Terimakasih Ibu

Oleh kurnia esti 15 Mar 2012

Ketika aku baru saja terbentuk, sayup-sayup aku dengar suaramu yang berkata: “Aku minum susu ini ya mas, susu persiapan kehamilan, susu ini mengandung banyak mineral dan vitamin serta asam folat yang sangat penting sebelum dan selama kehamilan, jadi nanti kalau aku hamil anak kita sudah cukup nutrisi dari awal,”.
     
Oh, engkau pasti sedang bicara dengan bapak, rasanya aku ingin berteriak: “Ibuuuu, aku sudah ada di sini, di dalam rahimmu”.
     
Dua minggu kemudian engkau baru cek ke dokter, dan dokter pun menyatakan bahwa aku positif berada di dalam dirimu. Aku dengar kau menangis bahagia sambil mengelusku. “Anak kita mas. Alhamdulillah’. Sesaat kemudian aku merasakan tangan lain selain tanganmu yang membelaiku. Oh itu tangan Bapak, tangan yang hangat dan kuat, tidak sabar aku ingin digendong olehnya.
     
Hari-hari saat aku terus bertumbuh adalah saat-saat yang menyenangkan. Setiap hari selalu ada makanan dan minuman lezat yang kau peruntukkan untukku. “Telur ini baik untukmu nak, selain mengandung 12 vitamin dan mineral, juga protein yang berkualitas yang penting, baik untukmu dan juga ibu, supaya kita sama-sama sehat ya”. Setelah itu engkau mulai menjelaskan banyak hal bahwa telur juga kaya akan kolin, yang secara keseluruhan mendorong pertumbuhanku dan kesehatan otakku, sambil membantu mencegah cacat saraf tabung saraf. Bahkan engkau menjelaskan bahwa kolesterol yang dianggap buruk di dalam telur tidaklah sepenuhnya benar. Ternyata makan lemak jenuh lebih bisa menimbulkan banyak dampak buru pada kolesterol kita daripada makan kolesterol yang ditemukan secara alami dalam makanan. Telur tinggi akan kolesterol, namun juga relatif memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah, dengan sekitar satu setengah gram per butirnya. Sehingga wanita sehat dengan kolesterol darah normal dapat mengkonsumsi 1-2 butir telur sehari sebagai bagian dari diet seimbang rendah lemak jenuh. Hmm… begitu ya. Aku juga suka bu, rasanya enak sekali.
     
Engkau juga banyak memakan ikan-ikanan karena merupakan sumber omega-3 lemak yang bagus untukku. Tetapi engkau tidak memakan kerang, ikan pari dan mackerel. Banyak merkurinya, katamu. Bisa berbahaya untukku.
     
Selain itu engkau juga mengonsumsi daging tanpa lemak, sayur-sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan. Engkau santap semua makanan dan minuman yang mengandung kalori, asam folat (untuk pembentukan system saraf dan sel-sel), protein kalsium, zat besi (untuk mencegah anemia), magnesium (menurunkan resiko kram, keguguran dan melahirkan premature), yodium (diperlukan untuk perkembangan otak dan hormone tiroid janin),  dan vitamin-vitamin. “Supaya kau sehat dan cerdas, nak”, ujarmu. Bahkan engkau mengonsumsi susu sebanyak satu liter setiap harinya, walaupun aku tahu engkau eneg meminum susu begitu banyak, tapi engkau tetap meminumnya demi aku.
     
Engkau juga tidak pernah lagi meminum kopi atau teh karena mengandung kafein, dan makanan mentah atau setengah matang karena berbahaya untukku. Kalau alcohol dan rokok yang juga berbahaya tidak perlu kau hindari, karena kau tidak pernah mengonsumsi keduanya. Makanan fast food pun kau tinggalkan, padahal aku tahu sesekali kau pun ingin memakannya.
     
Setiap bulan kita selalu kontrol ke dokter untuk mengetahui keadaan diriku. Dan dokter selalu berkata puas, “Anaknya sehat Bu, perkembangannya normal, tetap makan-makanan yang sehat ya Bu, demi bayi dan Ibu sendiri.” Tak lupa Pak Dokter itu memberimu beberapa butir suplemen untuk kesehatan kita.
     
Ibu, terima kasih sudah menjaga dan menyayangiku, aku bertambah sayang padamu ketika aku mendengar, “Ibu akan terus memakan makanan yang sehat dan bergaya hidup sehat selama menyusuimu, Nak. Supaya kelak kau pun tumbuh dengan sehat dan hidup dengan sehat pula”. Aah Ibu, bahkan ketika aku masih dalam kandungan Kau telah mengajari dan membiasakan anakmu ini untuk menjalani hidup sehat demi masa depanku.

TERIMAKASIH IBU…TERIMAKASIH.