Ibu. Ibu juga memberikan nutrisi yang tepat dalam asupan saya sejak kecil. Ibu selalu selektif dalam memilih makanan yang akan saya konsumsi. Ibu yang baik tentu tidak akan membiarkan anaknya memakan makanan yang tidak higienis. Kata Ibu, sejak usia saya 0 sampai 9 bulan saya diberi ASI oleh Ibu. Peran ASI sangat berpengaruh bagi tumbuh kembang saya karena ASI memiliki gizi yang paling lengkap dan ideal untuk pertumbuhan dan perkembangan saya saat masih bayi. Ibu adalah pilar keluarga yang memiliki peran penting dalam segala hal, Ibu lah yang menjadi arah segala proses dalam keluarga. Setiap hari Ibu selalu mengelola pikiran dan akal agar bisa memberikan nutrisi yang terbaik bagi anaknya dalam mendukung anak untuk berprestasi dan menjadi pemimpin di masa depan. Nutrisi memegang peranan yang sangat penting. Begitupun Ibu saya, beliau selalu memberikan nutrisi untuk keluarga dan anak-anaknya. Tentunya semua itu diimbangi dengan memberikan pendidikan yang baik serta nutrisi yang terjamin pada anak. Sebagai calon Ibu yang hebat, saya juga akan mengedepankan gizi dan edukasi yang akan diberikan kepada anak saya kelak. Saya bertekad akan menjadikan anak saya sebagai individu dengan kualitas terbaik yang nantinya akan berhasil melewati tantangan di era globalisasi dan menjadi pemimpin baik dalam hal intelektual, kreatifitas dan lainnya. Seperti Ibu saya yang telah menjadikan saya seorang pemimpin. Yang namanya Pemimpin itu tidak semua berarti pejabat. Karenanya pejabat saja belum tentu memiliki kualitas seorang pemimpin. Pemimpin adalah mereka yang mempunyai modal dan karakter yang berkualitas serta mampu mempengaruhi orang-orang di sekitarnya untuk menuju keberhasilan. Terbentuknya pemimpin tersebut dipengaruhi oleh asal-usul atau bagaimana ia dibesarkan, baik kualitas nutrisi yang didapatkan sejak dini maupun dukungan yang mampu menjadikan generasi pemimpin masa depan yang memiliki kualitas terbaik, tegas, adil, tanggung jawab, jujur dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa.

Ibu saya senantiasa memberikan kesempatan kepada saya agar saya memiliki kemampuan lebih hingga saya dapat meraih prestasi dan kesuksesan di masa depan. Dukungan yang Ibu berikan kepada saya yang saya rasakan adalah Ibu memberikannya atas perhatian penuh terhadap minat dan bakat saya. Ibu saya selalu mendukung apapun keunggulan yang dapat saya lakukan agar saya bisa menjadi yang terbaik.

3. Mengajarkan kemandirian. Bentuk kasih sayang Ibu kepada anak biasanya dilakukan dengan berbagai hal. Seperti mendidik anak dengan memanjakan dan menuruti segala kemauan anak. Namun berbeda dengan Ibu saya, kata Ibu “nduk kudu mandiri” (adek harus mandiri ya, belajar mandiri). Bentuk kasih sayang yang berlebihan akan berdampak kurang baik kepada anak. Mereka yang selalu dipenuhi kemauannya oleh Ibu cenderung memiliki sifat manja dan memiliki pribadi yang tidak mandiri. Hal ini akan mempengaruhi tumbuh kembang anak dalam stimulasi otaknya. Meskipun demikian, saya selalu mendapat perhatian dari Ibu dan Ibu selalu mengawasiku. Sebagai orang tua tentu Ibu akan memberi kasih sayang secara penuh kepada saya. Namun Ibu Menyayangi saya tidak harus selalu menuruti apapun keinginan saya sekalipun itu demi membahagiakan saya. Karena menyayangi bukan berarti Ibu harus memberi kasih sayang secara berlebihan hingga memenuhi semua kemauan saya, membiarkan apa saja yang dilakukan saya yang penting agar saya bahagia, dan memberikan segala fasilitas yang saya inginkan. Membiarkan anak terkurung dalam kemanjaan yang berlebihan dan terus-menerus akan membuat mental anak semakin kerdil (penakut/tidak mandiri).

