Malaikat Kecilku Sang Pemimpin Indonesia nan Unggul

Oleh Miz Tia 19 Oct 2013

Terkadang dalam diri ini bertanya “Kenapa anak lebih dekat dengan ibunya daripada ayahnya?”.

Sebagai wanita, saya ingin menjadi diri sendiri, menjadi ibu yang baik, menjadi istri yang baik, serta menjadi wanita sukses dan mantap dalam berusaha. Namun semua pencapaian itu harus dimulai dari kesadaran diri sendiri. Sadar apa yang perlu dilakukan, serta memiliki komitmen, disiplin, mau belajar dan berpikiran terbuka.

Saat-saat menjadi Ibu adalah berkah yang amat luar biasa dari ALLAH pada kita. Sebuah amanah yang indah sekaligus berat. Akan tetapi, perjalanan orang tua bersama anak merupakan hal yang menyenangkan bagi semua.

Sebagai calon Ibu, tentu saya harus siap menempuh perjalanan yang panjang bersama si kecil. Saya menaruh harapan besar kepada anak saya kelak bahwa ia akan menjadi seorang pemimpin besar yang bijak.

Tentu saja untuk menjadikan malaikat kecilku sebagai pemimpin, semua itu harus melalui beberapa tahapan atau proses pembentukan seorang pemimpin terdahulu. Dimulai sejak anak masih dalam kandungan. Saat masa kehamilan, saya akan memberikan nutrisi yang terbaik untuk si kecil, mendengarkan musik, mengajaknya ngobrol dengan nada dan belaian yang lembut.

Mendengar musik saat hamil dapat mencerdaskan si kecil
gambar

Setelah si kecil lahir, saya akan menemukan perilaku baik dan karakter yang mendukung kesuksesan anak. Dalam mendidik maupun mengembangkan karakter pada anak tidak dapat dilakukan secara instan. Belum lagi tingkat kesulitan yang harus dihadapi orangtua terutama Ibu yang pada saat itu dihadapkan dengan lingkungan yang memang tidak kondusif bagi perkembangan positif karakter anak.

Lantas, apa saja strategi yang akan saya berikan kepada anak saya kelak saat saya sudah menikah agar ia mampu meraih kesuksesannya dimasa yang akan datang?

Saya akan mengajarkan anak saya untuk menjadi pemimpin sejak usia dini. Berikut ini adalah rencana peran saya sebagai Ibu dalam menjadikan anak saya sebagai seorang pemimpin.

1. Saya harus memahami kepribadian anak sebelum menggali potensi anak saat akan memberikan teladan atau sikap apa yang ingin saya tanamkan kepada anak. Disini saya akan membuka dan mengetahui apa sih talent anak saya?. Setelah saya mengenali potensi anak, saya akan menggali lebih dalam talent tersebut dan mengembangkannya agar lebih besar dan berkarakter.

- Potensi merupakan kemampuan diri, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud. Potensi ada dimiliki setiap orang , akan tetapi potensi seseorang belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal. Atau dengan kata lain “talenta” bakat yang terpendam.

- Dilanjutkan dengan membuat perubahan permanen dalam diri kita dan anak-anak. Sebelumnya sebagai calon Ibu, saya akan memahami kepribadian anak dengan berkomunikasi sesuai dengan pola kepribadiannya. Dan selalu mencoba untuk mengerti serta memahami anak. Lalu disini saya akan menumbuhkan anak saya agar ia menjadi anak yang mandiri tidak jadi gak selalu membututi Ibunya.

Menumbuhkan rasa percaya diri pada anak sehingga ia lebih leluasa dalam mengembangkan potensinya dan lebih kreatif serta energik dalam menjalankan aktivitasnya. Dalam menumbuhkan anak yang mandiri, saya akan melakukan strategi dengan cara membuat peraturan untuk anak dan konsekuensinya.

Disiplin adalah langkah awal seorang anak belajar tahu aturan dan batasan bagaimana si kecil hidup dan bersikap di lingkungan dia hidup. Untuk mengajarkan disiplin pada anak bisa dengan mengambil haknya, jangan hanya time out.

Namun jika anak terlalu banyak aturan oleh orang tua, hal ini akan membuat anak jenuh bahkan tidak efektif ketika menerima didikan karakter tersebut. Pemberian karakter yang salah pada anak di usia dini, akan menjadi penghambat baginya dalam meraih dan mewujudkan keinginannya saat ia dewasa kelak.

Maka saya akan mendidiknya perlahan-lahan dengan penuh kasih sayang dan kesabaran agar ia mampu menjadi anak yang mandiri. Karena karakter mandiri adalah dasar dan fondasi keberhasilan anak dalam menentukan pilihannya hidupnya dan menjalankan pilihan tersebut dengan tanggung jawab.

- Didalam pendidikan karaterter anak, saya akan mengajarkan sopan santun dan tata krama kepada anak, sebab hal itu sangat penting sebagai dasar pendidikan. Memberi contoh sifat yang baik seperti mengajarkan pada anak untuk pamit, permisi, serta memberikan contoh sopan santun yang dimulai dari rumah dan kegiatan sehari-hari. Mengenalkan anak pada aturan dan norma kesopanan, kemandirian dan disiplin serta banyak hal lagi memiliki pengaruh yang mendasar untuk anak.

- Lingkungan juga memiliki pengaruh besar dalam pengembangan karakter anak, jadi saya juga akan memperhatikan anak bagaimana dia bersikap di lingkungannya.

