Pentingnya ASI, Asupan Gizi dan Nutrisi bagi Bunda dan Anak

Oleh bowosoedadi 08 Mar 2012

Pengenalan secara umum

Ayo dukung Bunda, kesehatan Bunda adalah kesehatan kita juga sebagai anak, entah ketika kita masih dalam tahap dikandung oleh Bunda selama 9 bulan, dan juga ketika Bunda dalam tahap masa menyusui kita selama beberapa bulan. Dalam hal menyusui, ini lebih kepada tergantung Bunda itu sendiri dalam menyikapinya seperti apa. Apakah seorang Bunda yang patuh akan aturan main dalam menyusui, atau apakah seorang Bunda yang sebenarnya tidak bisa dibilang tidak patuh, tetapi lebih kepada ada hal-hal lain yang tidak dapat ditinggalkan begitu saja.

Beberapa kasus yang terjadi pada calon Bunda sebelum dan selama hamil, berikut dampaknya bagi calon anak

Dan hal-hal yang tidak bisa ditinggalkan adalah jika ditinggalkan akan dapat berdampak buruk kepada perekonomian keluarga Bunda sendiri, seperti berkurangnya pendapatan keluarga selama 1 bulan jika diasumsikan ketika seorang Bunda memilih untuk berhenti dari pekerjaannya dan lebih memilih untuk fokus bagi tumbuh kembang si anak dengan memberikan ASI eksklusif baginya. Contohnya dalam hal ini adalah seperti rutinitas kerja, ini jika Bundanya adalah seorang wanita karir yang tidak dapat menyusui anaknya secara rutin. Di beberapa kasus, hal seperti ini memang terjadi. Contoh kasusnya adalah temanku sendiri, seorang Ibu muda yang baru saja beberapa bulan yang lalu melahirkan anak pertamanya, dan anaknya sendiri berumur sekitar jalan 5 bulan. Temanku itu berkeluh kesah kepadaku bahwa dengan jam kerja yang begitu ‘kerja keras’ atau istilahnya lainnya adalah pagi-pagi sekali datang dan tidak dapat melihat matahari ketika pulang, karena pada saat ia pulang kantor bisa mencapai pukul 19:00 – 20:00 malam. Maka dengan situasi dan kondisi seperti itu,  ia jadi tidak bisa menyusui anaknya secara rutin, dan terpaksa ia memberikan selingan cairan pengganti ASI.

Di beberapa kasus yang terjadi, beberapa Bunda hanya menyusui anaknya selama kurang dari 6 bulan, tapi ada juga yang sampai pada tingkat idealnya yaitu 6 bulan tepat. Menyusui secara rutin sang buah hati selama 6 bulan penuh adalah hal yang baik sekali, karena dengan itu Bunda telah mematuhi aturan main dengan memberikan ASI eksklusif pada anak, dengan itu juga Bunda telah memberikan asupan Gizi dan Nutrisi bagi masa depan si anak kelak. Memberikan ASI eksklusif itu sangat amat penting lho Bunda, karena dengan itu tumbuh kembang si anak akan ‘luar biasa’, ini jika dibandingkan dengan anak yang tidak diberi ASI secara eksklusif ya…