4. Menanamkan rasa Nasionalisme pada anak sejak usia dini.

gambar

 

Lunturnya rasa nasionalisme pada anak biasanya terjadi karena anak kurang mendapat perhatian dari orang tua dan tidak adanya komunikasi pada Orang tua maupun guru pembimbing. Pendidikan juga disebut-sebut sebagai faktor utama yang dapat mengembangkan potensi anak, pendidikan termasuk alasan utama yang dapat memupuk rasa nasionalisme pada anak. Ketika saya sudah bersekolah TK, disana saya dikenalkan dan ditanamkan rasa nasionalisme sejak dini. Seperti belajar bahasa Indonesia yang baik dan benar, melalui lisan dan tertulis. Menyanyikan lagu Indonesia Raya yang setiap upacara bendera saya nyanyikan bersama teman-teman sekolah. Menyanyikan lagu tradisional. Menghafal Panca Sila, setiap masuk kelas di sekolah pasti membaca panca sila. Mengfalkan nama-nama daerah dan pulau di Indonesia hingga mengingat nama setiap tarian dan bahasa daerah. Mengenal dan menghafal nama tokoh-tokoh pahlawan. Saya dan teman-teman mulai menghafal itu sejak TK dan SD. Sampai dirumah Ibu kembali mengajak saya belajar dan membahas apa yang telah diajarkan oleh guru di sekolah. Mengasah Kreativitas dengan membuat keterampilan. Begitu secara terus menerus hingga menjadi sebuah kebiasaan dan membentuk saya sebagai pribadi yang berkarakter hingga akan tertanam rasa saling menghargai, disiplin, kreatif dan berjiwa nasionalisme yang kuat. Dan Setelah masuk kejenjang sekolah lebih tinggi diatas itu saya kembali mengembangkan apa saja yang telah di ajarkan selama duduk dibangku sekolah sebelumnya. Ibu tak pernah sedikitpun lengah saat mendidik dan memperhatikan tumbuh kembang saya. Saya masih ingat betul semua memori sejak kecil hingga saya tumbuh menjadi remaja seperti ini.

Namun rasanya untuk anak di era digital sekarang ini, susah rasanya untuk menemukan anak yang sudah menanam rasa nasionalisme sejak dini. Mungkin dikarenakan di jaman yang serba canggih ini, anak lebih bebas menerima budaya luar yang sepertinya budaya asing itulah yang lebih cepat dan mudah diserap oleh anak jaman sekarang. Nah sekarang aja nih, banyak saya jumpai anak-anak kecil yang sudah pinter ngomong bahasa gaul. Anak jaman sekarang gak mau kalo gak dibilang keren dan gaul, mereka bisa meniru gaya remaja masa kini. Misalnya sms-an pake bahasa aneh (alay). Anak sekarang sepertinya lebih mudah mencerna bahasa yang sedang ngetren bukan bahasa nasional/formal. Nah tuh, dari mana mereka tau tren masa kini seperti itu. Sedangkan rasa nasionalisme mereka cenderung rendah (cuek). Yang jelas beda banget deh, anak muda jaman sekarang dan jaman dahulu dulu. Seharusnya anak sekarang juga diberikan pelajaran yang dapat mengasah kreatifitas anak seperti membuat kerajinan tangan dengan membatik, menggambar, beraksi dipanggung theater dan lain sebagainya. Semua pembelajaran itu tentunya dibimbing oleh orang tua, bukan hanya memasrahkan anak kepada guru. Orang tua terutama Ibu perlu membimbing selama proses pembelajaran berlangsung. Sehingga anak akan merasa diberi kebebasan untuk berekspresi ya itulah yang membuat anak senang saat belajar. Seperti halnya Ibu saya yang turut andil selama proses pembelajaran berlangsung, namun Ibu hanya membantu mengarahkan dan memberi pengertian kepada saya, dan Ibu hanya seperlunya saja membantu saya, artinya Ibu tidak membantu saya sepenuhnya karena jika membantu sepenuhnya itu akan membuat saya menjadi anak yang tidak mandiri. Mengajarkan anak dengan memberikan pendidikan informal juga dapat memberikan peran yang luar biasa kepada anak agar dapat mengembangkan kecerdasannya, menggali potensinya dan menciptakan kreatifitas yang lebih optimal.

5. Memberikan motivasi. Menceritakan segala kisah yang inspiratif dapat memberikan motivasi kepada anak. Saat keluarga kami berkumpul di ruang keluarga biasanya ada yang sedang beraktivitas sendiri yaitu kakak dan ayah. Ibu selalu menceritakan perjalanan yang ia lalui dimasa lalu hingga ia kini bisa menjadi Ibu yang super sukses. Biasanya kami menceritakan sehabis makan malam. Ibu menceritakan suatu kisah yang tak jarang dapat membuat saya ingin menjadi seperti Ibu. Sambil bercerita dengan bahasa yang lembut, Ibu memberikan masukan, dan saran kepada saya. Ibu selalu mendukung hal-hal baik yang saya lakukan. Yang namanya orang tua pastilah mereka menaruh harapan besar kepada anaknya. Demikian pula dengan kedua orang tua saya yang selalu berusaha memberikan yang terbaik buat saya. Ibu selalu memberikan masukan yang bijak disetiap pembicaraannya. Dan dari cerita yang Ibu sampaikan kepada saya, sering kali membuat saya merasa ingin tahu, hingga mendorong rasa semangat dalam diri saya. Ibu adalah sahabat, teman dan orang tua yang selalu memberi kenyamanan dan motivasi kepada saya.

