TIPS BAGI IBU UNTUK SI PEMIMPIN KECIL

Oleh muhammad hamid mitarwan 08 Oct 2013

Menjadi seorang ibu dengan anak yang hebat adalah impian dan doa tiap ibu di seluruh dunia. Ya siapa tak ingin melihat si anak menjadi pemimpin  sedari kecil hingga dewasa kelak yang bisa membawa perubahan besar dan menjadi kebanggan bagi negara maupun dunia. Anak yang percaya diri, berakhlak mulia, berjiwa sosial tinggi, multi talenta, jujur, cerdas dan kuat seolah menjadi harapan bahagia di masa depan. Perubahan anak menjadi calon pemimpin besar tentu dimulai dari sejak kecil. Tak mudah bagi orang tua sekarang untuk mendidik anak menjadi hebat ditengah banyak godaan dan tantangan di jaman modern ini walau memberikan kemudahan yang luas juga.

Berikut tips bagi seorang ibu untuk membuat si pemimpin kecil:
 
  1. Mempersiapkan kehamilan secara maksimal, mereka yang siap mental maupun fisik untuk hamil tentunya akan membawa psikologis baik bagi perkembangan si anak. Hamil yang tak direncanakan akan mengakibatkan pikiran tersendiri bagi sang orang tua dan ini bisa mengakibatkan kurang perhatian pada perkembangan si janin hingga sampai melahirkan.
  2. Imunisasi tepat waktu di puskesmas anak umur 12-23 bulan maupun posyandu, untuk mencegah penyakit yang bisa mengganggu perkembangan ke depannya.
  3. Cukup ASI dan cukup gizi, untuk masa kecil ASI penting karena terbukti bagus bagi perkembangan anak di masa depan. Gizi juga harus diperhatikan agar anah tumbuh maksimal baik secara fisik maupun daya pikir/ otak. Terutama status gizi anak balita (6-59 bulan) dan kosumsi makanan ( banyak makan buah dan sayur) serta suplementasi vitamin A. Program bapak asi juga bagus bagia si anak. Untuk itu orang tua terutama ibu harus paham mengenai gizi bagi anak bagi sebelum lahir hingga remaja. Perhatikan perubahan determinan status gizi anak balita dengan riwayat berat badan lahir. Saat ini banyak anak SD yang berkacamata, untuk itu diperhatikan suplementasi vitamin A karena jika tidak bisa mengganggu pertumbuhan dan pendidikan/ masa belajar  mereka. Susu instan bisa diberikan sebagai pendamping ASI maupun saat masa pertumbuhan.
  4. Jaga jangan sampai terjadi obesitas anak, di jaman modern ini perubahan budaya dan makanan yang cepat saji membuat anak mudah kelebihan energi dan menyebabkan obesitas dan ini menyebabkan berbagai penyakit dan menimbulkan ketidakenakan bagi si anak dalam aktivitasnya.
  5. Perhatikan hubungan antara berat badan lahir, konsumsi energi, konsumsi protein, pendidikan ibu dan status ekonomi keluarga dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan.  Jika keluarga sadar termasuk golongan kurang mampu setidaknya bisa ikut posyandu atau program di lingkunagn terkait gizi untuk mencukupi kebutuhan si anak. Sudah cukup banyak kota yang melakukan pendampingan untuk hal semacam ini, asal ibu pro aktif akan ada jalan keluar bagi tiap permasalahan.
  6. Ibu harus sadar kesehatan, tidak merokok dan minum alkhohol. Selain pada masa hamil  dan menyusui  juga pada kehidupan normal dimana ini bisa menjadi contoh yang baik juga bagi si anak untuk tidak menirunya maupun kena dampak eksternal lain terkait merokok dan akhohol. Ibu juga harus rajin menjaga kesehatan dengan asupan yang baik dan tubuh yang sehat dengan berolahraga rutin sesuai kondisi masing-masing.