Dan juga jangan sampai dilupakan ya Bunda, jauh kebelakang ketika dalam masa kehamilan, Bunda juga harus makan makanan yang berpatokan kepada pedoman umum 13 pesan dasar gizi seimbang, atau dalam kata lainnya Bunda harus memberikan asupan Gizi dan Nutrisi yang cukup bagi si jabang bayi, seperti mencukupi kebutuhan makanan yang mengandung banyak vitamin, mineral, karbohidrat, serat, dan lainnya, dan jangan lupa juga menghindari hal-hal negatif yang secara tidak langsung dapat merusak tumbuh kembang anak kelak ketika lahir, yaitu menghindari rokok, alkohol, atau zat narkoba lainnya. Karena jika kita mau berbicara sebagian kecil perempuan di zaman ini ya Bunda, mungkin tidak banyak, alias sedikit sekali jumlahnya. Bahwasanya ada beberapa perempuan yang aktif merokok, sebelum dan saat ia hamil anak pertama, ataupun lebih parahnya lagi ada sebagian kecil perempuan yang terpengaruh pihak luar untuk mengkonsumsi alkohol sampai kepada mengkonsumsi zat narkoba, meskipun ia sedang dalam masa mengandung (hamil). Jika memang demikian yang terjadi, perlu kiranya calon Ibu yang masih melakukan kebiasaan buruk diatas untuk mencoba menciptakan cinta tersendiri bagi si anak, bahwasanya Bunda harus berpikir lebih kepada mementingkan kesehatan anak khususnya, karena hal itu dapat memberikan ‘efek negatif’ bagi calon anak kelak ketika ia lahir. Dengan memberikan cinta tersendiri bagi kelangsungan tumbuh kembang calon anak, maka dengan itu otomatis Bunda juga telah menciptakan kelangsungan kesehatan bagi kondisi tubuh Bunda sendiri, karena sehat itu pilihan. Jika Bunda dalam masa kehamilan memilih untuk hidup sehat, maka Bunda akan sehat. Namun sebaliknya, jika Bunda memilih tidak sehat, maka tidak hanya Bunda, calon anak pun akan terkena dampak negatif dari kebiasaan Bunda yang tidak sehat itu. Ini kan kasihan sekali bagi si anaknya, untuk itu mari kiranya calon-calon Ibu untuk bisa membiasakan diri pada pola kesehatan yang displin dan teratur. Aku bisa mengatakan demikian, karena ada sebagian calon Ibu, contoh kecilnya saja adalah temanku sendiri yang terpengaruh dengan budaya ‘gaul’, dan belum bisa menghentikan kebiasaan buruknya ketika ia masih gadis, seperti merokok, karena dengan itu secara tidak langsung akan memberikan efek buruk tersendiri bagi si anak kelak ketika lahir. Realita yang terjadi seperti ini sangat memprihatinkan sekali. Perlu kiranya juga para suami untuk bersikap tegas kepada istrinya untuk dapat menghentikkan kebiasaan buruknya.

Lalu, juga ada beberapa kasus seperti ini. Bunda dalam tahap menyusui anaknya selama 6 bulan, dan di pertengahan akhir, yaitu bulan ke-4 sampai ke-6, beberapa Bunda mencoba untuk memberikan cairan pengganti ASI, misalkan susu formula. Fenomena yang terjadi ini lebih kepada hal diatas, karena rutinitas kerja yang tinggi, dan karena hal itu Bunda jadi enggan untuk memberikan ASI secara eksklusif bagi anak. 

Pentingnya pemberian ASI eksklusif dan selanjutnya, bagi tumbuh kembang anak

Menyusui selama 6 bulan itu baik sekali, karena dengan itu Bunda telah memberikan ASI eksklusif bagi kebutuhan si anak yang telah menjadi hak anak itu sendiri. Namun, alangkah lebih baiknya lagi jika Bunda mau menyusui sang buah hati untuk tidak dihentikan setelah masa 6 bulan itu selesai, tetapi tetap dilanjutkan hingga satu setengah tahun kedepan, dalam artian menyusui hingga anak tepat berusia 2 tahun. Karena dengan hal itu, tumbuh kembang anak akan menjadi sempurna. Dalam tahap menyusui sang buah hati setelah lewat masa 6 bulan, Bunda juga dapat mencoba memberikan asupan cairan atau makanan padat yang dicairkan bagi si anak, ini sebagai bahan selingan makanan selain ASI, guna memberikan macam/jenis asupan Gizi dan Nutrisi sebagai pelengkap bagi tumbuh kembang anak agar dapat tumbuh dengan sempurna.

