Anak-anak Rentan Terkena Covid-19, Perhatikan Cara Jaga Kesehatannya

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 10 Jun 2020

Anak-anak termasuk kelompok rentan terpapar virus corona penyebab Covid-19. Terkait hal ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah melaksanakan upaya deteksi kasus Covid-19 pada anak secara mandiri dan mendapatkan data, hingga 18 Mei 2020, jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) sebanyak 3.324 anak. Dari jumlah itu 584 anak terkonfirmasi positif Covid-19 dan 14 anak meninggal akibat pandemi.

IDAI menyebut di akun Instagram resmi @idai_ig, temuan ini menunjukkan bahwa angka anak yang terjangkit dan yang meninggal akibat Covid-19 di Indonesia terbilang tinggi. Temuan juga sekaligus membuktikan bahwa tidak benar kelompok usia anak tidak rentan terhadap virus corona atau hanya akan menderita sakit ringan saja.

Pada anak, gejala klinis infeksi Covid-19 lebih samar, antara lain demam, batuk dan diare. Menuurt Ketua Umum IDAI DR.Dr. Aman Bhakti Pulungan, Sp.A(K), FAAP, FRCPI(Hon), pada anak, virus corona lebih rentan menyerang pencernaan, sehingga penularan bisa terjadi melalui feses. Apabila anak belum bisa bersh-bersih mandiri usai BAB, situasi ini bisa menulari orang lain melalui sentuhan tangan.

Dokter Aman Pulungan menyebut, setiap minggu ada kasus Covid-19 pada anak. Hal ini cukup menyedihkan karena anak-anak yang positif Covid-19 harus diisolasi sendiri tanpa kehadiran orangtua. Covid-19 pada anak tak pandang usia, dari usia bayi 1 bulan hingga 17 tahun ada kasusnya di Indonesia.

Untuk meminimalkan penularan Covid-19 pada anak, IDAI menyarankan sejumlah langkah yang perlu dilakukan, antara lain:

1.Orangtua yang keluar rumah wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk rumah dan tidak menyentuh apapun sebelum bersih-bersih.

2. Wajib melakukan protokol kesehatan ketat selama Covid-19.Ajari anak cara cuci tangan, etika batuk, bersin, dan berludah yang benar, serta menjaga jarak 1-2 meter satu sama lain. Cuci tangan sebaiknya dilakukan sesering mungkin. Anak yang masih dalam pengasuhan dekat, seperti bayi dan balita, sebaiknya diasuh oleh orang dewasa yang sehat. Bersihkan juga tangan bayi/balita dengan seksama.

3. Hindari membawa anak ke tempat-tempat ramai karena Orang Tanpa Gejala (OTG) bisa berada di mana saja tanpa kita tahu dan bisa menularkan virus.

4. Pantau tumbuh kembang anak sendiri di rumah, plot berat dan tinggi badan di aplikasi (bisa dicari di Playstore, misalnya aplikasi Primaku) agar tercatat.

5. Imunisasi tidak boleh terputus.Pastikan tempat imunisasi hanya menerima anak sehat dan menjalankan protokol ketat untuk cegah penularan Covid-19.

6. Jangan menunda imunisasi karena kita tidak tahu hingga berapa lama pandemi Covid-19 berlangsung. Menunda imunisasi dalam jangka waktu yang belum diketahui kapan berakhirnya hanya akan menimbulkan wabah baru di kemudian hari. Misalnya wabah pertusis, difteri, polio, dan sebagainya.

7. Bila Bunda sedang sakit batuk pilek, terlepas dari apakah Bunda tertular Covid-19 atau tidak, sebaiknya tetap susui bayi sambil memakai masker, cuci tangan sebelum dan setelah bersentuhan dengan bayi, dan rutin membersihkan area permukaan tempat terjadinya kontak.

8. Inisiasi menyusu dini (IMD) diupayakan tetap dilakukan, sambil melakukan upaya pencegahan penularan infeksi. Sebaiknya tetap berkonsultasi dengan petugas kesehatan.

9. Apabila Bunda sedang sakit dan tidak mampu menyusui langsung, pemberian ASI perah dapat dilakukan oleh anggota keluarga lain dengan tetap melakukan upaya pencegahan infeksi. Jangan lupa mencuci tangan dan alat-alat pemberian minum lain dengan seksama.

Referensi

Wawancara media AyahBunda dengan Ketua umum IDAI di IG Live AyahBunda.https://www.instagram.com/tv/CAhN39yAexB/?igshid=slhe17ikv5cq

https://stoppneumonia.id/tanya-jawabcovid19idai/

Akun Instagram IDAI.https://www.instagram.com/p/CAflm-WllaU/?igshid=18gltni9x4knp

https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/advice-for-public