Peran Ibu Dalam Menumbuhkan Psikologi Anak Secerdas Einstein

Oleh saifud din 29 Sep 2013

Ibu mana yang tidak senang dan bangga melihat buah hatinya bahagia dan sukses dalam mengarungi kehidupan. Untuk mewujutkan hal tersebut orang tua khususnya ibu perlu dan butuh mempersiapakan dan melakukan banyak hal. Mulai dari nutrisi, lingkungan juga psikologi. Semua hal tersebut dalam rangka mengoptimalkan tumbuh kembang anak. Sebagai seorang ibu yang notanbennya lebih banyak berkomunikasi dengan bauh hati maka ia harus lebih aktif dan agresif dalam memberikan contoh yang sempurna. Meski tidak menapik pentingnya peran sang ayah dan lingkungan sebagai aspek yang tak terpisahkan dari proses tumbuh kembangnya psikologi anak,

Selama ini yang diketahui oleh para ibu pada umumnya adalah berperan sebatas membesarkan dan melindungi anak agar kelak menjadi individu yang mandiri dan kompeten. Namun seperti apa proses membesarkan anak terutama perkembangan psikologi anak, kerap menjadi tanda tanya besar dalam kenyataan. Baik itu peran sebagai ayah maupun ibu.

Hal tersebut terjadi karena sang ibu membawa memiliki target dengan kualitas  yang dibuat secara pribadi.  Selain itu juga berbagai kebutuhan yang kompleks dalam peranannya sebagai orangtua dalam membangun psikologi anak. Sama halnya seperti anak, orangtua juga memiliki jenis kelamin dan temperamen yang berbeda, sehingga turut memberikan cara-cara yang berbeda dalam pengasuhan yang secara tidak langsung berpengaruh pada psikologi anak.

Kadang kala ibu juga turut membawa pengalaman masa lalunya terdahulu saat diasuh oleh orangtuanya di masa kecil dan sejumlah nilai-nilai budaya yang ada di lingkunggannya juga membentuk apa yang ia lakukan di sama sekarang sebagai ibu. Selain itu, juga memiliki kehidupan sosial yang dapat mempengaruhi psikologi anak seperti, hubungan bersama pasangan, keluarga besar, dan dunia kerja dari kehidupan ia sendiri.

Oleh karena itu, sang ibu perlu melakukan sejumlah penyesuaian agar kebutuhan-kebutuhan psikologi anak jadi terpenuhi. Dengan semakin tumbuh kembangnya anak akan semakin banyak tuntutan dalam memenuhi berbagai kebutuhan dalam hidupnya. Baik secara fisik, motorik, kognitif (kemampuan berpikir dan kecerdasan), emosi dan sosial, hingga kebutuhan akan berbagai nilai dan norma.

Psikologi anak

Dengan semakin  tumbuh kembangnya maka semakin besar pula kebutuhan akan bimbingan akan psikologi yang dibutuhkan. Itulah sebabnya, para ibu diharapkan mampu memahami tugas-tugas perkembangan psikologi anak dalam setiap tahap tumbuh kembangnya, oleh karenanya para ibu juga perlu untuk belajar dalam proses mendidik anak untuk hasil psikologi yang diharapkan.

Menurut Jean Piaget pakar psikologi anak terkenal asal Swiss, dalam menumbuh kembangkan psikologi anak, si kecil perlu melakukan aksi tertentu atas lingkungannya untuk dapat mengembangkan cara pandang yang kompleks dan cerdas atas setiap pengalamannya. Sehingga psikologi anak dapat tumbuh dengan maksimal. Hal tersebut dikarenakan sudah menjadi tugas para ibu untuk memberi anak pengalaman yang dibutuhkannya agar mereka bisa mengembangkan kecerdasan, terutama perkembangan psikologinya.

Anak Cerdas seperti Einstein: Penerapan dalam psikologi anak

Relatif sulit untuk menguraikan apa yang dimaksud dengan kecerdasan karena ukuranya begitu kompleks. Kecerdasan tidak sebatas hanya kecerdasan yang terukur dari kemampuan anak dalam belajar membaca, berhitung, atau menggambar. Lebih dari itu, kecerdasan adalah kemampuan berpikir pada tingkatan yang lebih tinggi. Didalamnya mencakup pembentukan konsep, pemecahan masalah, kreativitas, memori dan persepsi.

Ada sejumlah kemampuan kognitif atau kemampuan berpikir yang menggambarkan kecerdasan psikologi anak, antara lain yaitu kemampuan untuk mengelompokkan pola, memodifikasi perilaku agar lebih adaptif, penalaran deduktif dan induktif serta mengembangkan konsep. Semuanya sangat berguna untuk membangun psikologi anak yang semakin baik sesuai tumbuh kembangnya.

Dalam perkembangan psikologi anak, salah satu kemampuan yang sangat dikenal luas oleh para ibu adalah kemampuan melakukan penalaran berpikir secara matematis, seperti yang dimiliki oleh Albert Einstein. Kecerdasan psikologi anak pada area tersebut dipercaya dapat mewakili kecerdasan psikologi anak pada area yang lain. Mengembangkan kecerdasan psikologi anak dalam melakukan kemampuan berpkir logis akan meningkatkan kecerdasan psikologi anak secara umum, meski sesungguhnya para ibu dapat mengembangkan berbagai kemampuan logika berpikir lain yang ada pada anak. Seperti logika berpikir dalam menganalisis masalah dalam sebuah cerita, gambar atau balok, gerakan tari atau senam, dan irama lagu.

Perkembangan psikologi anak sangat besar dipengaruhi dan diperankan oleh ibu, keluarga dan juga lingkungannya. Oleh kerananya sangat disarankan untuk para orang tua terutama para ibu. Hal tersebut bertujuan agar dapat memberikan pendidikan psikologi yang maksimal kepada si anak demi tumbuh kembang yang optimal dan sempurna. Sampai pada akhirnya dapat terpenuhinya tumbuh kembang si buah hati dengan seimbang.

Daftar Bacaan:

Ali nugraha dan neni ratnawati. 2003. Kiat Meransang Kesuksesan Anak, Jakarta, Puspa Swara

H. Koespoer. P.1983. Dinamika Dalam Psikologi Pendidikan, Erlangga