Tanda-tanda Autisme pada Bayi

Oleh Nutrisi Bangsa 05 Apr 2012

Beberapa tahun belakangan ini jumlah anak penyandang autis mengalami peningkatan. Oleh karena itu sebaiknya sejak usia 18 dan 24 bulan dilakukan pemeriksaan oleh dokter anak, supaya para orangtua mengetahui jika terdapat gejala-gejala autisme pada bayi, agar penanganan sejak dini bisa segera dilakukan.

Seorang dokter anak akan dengan mudah mengetahui tanda-tanda dini gejala autisme. Misalnya kemampuan sosial dan komunikasi anak. Akan tetapi, orangtua juga perlu memahami tanda-tandanya. Risiko seorang anak mengidap autisme semakin besar jika saudaranya juga menyandang autisme.

Berikut tanda-tanda autisme pada bayi yang perlu diperhatikan orangtua:

- Lahir sampai 2 bulan
Bayi tidak terbangun dari tidur jika lapar, atau saat menyusuinya tiba.
Bayi tidak menatap orang atau benda-benda di sekelilingnya
Bayi selalu menatap mulut atau dagu, daripada mata orangtuanya.
Bayi menangis keras suatu keadaan yang tidak beralasan

- 3 - 5 bulan
Bayi tidak tersenyum
Bayi menghindari kontak mata
Pada usia 5 bulan, bayi tidak menirukan suara

- 6 bulan
Bayi tidak tertawa, atau membuat ekspresi yang menyenangkan

- 8 bulan
Bayi tidak mengikuti pandangan mata ketika orang yang menatapnya memalingkan muka ke benda lain.

- 9 - 12 bulan
Bayi tidak menunjukkan tanda-tanda keterikatan pada orangtua, orang yang disukainya, maupun pengasuhnya.
Bayi tidak merespon ketika namanya dipanggil, tetapi sensitif pada suara di sekitarnya.
Bayi tidak mengoceh
Bayi belum dapat melambaikan tangan
Bayi tidak mengikuti atau melihat arah yang ditunjuk

- 16 - 24 bulan
Bayi tidak bicara
Bayi tidak menunjuk pada hal/benda yang menarik minatnya
Bayi tidak dapat mengucapkan dua kata yang memiliki arti

Setiap saat, bayi akan kehilangan salah satu ketrampilan yang sebelumnya pernah dikuasai.

Ingatlah untuk tidak panik, dan segera menginformasikan dokter anak begitu orangtua mendapati tanda-tanda tersebut.

Sumber: Detik Health