5 Elemen Penting Pengasuhan Si Kecil

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 26 Aug 2020

Tidak ada sekolah menjadi orangtua dan mengasuh anak. Umumnya orangtua kita belajar dari kebiasaan pengasuhan yang mereka terima. Gaya pengasuhan yang kita terima sedikit banyak akan mempengaruhi cara kita dalam mengasuh anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut selama tiga dekade terakhir, temuan ilmiah dari berbagai disiplin ilmu telah mengonfirmasi bahwa elemen paling kritis dari kesehatan anak, remaja dan dewasa, kesejahteraan dan produktivitas terbentuk selama tahun-tahun awal dan khususnya 1000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK).

Anak terlahir dengan banyak sekali neuron, yang jumlahnya mencapai 100 triliun. Selama setahun pertama kehidupannya, neuron-neuron tersebut akan terhubung satu dengan yang lainnya, hingga mencapai dua kali lipat. Kemudian menciptakan triliunan sinapsis, yang merupakan bekal anak dalam memahami dunia.1

Lingkungan yang optimal mendukung perkembangan otak, sementara lingkungan yang merugikan membahayakan perkembangan baik dalam jangka pendek tetapi juga penting dalam jangka panjang. Misalnya, kurang gizi selama kehamilan, yang menyebabkan berat badan lahir rendah, meningkatkan risiko penyakit kronis pada usia dewasa.

Kesulitan yang terkait dengan kemiskinan ekstrem dapat menyebabkan berkurangnya perawatan karena pengasuh/orangtua yang bekerja terlalu keras, dan stres. Kesulitan tanpa peluang untuk kompensasi atau pemulihan, mempengaruhi perkembangan psikologis dan neurologis anak-anak.

Anak-anak yang mendapatkan pola asuh yang tidak semestinya cenderung kurang memiliki empati, tumbuh tidak optimal dan mengalami kesulitan belajar di sekolah. Anak dengan pola asuh yang buruk cenderung mengalami kesulitan menjalin hubungan dengan orang lain, rendah diri dan sulit bersaing dalam bidang pekerjaan. Tanpa intervensi, sebagai orang dewasa mereka diperkirakan berpenghasilan hampir sepertiga lebih rendah dari pendapatan tahunan rata-rata rekan-rekan mereka yang mendapatkan pengasuhan yang baik. Ini bisa menjadi lingkaran setan: Ekonomi keluarga pas-pasan dan mengarah pada siklus kemiskinan antar generasi yang melemahkan.

Ekonom pemenang hadiah Nobel James Heckman telah menunjukkan bagaimana keterampilan belajar dasar dan kapasitas sosial-pribadi diperoleh pada usia yang sangat muda, dan kemampuan selanjutnya dibangun di atas pondasi ini, intervensi preventif dan promotif pada tahun-tahun awal lebih berhasil dan lebih murah dari sisi biaya daripada intervensi perbaikan pada usia lanjut. Selain itu, kompetensi awal membuatnya lebih mudah untuk mempelajari keterampilan baru, dan membangun kepercayaan diri dan motivasi untuk belajar lebih banyak di sepanjang kehidupan. Intervensi awal tidak hanya hemat biaya tetapi juga membuat intervensi esensial di kemudian hari sepanjang perjalanan hidup lebih mungkin berhasil.

Pengasuhan anak terdiri dari lima komponen yang saling terkait, yaitu Kesehatan, Nutrisi, Keselamatan dan Keamanan, Pengasuhan Responsif, dan Pembelajaran Awal. Anak-anak membutuhkan kelima ranah pengasuhan untuk memenuhi potensi perkembangan mereka.

1. Kesehatan

Yang termasuk dalam elemen ini antara lain Keluarga Berencana, pencegahan dan penghentian merokok, perawatan persalinan, perawatan anak baru lahir, perawatan untuk anak-anak yang hidup dengan kesulitan perkembangan dan cacat, dukungan untuk kesehatan mental orang, hingga deteksi awal penyakit atau kondisi melumpuhkan (misalnya, penglihatan, pendengaran).

2. Nutrisi

Elemen pengasuhan ini mencakup Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif (usia 0-6 bulan), penyusunan makanan tambahan saat si Kecil berusia 6 bulan dan transisi (MPASI) ke pola makan sehat keluarga, gizi mikro sesuai kebutuhan, pemantauan infeksi cacing dan intervensi pertumbuhan jika indikator menunjukkan bentuk kekurangan gizi

3. Keselamatan dan keamanan

Komponen pengasuhan ini mencakup pemakaian air yang aman, pencegahan penganiayaan dan penelantaran anak-anak, pencegahan dan pengurangan polusi dalam dan luar ruangan, lingkungan yang sehat, hijau, bebas racun, serta pencegahan kekerasan terhadap pasangan dan keluarga, juga pencegahan hukuman keras terhadap anak-anak.

4. Pengasuhan responsif

Pengasuh dalam hal ini orangtua, harus peka terhadap apa yang mungkin dirasakan atau coba dilakukan anak dan mampu merespons dengan cara yang membantu anak mencapai tujuannya. Orangtua yang peka mengamati anak mereka dengan intens, dan memperhatikan perubahan ekspresi wajah, gerak tubuh, dan vokalisasi Si Kecil.

Sensitivitas dan responsif pengasuh adalah “bawaan” didorong oleh cinta yang kuat untuk Si Kecil. Karena tergantung pada emosi dan motivasi, perawatan responsif dapat rusak dalam kondisi stres dan kesusahan, seperti perang, orangtua yang depresi, kekerasan dalam rumah tangga, penyalahgunaan zat dan kemiskinan ekstrem.

Juga sulit bagi orangtua untuk mengenali isyarat yang tidak konsisten atau lemah dari anak yang dilahirkan secara prematur, sakit atau kurang gizi. Misalnya, anemia ibu karena kekurangan zat besi dapat menyebabkan depresi dan apatis yang membuat wanita tidak dapat terlibat dalam pengasuhan yang responsif. Ini diperparah ketika anak juga apatis atau lesu karena anemia. Pengasuh dalam situasi ini membutuhkan dukungan, dorongan, bimbingan dan jaminan, untuk membangun atau membangun kembali perawatan responsif.

5. Pembelajaran awal

Kadang diasumsikan secara keliru bahwa anak-anak baru mulai belajar pada usia tiga atau empat tahun, ketika mereka memasuki prasekolah atau TK. Sebenarnya, belajar adalah mekanisme bawaan manusia yang memastikan keberhasilan adaptasi kita terhadap perubahan keadaan dan dimulai pada saat pembuahan, awalnya sebagai mekanisme biologis.

Pada tahun-tahun awal, keterampilan dan kapasitas diperoleh secara interpersonal, yaitu dalam hubungan dengan orang lain melalui pemodelan dan peniruan. Interaksi emosional yang saling menyenangkan antara pengasuh dan anak adalah saluran di mana semua pembelajaran berlangsung selama 1000 HPK. Itulah sebabnya perawatan/pengasuhan responsif sangat penting.

Cara yang bisa dilakukan untuk elemen pengasuhan ini antara lain menanggapi komunikasi anak-anak melalui vokalisasi, ekspresi wajah dan rangsangan ang gestur melalui berbicara dan bernyany, dorongan untuk mengeksplorasi objek dengan bimbingan dari orangtua, membaca dan bercerita dalam kelompok, hingga perawatan anak dan pendidikan pra-sekolah dasar.

Semoga informasi ini berguna dan Ayah Bunda bisa menerapkan pengasuhan optimal untuk Si Kecil.

Referensi

1.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK234146/

https://www.who.int/maternal_child_adolescent/child/nurturing-care-framework-first-draft.pdf?ua=1