Nutrisi dan gizi bagi anak amatlah penting, dan untuk memperkuat asupan itu maka pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan penuh adalah hal yang mutlak, dan jika bisa semestinya Bunda tetap memberikan ASI bagi anaknya selama 2 tahun penuh tapi dengan diselingi makanan padat lainnya yang dicairkan, seperti susu formula, pisang, pepaya, bubur susu, bubur nasi, biskuit untuk bayi, tim, dan lain sebagainya. Pengertian ASI eksklusif adalah dimana bayi hanya diberikan ASI tanpa diberi tambahan/selingan cairan atau makanan lainnya, misalkan susu formula, madu, air teh, atau air putih, pepaya, pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi, tim, dan lain-lain. Hal ini dikarenakan bayi akan dapat mencapai pertumbuhan yang optimal jika diberi ASI eksklusif selama 6 bulan, namun perlu dicatat untuk tetap diberikan ASI sampai usia 2 tahun agar anak bisa tumbuh lebih optimal.

Fenomena yang terjadi adalah ada sebagian besar Bunda yang tidak mengetahui secara baik kualitas kandungan ASI bagi pertumbuhan anak di masa depannya, atau dalam kata lain mengesampingkan pemberian ASI eksklusif dan pemberian ASI selama 2 tahun penuh. Sebagian besar Bunda juga lebih memilih susu formula daripada ASI, karena paham pemikiran ini didasari bahwa susu formula sudah mewakili kandungan vitamin, mineral, karbohidrat, dan serat bagi tumbuh kembang si anak, hal itu memang benar, namun ASI selalu lebih baik khususnya bagi anak usia 0-2 tahun, dan seharusnya ASI menjadi prioritas utama. Lalu paham pemikiran yang cenderung kepada bahwa susu formula itu lebih praktis dan mudah cara penyajiannya, dalam sisi kepraktisan disini lebih kepada kepraktisan Bunda sendiri, dalam kata lain tidak terlalu merepotkan Bunda jika dibandingkan ketika menyusui anaknya. Berikut beberapa keunggulan ASI :

Keunggulan ASI (Air Susu Ibu) dibandingkan dengan Susu Formula

1.  Kandungan gizi seimbang pada ASI, membantu tumbuh kembang anak
2.
 ASI juga mengandung zat kekebalan untuk mencegah bayi dari berbagai macam penyakit.
3.
 ASI sangat terjamin kebersihannya dan sangat aman dikonsumsi bagi sang buah hati
4.
Kebanyakkan anak yang diberikan ASI eksklusif, mempunyai IQ dan kemampuan intelektual yang tinggi. Di berbagai penelitian 
     ditemukan bahwa ASI mencegah 40% resiko asma pada anak. ASI juga memperkuat struktur tulang bayi menjadai lebih kuat dan  
     seimbang. ASI juga memperkuat enzim gigi anak, dan mencegah gigi berlubang.
5.
Bayi yang mengkonsumsi susu formula tidak pada waktunya, lebih cenderung akan terserang demam, bronkhitis, pneumonia dan
     gangguan pernafasan lainnya, lalu juga Bayi akan mengalami sakit diare. Hal ini karena susu formula mengandung phosphate yang
     tinggi yang juga bisa mengakibatkan bayi menderita kejang, swan, dan ayan. Di berbagai macam survey yang telah dilakukan oleh
     banyak peneliti, susu formula juga mengakibatkan bayi calon dewasa kelak terkena penyakit diabetes. Susu formula juga dikatakan
     oleh banyak peneliti sebagai salah satu penyebab anak menderita keterlambatan dalam berbicara, kesulitan belajar pada bayi, dan
     membuat anak menderita autis.
6.
Asam amino pada ASI membantu perkembangan otak sedangkan Asam amino pada susu formula (susu sapi) hanya membantu 
     pertumbuhan otot dan jaringannya.

