Rencana Gizi Terbaik untuk Pahlawan Kecilku

Oleh Mariza Yeye 17 Oct 2013

Saya seorang ibu rumah tangga berusia 23 tahun, masih terbilang pengantin baru karena saya baru menikah dua bulan lalu. Sama seperti harapan pasangan suami istri yang lain, diberikan keturunan yang terbaik dan secepatnya adalah salah satu mimpi saya, oleh karena itu saya benar-benar mempersiapkan sejak dini segala hal yang berhubungan dengan anak saya nanti. Salah satunya adalah dengan menambah pengetahuan tentang gizi kesehatan anak.

Masa kanak-kanak merupakan salah satu tahapan kehidupan yang akan dilalui seseorang , menurut Hurlock (1980:108) orang tua biasa menyebut masa kanak-kanak sebagai masa sulit dan masa bermain yang sangat aktif. Pada masa ini, anak mulai mempelajari dasar-dasar perilaku sosial yang akan mereka perlukan untuk penyesuaian diri saat mereka memasuki lingkungan sekolah.

American Academic of Pediatric tahun 1998 memberikan rekomendasi tentang batasan usia anak yaitu mulai dari fetus (janin) hingga usia 21 tahun. Terdapat tiga golongan usia anak sekolah :
1. Taman kanak-kanak (pra sekolah usia 4-6 tahun)
2. Sekolah dasar 7-12 tahun
3. Remaja 13-18 tahun

Menurut berbagai bacaan kesehatan anak yang pernah saya pelajari, pada masa anak usia sekolah, mereka harus mendapat makanan yang bergizi dalam kuantitas dan kualitas yang tepat. Peran orang tua sangat besar dalam pemilihan makanan yang sehat bagi anak, faktor lingkungan serta keadaan sosial ekonomi juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jasmani maupun rohani anak.

Sebagai calon ibu, saya melihat fakta di negara berkembang seperti Indonesia banyak dijumpai adanya masalah gizi kurang pada anak. Prevalensi gizi buruk di Indonesia saja pada tahun 2010 menurut Riset Kesehatan Dasar masih tergolong tinggi yaitu 4,9%. Beberapa akibat dari gizi kurang ini akan membuat anak merasa kurang bergairah, tertinggal dalam belajar, kurang gesit dalam bergaul kurang tanggap terhadap lingkungan, serta rendah indeks prestasinya. Saya tidak mau nantinya pahlawan kecil saya menjadi ‘tertinggal’ seperti itu karena kurang gizi, oleh karena itu saya sudah mempersiapkan pengetahuan sebanyak-banyaknya mengenai pendidikan,psikologi, dan terutama tentang gizi kesehatan anak. Anak saya nantinya harus mendapatkan makanan yang sesuai dengan kandungan Pedoman Umum Gizi Seimbang saat ini. Beberapa hal yang akan saya lakukan adalah:
• Memberikan ASI eksklusif sampai dengan usia 6 bulan
• memberikan nutrisi yang baik dan benar dengan PMT-AS
• memberikan obat cacing setiap 6 bulan sekali
• membiasakan sarapan
• melakukan perilaku hidup sehat jasmani dan rohani
• Melakukan imunisasi anak sekolah.

AKG anak usia 4-6 tahun pada tahun 2004 adalah 1550 kkal dan pada anak usia 7-9 tahun adalah 1800 kkal per harinya. Menurut beberapa penelitian, sarapan merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap konsentrasi belajar anak di sekolah, oleh karena itu kandungan gizi makanan dalam sarapan anak harus memenuhi 20-25% energi total dalam sehari. Selain kebutuhan energi, kebutuhan protein pada masa kanak-kanak juga harus dipenuhi karena berpengaruh terhadap pertumbuhan otot dan perkembangan otak si anak.

Pada masa taman kanak-kanak pola makan mereka merupakan konsumen aktif , yaitu mereka sudah bisa memilih makanan yang disukainya, oleh karena itu perlu ditanamkan kebiasaan makan dengan gizi yang baik pada usia dini dan di sekolah meminta kepada guru untuk memberikan pengarahan mengenai praktik mengkonsumsi makanan yang sehat secara rutin.

Anak usia sekolah dasar 7-9 tahun banyak menyukai makanan jajanan tinggi karbohidrat dan garam yang akan membuat mereka cepat kenyang dan bisa mengganggu nafsu makan, sehingga nantinya diperlukan pengawasan supaya tidak salah memilih makanan karena pengaruh lingkungan.

Sedangkan pada anak usia 10-12 tahun kebutuhan gizi sudah harus dibagi dalam jenis kelaminnya: anak laki2 lebih banyak aktivitas fisik sehingga memerlukan energi yang lebih banyak dibandingkan anak perempuan, dan anak perempuan sudah mengalami masa haid sehingga memerlukan lebih banyak protein dan zat besi dari usia sebelumnya.

Itulah hal-hal yang akan saya lakukan nantinya apabila saya sudah menjadi seorang ibu, mempersiapkan kesehatan anak sebaik mungkin dan sedini mungkin merupakan dasar untuk menjadikan seorang anak pemimpin masa depan dengan memberikan kasih sayang,pendidikan terbaik, dan lingkungan yang baik, seperti ungkapan latin mens sana in corpore sano (di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat).