Langkah Mengatasi Masuk Angin dan Gejala yang Menyertainya

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 13 Jun 2019

Sahabat NUB,

Masuk angin menjadi “penyakit” yang paling popular di Indonesia. Namun istilah masuk angin ini hanya popular di Indonesia karena dunia internasional tak mengenal istilah ini. Masuk angin merujuk pada kondisi “tidak enak badan” yang terjadi saat sistem kekebalan tubuh melemah ditandai dengan badan demam, sakit kepala, bahu terasa kaku dan keras, hidung tersumbat (pilek), perut kembung, mual, radang tenggorok (sakit buat menelan), kerap bersendawa, hingga batuk. Para ahli kesehatan beranggapan bahwa penyakit ini adalah gejala datangnya flu.

Karena masuk angin begitu populer, orang yang mengalaminya umumnya melakukan sejumlah langkah untuk mengatasi kondisi ini. Sejumlah cara yang dilakukan untuk mengatasi masuk angin dan gejala yang menyertainya antara lain:

1. Kerokan

Kerokan menjadi cara yang paling banyak dilakukan di Indonesia untuk mangatasi masuk angin. Kerokan dilakukan dengan mengoleskan balsam atau minyak di atas permukaan kulit, kemudian mengeroknya menggunakan uang logam. Ketika tubuh dikerok, sirkulasi jaringan lunak di bagian tubuh yang dikerok akan terangsang dan aliran darah menjadi lancar.

Setelah melakukan kerokan, area yang dikerok akan tampak memar dan berwarna kemerahan (petechiae). Area itu akan terasa lebih hangat dari bagian tubuh lainnya, sehingga tubuh akan terasa lebih relaks. Kerokan sejauh ini dianggap aman dan minim efek samping.

Efek kerokan pernah diteliti oleh Seorang Guru Besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Prof Dr dr Didik Gunawan Tamtomo, PAK, MM, MKes, sepanjang tahun 2003-2005. Studi yang dilakukan terhadap 390 responden perempuan menyimpulkan bahwa kerokan bisa meredakan masuk angin dengan menghilangkan nyeri otot dan memberi kenyamanan sehingga tubuh terasa lebih ringan, dan tidur lebih nyenyak.

Kerokan melebarkan pembuluh darah membuat sel-sel darah dan oksigen beredar lebih lancar. Kerokan juga meningkatkan endorphin (semacam morfin alami yang dihasilkan oleh tubuh) dan menurunkan prostaglandin (senyawa asam lemak yang memiliki dua sisi, berfungsi luas pada berbagai organ tubuh sekaligus menyebabkan nyeri otot). Dengan kerokan, kadar prostaglandin akan menurun karena ditekan oleh endorfin.

Meski penelitian itu masih berupa temuan awal dan belum bisa dijadikan bukti ilmiah yang valid untuk menyembuhkan penyakit tertentu, setidaknya ini menambah wawasan penting bahwa kerokan bisa bermanfaat.

2. Bekam

Bekam (cupping) merupakan pengobatan tradisional yang populer di budaya Mesir, Cina, dan Timur Tengah sejak ribuan tahun yang lalu, tetapi semakin banyak orang di seluruh dunia yang mengadopsinya. Termasuk di Indonesia, antara lain untuk mengobati masuk angin.

Bahkan selebriti dan atlet telah mempopulerkannya di Amerika Serikat. Masih ingat atlet renang AS peraih emas Olimpiade musim panas 2016, Michael Phelps, yang tampil di publik dengan bekas terapi bekam di bagian punggung?

Praktik bekam dilakukan menggunakan alat isap yang menyedot kulit selama beberapa menit, sehingga meninggalkan bekas kemerahan. Perubahan warna disebabkan oleh pembuluh darah yang pecah tepat di bawah kulit, seperti memar. Mirip seperti kerokan.

Menurut para penganjurnya, bekam dapat meningkatkan penyembuhan. Bekam digunakan untuk terapi nyeri punggung dan leher dan memperbaiki sistem kekebalan, dan meningkatkan sirkulasi darah. Tapi bagaimana mekanismenya tidaklah jelas. Sebuah tinjauan tahun 2015 menemukan bahwa bekam mungkin memberikan sedikit bantuan untuk sakit leher atau punggung kronis, tetapi kualitas bukti itu masih terbatas untuk menarik kesimpulan yang kuat.

3. Mengonsumsi rebusan tulang atau sup ayam

Mengonsumsi sup kaldu tulang atau sup ayam dipercaya dapat melegakan tenggorokan dan hidung dari lendir sehingga pernapasan pun akan menjadi lebih lega. Sup ayam hangat juga dipercaya membuat tenggorok yang meradang sehingga sakit buat menelan – menjadi lebih nyaman.