 Asupan Gizi dan Nutrisi Seimbang

Pada masa kehamilan, seorang ibu memerlukan banyak tambahan asupan yang pokok seperti kalsium, asam folat, zat besi, dan juga seng. Juga kalori, protein, vitamin B, serta vitamin dan mineral lainnya bagi kesehatan calon anak kelak, dan itu adalah hal yang mutlak yang semestinya seorang Bunda memperhatikannya dengan seksama.

 a.     Kalsium

Kalsium juga bisa didapat dari tumbuh-tumbuhan, meski jumlahnya tidak setinggi yang terdapat di dalam susu. Namun, kalsium yang ada pada tumbuhan ternyata dapat mudah untuk dicerna oleh tubuh. Tumbuh-tumbuhan yang mengandung kalsium seperti bayam, brokoli, selada air, kacang polong, almond, dan masih banyak lainnya.

 b.    Asam folat

Idealnya, kebutuhan asam folat ini seharusnya sudah terpenuhi sejak sebelum masa kehamilan. Tumbuh-tumbuhan yang mengandung asam folat seperti kacang merah, kacang kapri, kacang koro, jeruk, juga brokoli, bayam, asparagus, kangkung, dan sayur-sayuran berwarna hijau lainnya.

 c.     Zat besi

Zat besi adalah pendukung kerja asam folat dalam menyediakan stok sel darah yang cukup bagi ibu dan janin bayi. Zat besi itu sendiri terdapat pada telur, ayam, ikan salmon, jamur, bayam, rumput laut, kismis, dan juga aneka kacang-kacangan serta biji-bijian.

 d.    Seng

Seng amat diperlukan sekali dalam perkembangan sistem kekebalan tubuh janin bayi. Dan seng dapat ditemukan pada tumbuh-tumbuhan atau hewani yang mengandung zat besi.

 Kesehatan Bunda berperan sangat penting guna membentuk fisik dan psikis anak di masa depan, dalam artian asupan gizi dan nutrisi yang dikonsumsi oleh Bunda selama hamil dan selama menyusui harus tercukupi, terpenuhi, dan juga mesti seimbang. Disini adalah letak peran sang Suami dari pihak yang berdekatan/berhubungan secara langsung, secara emosional dengan Bunda. Diusahakan agar Suami dapat mendorong Bunda dengan saran serta nasehat untuk mengingatkan Bunda agar tetap memperhatikan betapa pentingnya gizi dan nutrisi bagi si anak untuk hari ini dan di masa depannya kelak. Diusahakan agar suami juga berusaha mencukupi materi ekonomi rumah tangga guna mencukupi kebutuhan Bunda dalam masa menyusui, dan dalam tahap pemberian asupan  gizi dan nutrisi yang cukup bagi si anak. Terlepas dari bagaimana kondisi perekonomian yang sulit, namun untuk keperluan Bunda dan calon buah hati agar lebih diprioritaskan, karena berdasarkan paham pemikiran para pakar/peneliti yang ahli dibidangnya mengatakan bahwa dengan mencukupi kebutuhan asupan Gizi dan Nutrisi yang seimbang bagi anak, akan membentuk SDM (Sumber Daya Manusia) yang mumpuni, dan dapat dijadikan pilar-pilar kesuksesan suatu negara dalam berbagai macam bidang.

Acuan nutrisi dan gizi yang seimbang untuk kesehatan anak harus berpatokan juga kepada pedoman umum 13 pesan dasar gizi seimbang yang mengacu pada angka kebutuhan gizi (AKG) orang Indonesia sesuai SK (surat keputusan) Menteri Kesehatan RI No. 1593/Menkes/SK/XI/2005 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan. Berikut 13 pesan dasar gizi seimbang :

1. Makan makanan yang beraneka ragam.
Untuk melengkapi kebutuhan dasar karbohidrat, lemak, vitamin, mineral, dan serat. Maka sumber makanan yang terbaik adalah berdasarkan pokok (KH), sumber protein (hewani dan nabati), sumber lemak (hewani dan nabati), sumber vitamin, mineral serta serat (seperti dalam sayuran dan buah-buahan, serta biji2an).