6. Melindungi semaksimal mungkin. Melindungi bukan berarti harus mengintai kemanapun anak pergi. Ibu adalah sahabat, teman, kerabat dan orang tua saya. Melindungi gak sekedar ketika anak sedang berada di luar ruangan. Sebagai orang tua, perlu melindungi dan harus waspada ketika anak sedang asyik menonton tayangan berita di televisi yang menayangkan tentang pemberitaan orang dewasa. Dari sini, Ibu juga menjaga anak dari hal-hal termasuk media yang yang bisa merusak moral dan perkembangan anak. Tak dapat dipungkiri jika anak-anak jaman sekarang banyak yang pola pikirnya sudah matang sebelum waktunya. Itu bisa jadi karena anak kurang mendapat perhatian dan bimbingan dari orang tua. Orang tua juga kemungkinan kurang memperhatikan psikologi anak karena terlalu sibuk. Hingga timbulah permasalahan pada diri anak. Beruntungnya saya memiliki Ibu yang selalu ada disaat saya membutuhkan. Ibu saya bukan orang sibuk, ia selalu melindungi saya semaksimal mungkin.

7. Mengenalkan anak tentang teknologi.

Mengenalkan Teknologi
gambar

Gak ada salahnya anak ikut mencicipi teknologi. Di era digital, perkembangan teknologi internet sangat pesat dan cukup mudah di akses oleh semua kalangan, mulai dari yang tua hingga anak-anak sekalipun. Sempat saya dikenalkan tentang teknologi waktu saya duduk dibangku sekolah dasar. Mungkin sekarang kita juga sering melihat anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar yang membawa gadget. Anak-anak sekarang sudah tak mau lagi membawa uang saku recehan. Melainkan mereka berbekal gadget. Namun lebih baik ketika anak-anak bersekolah biarkan ia fokus untuk belajar karena tugas sebagai pelajar yaitu untuk belajar jadi tidak perlu ke sekolah membawa HP/gadget atau teknologi lainnya karena bisa mengurangi konsentrasi selama proses belajar dikelas. Ibu saya juga mewanti-wanti (memberi peringatan) agar saya selalu waspada ketika membawa benda-benda yang berbau teknologi seperti HP saat bepergian. Karena bukan tidak mungkin dengan membawa/memainkan benda-benda tersebut dan sejenisnya di tempat umum dapat mengancam keselamatan. Teknologi dan Internet memang penting sebagai bekal pendidikan anak-anak kelak supaya anak-anak tersebut tidak ketinggalan teknologi (gaptek). Namun sebagai orang tua tentu memiliki peran untuh menjaga dan mengawasi aktivitas anak. Anak harus selalu diajarkan untuk menjadi orang yang bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan bijak menghargai waktu saat bermain dengan teknologi. Karena kehadiran teknologi tak selamanya membawa dampak yang baik. Siapa sangka kalau kecanggihan teknologi justru dapat merusak moral dan perkembangan anak (?).

8. Meningkatkan rasa percaya diri pada anak.

Kreatifitas anak
gambar

Mengetahui potensi anak dan kenalkan anak pada lingkungan. Memberikan kepercayaan pada anak. Mengarahkan anak kepada bakat/potensi yang dimilikinya serta memberikan pemahaman yang positif pada anak sejak dini, sehingga dari sini anak akan mampu untuk bereksplorasi dengan diri sendiri. Dengan membangun kepercayaan diri maka kecerdasan, potensi dan kreatifitas anak dapat berkembang optimal. Kemudian mengarahkan anak agar dapat membangun hubungan sosial dan alam terbuka. Selain menciptakan keluarga sehat, dengan membiasakan anak agar dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitar juga dapat menentukan pembentukan karakter pada anak. Hampir sama dengan yang saya tulis pada point 4 mengenai pengenalan dengan keterampilan pada anak yang dapat mengasah kreatifitas.

Memberikan dukungan yang positif dengan cara memberikan kepercayaan pada anak untuk dapat mengambil keputusan sesuai dengan apa yang diinginkan dirinya sendiri akan mengarahkan anak pada potensi yang digelutinya. Dengan membiasakan anak bersosialisasi & berinteraksi dengan lingkungan sekitar juga dapat meningkatkan rasa percaya diri pada anak. Lingkungan yang baik dan sehat akan menumbuhkan karakter sehat dan baik pula, begitu pun dengan sebaliknya.

