Peran Ayah Tak Kalah Penting untuk Mendukung Si Pemimpin Kecil

Oleh Teddy Rustandi 24 Sep 2013

Era globalisasi dimana jaman sudah memperlihatkan daya saing yang tinggi terhadap kualitas dan intelektualitas pribadi seseorang. Tidak heran anak jaman sekarang sangat kritis dalam berbagai hal, mereka selalu mempertanyakan kenapa? Apa alasannya? dan  selalu melempar alasan dengan membalikkan pembicaraan terhadap apa yang sudah orang tua mereka lakukan. Penerapan pola hidup sehat menurut saya tidak hanya tugas seorang ibu saja, tetapi peran ayah juga tidak kalah pentingnya untuk bekerja sama dengan seorang ibu, baik untuk memperhatikan pemberian gizinya maupun perkembangan physikologisnya.

Pembentukkan karakter anak sangat berpengaruh pada asupan gizi dan lingkungan, mungkin kita bisa membedakan entah itu dalam lingkungan keluarga atau teman yang sudah memiliki buah hati. Sifat dan karakter anak-anak mereka bisa kita lihat ketika mereka berinteraksi dengan lingkungan dan orang sekitar yang belum dia kenal, ada yang cenderung diam dan pemalu, namun ada juga yang aktif dan tidak merasa asing dan ada juga yang hiperaktif tapi menurut saya ini tidak baik juga kalau aktifnya berlebihan karena dampak dari hiperaktif ini bisa menyebabkan anak terlalu sensitive dan tidak mau kalah.

Dari kriteria-kriteria  di atas tentu kita bisa menyimpulkan bagaimana orang tua dari masing-masing anak tersebut menerapkan pola hidup dalam kesehariannya. Gizi yang seimbang adalah hal penunjang dalam pembentukan karakter pemimpin namun di samping itu kita juga harus memperhatikan perkembangan physikologis anak dengan cara mengenali karakter dari anak kita sejak usia dini untuk membentuk mental yang kuat. Pola asuh yang sering kita terapkan pada anak yang sering salah dengan cara selalu menuruti apa keinginan dari anak kita tanpa berfikir panjang sebab akibatnya. Memanjakan anak boleh, tetapi sebagai orang tua hendaknya kita memberikan apa yang anak butuhkan bukan apa yang anak inginkan.

Juga tidak memaksakan dan menuntut anak kita harus jadi ini atau itu, biarkan mereka berekspresi sesuai dengan bakat dan minatnya, kita orang tua cukup memberi arahan dan pengertian. Harapan semua orang tua tentu ingin yang terbaik buat anak-anaknya namun kita juga harus tahu dan sadar diri apakah kita sudah benar dalam mendidik dan memperhatikan gizinya, tugas ini bukan untuk para ibu saja, peran ayah juga sangat penting untuk menyeimbangkan keharmonisan dalam sebuah keluarga, hindari perdebatan jika salah satu dari kita berbeda pendapat karena perbedaan itu pasti ada. Selalu menempatkan pada posisi yang netral, misalnya tidak membeda-bedakan antara kakaknya dan adiknya atau sebaliknya karena karakter dan kecerdasan setiap dari anak  pasti berbeda, jika di ibaratkan bambu pun tidak semuanya lurus pasti ada yang bengkok.

Sebelum berencana memiliki anak, alangkah baiknya kita merencanakan segala sesuatunya jangan sampai anak kita terlahir tanpa mendapatkan hak pemberian gizi yang cukup serta biaya sekolah untuk masa depan mereka. Dua anak cukup sesuai anjuran pemerintah yang terpenting kita bisa mencetak generasi penerus bangsa yang berkualitas. Indonesia butuh pemimpin yang berkualitas, untuk itu kita harus mampu membentuk karakter pemimpin kecil dalam keluarga. Dimulai dari lingkungan keluarga, tetangga, baru masyarakat luas, semua bertahap seiring dengan bertambahnya umur anak.

Untuk menjadikan anak  sehat dan cerdas dengan berjiwa kepemimpinan itu adalah pilihan, semua tergantung dari bagaimana kita sebagai orangtua memberi pemahaman terhadap anak. Karena dalam hal ini anak tidak bisa disalahkan semua tergantung pada didikan orang tuanya.

Semoga apa yang kita harapkan sebagai orangtua menjadikan anak yang terbaik bagi masa depannya dan tentunya dapat menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri.***