  7. Jaga jangan sampai kegiatan di luar rumah bagi ibu mengganggu tumbuh kembang anak terutama cinta kasih, banyak wanita karir membuat anak kurang diperhatikan dan hanya di asuh pembantu. Banyak ayah dan ibu bekerja, namun si ibu harus lebih memperhatikan pendidikan bagi si anak, misal membantu dalam proses belajar.Memperhatikan faktor-faktor yang positif mempengaruhi perkembangan kognitif anak adalah beban kerja ibu dan pola asuh psikososial dari keluarga. Ibu walau bekerja tetapi harus tetap fokus pada anak.
  8. Perhatikan detail kecil bagi si buah hati terkait kebiasaanya, misal beri sarapan saat sebelum beraktivitas terutama sekolah dan kurangi jajanan luar ( sarapan membantu kosentrasi belajar dan cegah anemia). Ini bagus untuk perkembangan fisik, mental, dan kecerdasan anak (utama usia 6-9 tahun).
  9. Perhatikan kesehatan yang lain, misal gigi anak, masa pertumbuhan penting karena gigi akan digunakan seumur hidup jangan sampai kerusakan gigi anak mengganggu perkembangannya, dalam gigi juga ada syaraf ke otak.
  10. Memperhatikan sanitasi lingkungan, bergaya hidup bersih dan sehat, misal kebiasaan cuci tangan sebelum makan.
  11. Ibu harus mandiri (ekonomi dan sosial), mempersiapkan segala hal seolah-olah tanpa suami, misal mempersiapkan jangka panjang asuransi kesehatan anak, pendidikan, dan lain-lain bagi si anak. Budaya menabung sangat bermanfaat bagi ibu dan anak.
  12. Berikan teladan bagi anak, terutama pendidikan akhlak. Mereka seperti kertas kosong saat lahir dan akan kita arahkan agar anak mau mengisi apa nantinya dalan berkehidupan. Anak belajar dari indra ( melihat dan mendengar, jadi beri teladan yang baik daripada hanya gambaran tentang kebaikan). Ada juga pepatah berkata buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Ajarkan sopan santun, disiplin, sikap mulia, kejujuran, dll yang bagus bagi si anak. Beri pngertian mana yang baik dan buruk dan cara pendewasaan yang demokrati dan cara berkehidupan di masyarakat. Tuntut ilmu setinggi mungkin, contoh orang tua pun juga tidak pernah berhenti belajar.
  13. Berikan gambaran saat susah maupun saat senang dan gaya hidup sederhana. Beri arti kesuksesan. tidak memanjakan anak tetapi justru anak harus dilatih penderitaan dan perjuangan mulai dari kecil, hal ini bisa dimulai ketika anak sudah mulai berjalan logika berpikirnya. Orang tua juga sebagai pendengar yang baik dan mengajak anak memilih pilihannya sendiri dan bertanggung jawab atas pilihannya itu.
  14. Dorong anak untuk berani mencoba sesuatu dan mandiri, agar bakat juga terasah ajarkan banyak hal dan suruh mereka untuk memilih mana yang mereka sukai. Ini akan merangsang percaya diri, termotivasi untuk sukses. Banyak ikutkan lomba juga bermanfaat asal tidak memaksa.  Anak yang dididik dengan harapan, kelak akan menjadi orang yang mampu bermimpi dan berjiwa besar.
  15. Ajarkan untuk mencintai dan menyayangi dirinya sendiri serta menyayangi orang lain seperti pada dirinya sendiri.
  16. Ajarkan arti sebuah waktu, waktu yang sangat berharga. Raih momen bersama yang bahagia dan tak terlupakan. Tunjukkan masa bahagia bersama, kasih sayang 24 jam.
  17. Beri penghargaan jika melakukan prestasi atau perbuatan baik dan tidak ‘bermain kasar’ jika salah. Beri semangat untuk terus menjadi baik. 
Semoga tips di atas bisa memberi masukan bagi semua ibu di Indonesia. 
*Tulisan ini diikutsertakan dalam #LombaBlogNUB