- Pengembangan karakter melalui pengenalan aktivitas peduli sosial pada anak usia dini dengan metode bermain peran. Salah satunya dengan mengajak anak agar ia bisa bekerja sama dengan kawan-kawannya, bisa bermain team work / role play dan lain-lain.

- Orang bilang, banyak orang yang sukses justru tidak mendapatkan prestasi gemilang semasa sekolah. Mengapa?

Karena sebenarnya kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan otak kita saja. Namun sebuah kesuksesan lebih ditentukan oleh kecakapan membangung hubungan emosional kita dengan diri sendiri, orang lain dan lingkungan. Selain itu, yang tidak boleh ditinggalkan adalah hubungan spiritual kita dengan Sang Pencipta “ALLAH SWT”. Maka dari itu yang gak ketinggalan adalah mengajarkan anak dengan agama, serta mendidik akhlak anak.

- Jika anak melakukan kesalahan, saya akan menasehatinya denga lembut serta tatapan mata yang penuh kasih sayang, bukan ancaman. Saat anak berbuat salah maka, saya akan berbicara seakan anak adalah orang dewasa dan beri tahu hal yang anda tidak berkenan. Dan mendengarkan apa alasannya berbuat demikian. Serta mengajarkan anak untuk tidak berbuat hal yang serupa lagi.

2. Memotivasi anak setiap saat.

Mengajarkan anak untuk menjadi pemimpin sejak kecil
gambar

Sebelum tidur, saya akan membacakan dongeng yang menarik. Misalnya tentang dongeng anak-anak, budaya, hingga anti korupsi dan menceritakannya dengan antusias serta sabar sehingga dapat memotivasi anak agar kelak anak saya akan memiliki jiwa yang berkarakter. Selain itu saya juga akan memberikan contoh yang teladan kepada anak saya. Dengan mengajarkannya belajar mengaji, belajar sholat dan kegiatan spiritual lain yang nantinya akan memperkuat jiwa kepemimpinan anak. Mengajaknya untuk belajar dengan menciptakan suasana yang hidup atau tidak jenuh dalam proses belajar mengajar anak. Dan memberikan permainan, atau gurauan disela-sela mengajar.

3. Menciptakan masa depan sukses bagi anak yang berkarakter. Bagaimana caranya membentuk sebuah karakter seorang anak yang sesuai dengan harapan para orangtua?

Orang tua yang baik dan peduli akan tumbuh kembang anak pasti akan memperhatikan perkembangan karakter anak.

- Dalam mengembangkan sebuah karakter dari seorang anak sebenarnya ada banyak cara yang dapat dilakukan oleh Ibu. Namun setiap anak memiliki sifat dan daya tangkap yang berbeda, jadi Orangtua terutama Ibu harus paham betul bagaimana cara mengembangkan karakter yang efektif kepada anak. Sebagai calon Ibu dalam pengembangannya disini yang saya lakukan adalah dengan melakukan strategi yang tepat dalam membangun pribadi anak sesuai dengan karakter yang kita tanamkan kepada anak. Lantas cara apa yang akan saya lakukan demi membangun karakter anak? Ya, tentunya dengan melakukan pendekatan secara perlahan dan terus menerus seperti apa yang telah Ibu terapkan kepada saya dalam membangun karakter anak-anaknya. Sebuah pengalaman Ibu saya yang nantinya akan saya kembangkan dan akan saya tanamkan dengan baik selama saya mendidik anak saya kelak.

Memberikan pendidikan sejak usia dini
gambar

- Dengan memberikan pendidikan sejak dini kepada anak anak dapat membentuk karakter dan kepribadian anak untuk masa yang akan datang. Setiap orang tua pasti ingin anaknya kelak dapat berguna dan memiliki masa depan yang baik. Masa depan yang baik akan bisa tercapai jika anak dibiasakan untuk bisa hidup dengan baik dan sehat.

- Peran keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan sangat berpengaruh dalam mendukung dan membangun kekuatan karakter pada anak. Maka sebagai calon Ibu saya haru siap memberikan pendidikan yang dapat membantu kesuksesannya dimasa depan. Keluarga adalah faktor utama yang amat penting dalam pendidikan seorang anak. Karakter baik/buruknya seorang anak berasal dari keluarga bagaimana ia dibesarkan.

- Pendidikan karakter adalah pendidikan yang menekankan pada pembentukan nilai-nilai karakter pada anak didik yang membentuk karakter bangsa. Dan karakter itu bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir, jadi tidak bisa diwariskan, serta tidak bisa dibeli dan tidak bisa ditukar. Melainkan Karakter adalah sesuatu yang harus dibangun dan dikembangkan dengan melalui suatu proses yang cukup panjang tidak instan.

4. Mendukung aktivitas anak .

- Mendidik anak dengan sabar, disiplin dan perilaku sejenisnya adalah sekian dari perilaku positif yang paling banyak diminati untuk ditanamkan pada anak. Cara paling mudah menanamkan hal itu adalah memberikan contoh dan teladan, serta komunikasikan terus menerus tanpa memaksa. Misalnya dengan menumbuhkan minat baca pada anak, dengan membudayakan membaca dirumah atau sering-sering mengajak anak ke toko buku jauh lebih baik daripada main game di mall.

anak kreatif dan aktif calon pemimpin masa depan
gambar

- Saya akan selalu mencoba untuk mengerti anak saya, apa yang terjadi dengan dirinya dan apa yang perlu dibantu agar semuanya menjadi baik, kemudian membuatnya semangat dalam mewujudkan impiannya. Saya akan men