2. Makan makanan yang dapat memenuhi kebutuhan energi
Energi bisa didapat dari makanan yang bersumber pada karbohidrat, lemak, dan protein. Namun, konsumsi energi harus seimbang, karena jika kelebihan maka akan menyebabkan obesitas (kegemukan), dan jika kekurangan maka akan menyebabkan kekurangan gizi seperti penyakit marasmus dan kwashiorkor

Seperti yang dikuti dari Wikipedia : Marasmus adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk, penyebabnya karena masukan makanan yang sangat kurang, infeksi, pembawaan lahir, prematuritas, penyakit pada masa neonatus serta kesehatan lingkungan. Marasmus sering dijumpai pada anak berusia 0 - 2 tahun dengan gambaran berat badan kurang dari 60% berat badan sesuai dengan usianya, suhu tubuh rendah karena lapisan penahan panas hilang, dinding perut hipotonus dan kulitnya melonggar hingga hanya tampak bagai tulang terbungkus kulit, tulang rusuk tampak lebih jelas atau tulang rusuk terlihat menonjol, anak menjadi berwajah lonjong dan tampak lebih tua. Otot-otot melemah, atropi , bentuk kulit berkeriput bersamaan dengan hilangnya lemak subkutan, perut cekung sering disertai diare kronik (terus menerus) atau susah buang air kecil.

Seperti yang dikuti dari Wikipedia : Kwashiorkor adalah salah satu bentuk kekurangan gizi yang buruk dengan gambaran sebagai berikut : Terjadi pembengkakkan pada seluruh tubuh sehingga terlihat gemuk, wajah yang membulat dan sembab terutama pada bagian wajah, bengkak pada punggung kaki dan bila ditekan akan meninggalkan bekas seperti lubang, otot mengecil dan menyebabkan lengan atas kurus sehingga ukuran lingkar lengan atas kurang dari 14 cm, timbulnya ruam berwarna merah muda yang meluas dan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan terkelupas, tidak bernafsu makan atau kurang, rambutnya menipis berwarna merah seperti rambut jagung dan mudah dicabut tanpa menimbulkan rasa sakit, sering disertai infeksi, anemia dan diare.

3. Makan makanan dari sumber karbohidrat setengah dari kebutuhan energi
Mengkonsumsi sumber karbohidrat kompleks seperti biji-bijian, ubi-ubian, tepung-tepungan dibandingkan dengan karbohidrat sederhana seperti gula dan makanan manis.

4. Batasi konsumsi lemak dan minyak sampai seperempat dari kecukupan energi
Mengkonsumsi lemak dan minyak dianjurkan untuk tidak melebihi 20% dari total kalori, konsumsi lemak yang berlebihan pada lemak/minyak jenuh dari hewan, dapat menyebabkan resiko kegemukan atau dislipidemia. Dislipidemia adalah kenaikan kadar lemak(kolesterol atau trigliserida dalam darah, yang merupakan faktor resiko terjadinya penyakit jantung koroner dan stroke.

5. Biasakan menguunakan garam beryodium

Mengkonsumsi garam beryodium, karena dapat mencegah gangguan akibat kekurangan yodium (GAKY). Namun juga tidak dianjurkan untuk berlebihan dalam mengkonsumsinya karena akan menyebabkan meningkatknya tekanan darah.

6. Makanlah makanan sumber zat besi
Zat besi merupakan salah satu unsur penting untuk membentuk haemoglobin(Hb) atau sel darah merah. Kekurangan zat besi menyebabkan anemia, penderita anemia terlihat lemah, letih, lesu dan pucat bahkan pada ibu hamil dapat menjadikan pendarahan saat melahirkan. Makanan seperti hati, telur, daging merupakan sumber zat besi hewani, sayuran hijau, kacang-kacangan.