Pakar kesehatan dr. Anil Ballani dari Hinduja Hospital, India, menyebut bahwa sup ayam ternyata bisa menghambat pergerakan salah satu jenis sel darah putih bernama neutrophil yang berimbas pada menurunnya sumbatan. Sup ayam juga akan membantu silia hidung berfungsi dengan lebih baik dalam menghilangkan lendir.

Manfaat lain dari makan sup ayam saat flu adalah mengatasi dehidrasi akibat kekurangan cairan. Rempah-rempah seperti bawang putih yang terkandung dalam sup juga berperan sebagai antioksidan, anti-virus, anti-bakteri, bahkan anti-jamur yang sangat baik bagi proses mengatasi flu.

Ayam banyak mengandung senyawa yang disebut carnosine, dan inilah yang menurut penelitian membantu mengurangi perasaan tersumbat di hidung dan tenggorokan. Diperkirakan carnosine meminimalkan peradangan pada saluran pernapasan bagian atas dengan menghentikan migrasi sel darah putih. Manfaatnya hanya akan bertahan selama sup masih ada di dalam tubuh - jadi pastikan untuk membuatnya dalam jumlah banyak.

4. Menggunakan bawang merah

Salah satu gejala yang menyertai masuk angin adalah perut kembung. Untuk mengatasi keluhan perut kembung pada Si Kecil biasanya Bunda mengoleskan bawang merah dicampur dengan minyak telon/minyak kayu putih. Manfaat bawang merah untuk perut kembung sejuah ini belum diketahui/dibuktikan secara ilmiah, namun aromanya yang menyengat kemungkinan dapat membuat Si Kecil nyaman.

Cara mengatasi perut kembung dengan bawang merah cukup mudah: Iris bawang merah dan balurkan di perut anak tiga kali sehari setelah mandi, yaitu pagi, siang sore. Untuk menyamarkan bau yang menyengat, bisa juga membalur bawang merah bersama minyak telon. Saat memijat perut anak yang mengalami masalah perut kembung dengan bawang merah/minyak telon, terapkan tekanan yang lembut dengan melakukan putaran searah dengan jarum jam atau saluran cerna.

Cara lain untuk meredakan demam adalah menempatkan irisan bawang merah di kaus kaki. Namun cara ini belum memiliki bukti ilmiah. Untuk mendapatkan manfaat penuh dari bawang merah disarankan untuk mengonsumsi bawang merah, bumbu yang mengandung fitonutrien dan penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bumbu berbentuk umbi ini juga dapat membantu mengurangi peradangan pada tubuh, yang pada gilirannya dapat membantu meringankan gejala pilek.

5. Minum air putih/air hangat

Saat demam, cobalah banyak minum air putih atau air hangat untuk membantu mengontrol suhu tubuh dan meringankan demam. Selain minum air putih bisa juga minum teh hangat untuk membuat perut lebih nyaman dan mengurangi rasa mual serta kembung. Hindari kafein dan minuman bersoda saat perut kembung karena hanya akan membuat perut semakin begah.

Menghirup uap dari sup atau minuman panas dapat membantu melegakan saluran hidung. Tambahkan sedikit madu untuk menenangkan tenggorokan dan meredakan batuk. Mandi air panas atau mandi sebelum tidur juga dapat membantu.

6. Konsumsi makanan bergizi

Konsumsi makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh agar lekas pulih. Perhatikan jadwal makan, jangan sampai terlambat makan karena bisa memicu perut kembung akibat gas yang terakumulasi di dalam perut.

7. Cukup istirahat/tidur

Saat kurang enak badan, tubuh biasanya lemas kurang tenaga. Cara untuk memulihkannya adalah dengan istirahat (tidur) cukup. Ini cara termudah untuk mengembalikan energi dan stamina yang hilang jadi saat bangun bisa lebih bugar dan bertenaga.

Kurang tidur memiliki efek buruk pada fungsi kekebalan tubuh, dan kurang tidur kronis dapat meningkatkan kerentanan seseorang terhadap penyakit menular.

Jika sudah melakukan cara-cara di atas namun keluhan masuk angin dan gejala yang meyertainya tak kunjung hilang, sebaiknya segera temui dokter. Informasi yang lengkap dan rinci tentang apa saja yang dialami akan berguna bagi dokter untuk menyimpulkan apa sesungguhnya penyakit yang membuat masuk angin.

Semoga berguna Bunda.

Referensi

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11035691

https://www.healthline.com/health/cold-flu/onion-in-sock#onions-and-health

https://www.sleepfoundation.org/articles/sleep-may-be-best-prevention-cold-flu

https://symptoms.webmd.com/cold-flu-map/sleep-better-cold-flu

http://repository.unair.ac.id/32100/

https://www.webmd.com/cold-and-flu/8-tips-to-treat-colds-and-flu-the-natural-way#1

https://www.health.harvard.edu/blog/what-exactly-is-cupping-2016093010402

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25710765