9. Mendidik anak dengan penuh cinta.

Mendidik anak dengan penuh cinta
gambar

Masa kanak-kanak merupakan masa dimana karakter dasar seseorang mulai dibentuk. Mulai dari proses pertumbuhannya, fungsi otak, hingga bakat, dan sifat-sifat yang dimilikinya. Jika seorang Ibu mampu mendidik anak, memenuhi hak-hak anak, memperlakuan anak dengan lembut, serta mengasihi/merawat anak selama proses pertumbuhannya. Hal ini akan memberikan pengaruh positif dalam perkembangan karakternya. Karena menurut saya semua itu dapat mempengaruhi kualitas anak saat dewasa kelak. Orang tua memiliki peran untuk memberi, mengasihi dengan penuh cinta bukan malah menuntut dan menyakiti si kecil.

10. Membantu, Membimbing, Mengarahkan. Ibu selalu ada untuk anaknya. Begitulah dengan Ibu saya. Ibu sudah selangkah lebih dini dalam menyiapkan saya sebagai pemimpin masa depan dengan memperhatikan tumbuh kembang saya. Ibu dapat membuka jalan kepada saya agar saya menjadi pemimpin masa depan. Tentunya semua itu harus didasari dengan persiapan yang matang dan pemenuhan gizi terbaik buat saya yang diberikan oleh Ibu.

Ibu yang baik adalah Ibu yang sadar apa yang dilakukannya. Dalam memberikan bimbingan sebaiknya lakukan hal yang dapat membangun karakter anak. Seperti:

- Memberikan kepercayaan pada anak.

- Mengarahkan anak agar dapat membangun hubungan sosial.

- Membimbing atau memberikan keyakinan anak agar lebih dekat dengan Tuhan, sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter anak. Dengan mendekatkan diri kepada Tuhan dapat memperkuat penghayatan anak dalam beribadah dan menjalani kehidupan sosialnya. 

- Membimbing anak agar selalu besikap tanggung jawab dan jujur untuk menyadari setiap kesalahan akan berpengaruh dalam pembentukan karakter anak dimasa mendatang. Dalam membimbing dan mengarahkan anak tentunya sang Ibu harus bersabar. Misalnya ketika anak tak sengaja memecahkan gelas saat berjalan. Biasanya disini Ibu akan marah dan membentak anak. Alangkah baiknya jika Ibu menasehati anak untuk berhati-hati ketika berjalan.

Saya akui dalam menjalani tugas sebagai Ibu sangatlah rumit. Namun saya akan selalu berusaha mempersiapkan diri untuk mencetak generasi penerus yang memiliki pesona masa depan yang terang dan cerah kepada anak saya kelak.

Peran orangtua sangat penting dalam mendorong tumbuh kembang anak
Peran

Pemimpinan adalah mereka yang memiliki kecerdasan, dan dapat dipercaya oleh banyak orang. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang memiliki rasa kemanusiaan, keberanian, serta disiplin. Pemimpin itu tak selamanya diartikan sebagai pejabat. Namun mereka yang dapat memimpin diri sendiri dialah yang layak menjadi seorang pemimpin sejati . Pemimpin adalah mereka yang dapat menginspirasi dan memotivasi banyak orang, pada dasarnya pemimpin itu harus memiliki rasa tanggung jawab serta mampu membuka jalan untuk masa depan yang cerah. Seorang pemimpin harus berani mengambil resiko dan tidak takut gagal. Selalu bersikap positif dan menganggap setiap tantangan yang ada adalah kunci untuk meraih keberhasilan.

Yang namanya Pemimpin itu tidak semua berarti pejabat. Karenanya pejabat saja belum tentu memiliki kualitas seorang pemimpin. Pemimpin adalah mereka yang mempunyai modal dan karakter yang berkualitas serta mampu memperngaruhi orang-orang di sekitarnya untuk menuju keberhasilan. Terbentuknya pemimpin tersebut dipengaruhi oleh asal-usul atau bagaimana ia dibesarkan, baik kualitas nutrisi yang didapatkan sejak dini maupun dukungan yang mampu menjadikan generasi pemimpin masa depan yang memiliki kualitas terbaik, tegas, adil, tanggung jawab, jujur dan mampu membawa kemajuan bagi bangsa.

 

Wanita Super Hebat Itu Ibu. Duniaku pun Cerdas Karena Ibu. Ibu selalu ada di setiap momen kesuksesan anaknya. Ibu adalah senjata kesuksesanku didunia. Ibu lah yang menjadi presiden atas semua tercapainya impian. Dan karena didikan Ibu seorang anak bisa menjadi pemimpin.

Terima kasih Ibu :) .

 

 

 

 Tulisan di blog pribadi : http://miztia.blogdetik.com/2013/10/19/ibu-selalu-ada-di-setiap-momen-kesuksesan-anaknya/