7. Berikan ASI saja kepada bayi sampai berumur 6 bulan
ASI adalah zat terbaik untuk bayi, karena kandungan gizinya yang begitu lengkap, dengan anti bodi (kekebalan) sehingga dapat digunakan sebagai imunisasi alami.

8. Membiasakan makan pagi
Makan pagi atau sarapan sangat bermanfaat karena memelihara ketahanan fisik di setiap harinya.

 
9. Minum air bersih, aman dan cukup jumlahnya
Mengkonsumsi air yang cukup dapat menghindari dehidrasi dan akan menurunkan resiko infeksi serta batu ginjal.

10. Membiasakan diri dengan olahraga yang teratur
Kegiatan fisik dan olah raga sangat dianjurkan untuk meningkatkan kebugaran, mencegah obesitas (mempertahankan berat badan normal), memperlancar aliran darah, meningkatkan fungsi jantung, paru, dan otot, memperlambat proses menua, serta mencegah osteoporosis ketika lansia (lanjut usia).

11. Hindari minum-minuman beralkohol, rokok, dan NAZA (Narkoba)

Kebiasaan mengkonsumsi alkohol, rokok, dan NAZA dapat menyebabkan kurang gizi, penyakit gangguan hati, kerusakan saraf otak dan jaringan, serta menyebabkan kecanduan, dan kanker.

12. Makan makanan yang aman bagi kesehatan (bersih dan terjaga kualitasnya)

Seperti menghindari jajanan yang tidak sehat, seperti makanan cepat saji dan lainnya

13. Membiasakan membaca label pada makanan yang dikemas
Dengan memperhatikan label, maka akan terhindar dari makanan yang rusak, kadaluwarsa, tidak bergizi, dan makanan yang berbahaya. Di sisi lain, konsumen juga dapat menilai halal tidaknya makanan tersebut.

Hasil survey/riset

Seperti yang dikutip pada Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007, menunjukkan bahwa kekurangan gizi pada anak Balita masih sebesar 18,4%. Sedangkan menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga Indonesia (SKRT) 2001, sebanyak 1,3 persen laki-laki dan 4,6 persen wanita mengalami obesitas. Pada 2007, obesitas (diukur dengan indeks masa tubuh) pada penduduk usia di atas 15 tahun menjadi 13,9% pada laki‐laki dan 23,8% pada perempuan (Riskesdas 2007).

Dalam hasil survey/riset lain, seperti yang dikutip oleh makalah riset Prof. Dr. Azrul Azwar, MPH (Dirjen Bina Kesmas Depkes) mengatakan bahwa, adalah sebagai berikut :

Tabel 1

 Dan dalam realita yang terjadi di Indonesia dari anak yang kekurangan gizi adalah sebagai berikut ini, tergambar di sebuah alur diagram flowchart :

 

Gambar 1

 Meskipun ini adalah data lama, alias data tahun-tahun lalu, tapi ini bisa menggambarkan bahwa sesungguhnya negara Indonesia menjadi salah satu negara yang masih tersebar banyak anak yang kekurangan gizi, dan ini lah yang harus kita benahi, dimulai dari Bunda untuk bisa memenuhi asupan Gizi dan Nutrisi bagi si anak kelak, agar SDM (Sumber Daya Manusia) masyarakat Indonesia bisa meningkat dan berkualifikasi.

 Maka kiranya sebuah lagu yang berjudul “Lagu anak sehat” kiranya dapat menjadi acuan bagi Bunda untuk menjaga kesehatan anaknya. Berikut lirik lagu tersebut :

Aku anak sehat, tubuhku kuat
Karena Ibuku rajin dan cermat
Semasa aku bayi, selalu diberi ASI
Makanan bergizi dan imunisasi

        Berat badanku ditimbang selalu
       
Posyandu menunggu setiap waktu
      
Bila aku diare, ibu selalu waspada
      
Pertolongan oralit selalu siap sedia

Artikel/tulisan postingan blog ini diikut sertakan pada lomba “Blog Writing Competition” yang diadakan oleh nutrisiuntukbangsa.org