Kolik dan masalah pencernaan pada bayi

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 14 Sep 2018

Sahabat nutrisi,

Tangisan keras dan terus menerus seorang bayi dapat merupakan tanda bayi mengalami masalah/sakit. Kolik, contohnya, umumnya memiliki gejala-gejala seperti yang tersebut..

Ketika terserang kolik, seorang bayi akan mengalami rewel, menangis terus menerus dan tidak dapat dihentikan. Umumnya kolik menyerang bayi yang masih berusia kurang dari 5 bulan, dan mereka akan menangis terus menerus selama lebih dari 3 jam sehari, 3 hari dalam seminggu, selama setidaknya 1 minggu.

Selain menangis tanpa henti dan tidak dapat ditenangkan, bayi yang terkena kolik akan sering mengeluarkan gas atau kentut, mengepalkan tangan dan menarik kaki dari arah perut sambil menangis keras, serta perut kembung dan bersuara seperti ada gelombang-gelombang di dalamnya.

Berasal dari bahasa Yunani, kolik atau kolikos berarti usus besar. Sistem pencernaan bayi masih sangat rentan, dan pemicu kolik biasanya adalah masalah yang terjadi pada pencernaan mereka.

Berikut beberapa kiat untuk membantu ibu meredam gejala-gejala kolik pada bayi:

  • Atur pemberian ASI, hindari pemberian ASI yang berlebihan dalam satu waktu, lebih baik menyusui sedikit, tapi sering.

  • Hindari pemberian makanan padat untuk bayi di bawah usia 6 bulan

  • Pastikan popok dalam keadaan kering dan nyaman

  • Gerakkan atau ayunkan kaki bayi seperti sedang mengayuh sepeda

  • Bungkus dengan selimut hangat dan lembut, lalu peluklah mereka

  • Ayunkan perlahan

Jika tangisan tidak kunjung berhenti, tidak ada salahnya segera bawa si kecil ke dokter agar dapat diketahui secara pasti penyebab dan cara menanggulanginya.

Pernah dimuat di:

https://bebeclub.co.id/article/tips-advice/bayi-kolik-dan-masalah-pencernaan/