SIAPKAH ANDA MENJADI SEORANG IBU ?

Oleh Suci Fatimah 21 Oct 2013

SIAPKAH ANDA MENJADI SEORANG IBU ?

Menjadi seorang ibu adalah hal yang amat teristimewa bagi setiap wanita. Merawat, mendidik, serta melimpahkan kasih sayang yang tak terhingga pada buah hati merupakan fitrah (naluri) yang dimiliki oleh setiap ibu. Kelembutan hati juga sikap yang dimilikinya adalah nilai plus yang diberikan Tuhan. Ya, karena sifat kelembutannya itulah Tuhan memberikan amanah besar pada sosok ibu: MELAHIRKAN dan MENDIDIK SEORANG ANAK.

Ibu mana yang tak ingin anaknya menjadi calon pemimpin bangsa di masa depan?

Pasti semua ibu menginginkannya.

Namun, siapkah ibu menjadi seorang ibu yang hebat?

Karena anak yang hebat, lahir dari ibu yang hebat pula tentunya.

 

Agar kita menjadi ibu hebat yang mampu melahirkan dan mendidik anak yang hebat pula, ada rumus dahsyat untuk mencapainya yaitu (UNREMOT) :

1. Understand (Memahami potensi anak)

Seorang ibu pasti memahami kondisi anak. Hal ini dikarenakan setiap ibu memiliki insting dari Tuhan mengenai kehidupan anak yang dikandungnya, khusunya potensi dalam dirinya. Oleh karena itu langkah pertama agar kita bisa memahami secara utuh potensi anak, adalah mencatat segala bentuk perilaku anak yang menurut kita menonjol dalam hal tertentu. Contohnya jika kita melihat anak cenderung aktif berkomunikasi dan terlihat pemberani, berarti kemungkinan besar memiliki potensi baik untuk menjadi pembicara, presenter, atau entertain.

2. Reading (Membaca buku literatur)

Rumus kedua ini untuk mencari interfensi (tindakan) yang tepat dalam menindaklanjuti potensi anak. Jadi ketika kita sudah memahami potensi anak, kita mencari literature yang tepat untuk mengembangkan potensi tersebut.

3. Memberikan motivasi pada anak (tidak mematikan potensi anak). (Motivating))

Seorang ibu yang hebat selalu memberikan motivasi yang positif terhadap anaknya. Hendaknya tidak mematikan potensi anak dengan memberikan kata-kata negative yang membuatnya kurang percaya diri untuk mengembangkan potensinya.

4. Memberikan kepercayaan kepada anak. (Trust)

Ibu yang baik akan memberikan kepercayaan kepada anaknya untuk mengembangkan potensinya setelah memberikan dan memfasilitasi sarana yang tepat agar potensi tersebut senantiasa tumbuh.

Otak anak dengan syaraf-syarafnya yang sedang tumbuh, ibarat ranting-ranting pohon yang tumbuh lebat. Ranting-ranting syaraf tersebut akan tumbuh maksimal sebanyak 80% saat anak berusia 0-6 tahun. Inilah yang disebut dengan masa emas anak (golden age).

Tahukah bunda masa emas ini dapat kita manfaatkan untuk membentuk anak menjadi calon pemimpin bangsa sejak dini?

Tentunya ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan di masa emas ini dengan mengembangkan potensi anak dalam kepemimpinan, diantaranya :

1. Melatih anak untuk belajar mandiri mulai dari hal terkecil

Ibu yang hebat mempersiapkan si kecil menjadi anak yang mandiri mulai dari hal yang kecil. Mulai dari buang air kecil sendiri, makan sendiri, pergi ke sekolah sendiri, dan belajar tidur sendiri.

2. Mengajak anak untuk berani berbicara di hadapan orang lain yang baru dikenalnya

Anak ketika di ajak berbicara oleh orang yang baru dikenal kebanyakan anak merasa malu dan enggan mau menjawab atau menunduk malu bahkan menangis, langkah yang tepat adalah ajak anak untuk berbicara sama ibunya dihadapan orang lain, seiring anak selalu di ajak berbicara oleh ibu di hadapan orang lain, anak akan belajar keberanian berbicara dengan siapa pun, setelah tumbuh keberanian ini, anak mulai terlihat potensi berbicaranya.

3. Mensugesti positif anak dengan kata “Pemimpin yang Baik”

Perkataan seorang ibu sangat berpengaruh sekali terhadap psikologis anak, hal ini karena ibu memiliki magnet besar bagi anak. Mulai dari 9 bulan anak ada dalam rahim ibu, kemudian ketika lahir ke dunia anak pertama kali makan dari ASI (Air Susu Ibu), sampai setiap hari tidur dekat dan pelukan ibu, mulai dari 0-6 bulan anak lebih banyak berinteraksi dengan ibu. Oleh karena itu, ibu yang hebat selalu memberikan sugesti positif kepada anaknya, termasuk untuk mempersiapkan menjadi seorang pemimpin, hendaknya seorang ibu mensugesti dengan kata-kata positif diantaranya : “Pinter anak ummi, udah besar pasti jadi presiden”.

4. Melatih anak untuk berbagi makanan dengan temannya

Seorang anak yang baik adalah anak yang memiliki jiwa sosial kepada sesama, ibu mengajarkan arti berbagi terhadap sesama, dan saling tolong menolong akan membentuk kepribadian dan kesadaran jiwa sosial yang baik terhadap anak. Ketika seorang anak memiliki jiwa sosial yang baik maka jika ia menjadi pemimpin, akan menjadi pemimpin Social Service yang empati.