Ragam Nutrisi Penunjang Perkembangan Kognitif Si Kecil

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 22 Jun 2020

Bunda tentu memahami bahwa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) sangat penting untuk perkembangan otak Si Kecil. Cara otak berkembang selama kehamilan dan selama dua tahun pertama kehidupan seperti perancah, yang akan menentukan bagaimana otak akan bekerja sepanjang usia.

Saraf tumbuh dan terhubung serta ditutupi dengan mielin, menciptakan sistem yang memutuskan bagaimana seorang anak - dan orang dewasa berpikir dan merasakan. Koneksi dan perubahan tersebut mempengaruhi sistem sensorik, pembelajaran, memori, kecepatan pemrosesan, perhatian, kemampuan mengendalikan impuls dan suasana hati, dan bahkan kemampuan untuk melakukan banyak tugas atau rencana. Koneksi dan perubahan itu tidak dapat diurungkan atau tidak bisa kembali (irreversible).

Lingkungan tempat tinggal seorang anak, bagaimana ia dibesarkan dan dicintai berperan dalam koneksi ini, demikian juga dengan pemenuhan nutrisi. Anak-anak tumbuh secara fisik dan mental. Pada masa ini, keterampilan dalam hal observasi dan interaksi dengan sekelilingnya terus ditingkatkan. Selain itu, lompatan yang luar biasa dalam berproses, menyimpan, dan menggunakan informasi juga terjadi.

Kognitif merepresentasikan suatu set fungsi mental yang lebih tinggi, termasuk perhatian, memori, berpikir, belajar, dan persepsi. .Perkembangan kognitif dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk faktor gizi. Gizi mempunyai peran kritis dalam proliferasi sel, sintesis DNA, neurotransmitter dan metabolisme hormon serta konstituen penting dari sistem enzim dalam otak.

Pada usia dini, perkembangan otak Si Kecil lebih cepat dibanding dengan bagian tubuh yang lain sehingga perkembangan otak ini menjadi lebih rentan terhadap defisiensi gizi. Pertumbuhan otak yang cepat terjadi dalam 2 tahun pertama kehidupan (pada umur 2 tahun otak telah mencapai 80% dari beratnya pada usia dewasa), sehingga ini merupakan periode yang sensitif terhadap defisiensi gizi.

Riset menunjukkan ada hubungan antara asupan makanan (termasuk di dalamnya gizi mikro dan keseluruhan diet) dengan perkembangan neurokognitif pada Si Kecil. Gizi mikro seperti asam lemak omega 3, asam folat, kolin, besi, idoin dan zinc punya peran penting dalam perkembangan kognitif Si Kecil.

Makanan apa saja yang dapat menunjang perkembangan kognitif Si Kecil? Berikut di antaranya:

1.ASI

Ada bukti yang berkembang bahwa menyusui meningkatkan perkembangan otak bayi. Para peneliti di Brown University telah menemukan bahwa menyusui dapat meningkatkan pertumbuhan otak bayi hingga 20 hingga 30 persen.1 Studi yang berjudul “Menyusui dan Perkembangan Materi Putih Dini: Studi Lintas Sectional,” diterbitkan pada 6 Juni 2013 dalam jurnal NeuroImage.

Hasil penelitian lain menunjukkan adanya hubungan antara pemberian ASI ekslusif dengan perkembangan motorik kasar pada masa kanak-kanak. ASI mengandung komposisi nutrien yang lengkap dan energi ASI matur kurang lebih 50% berasal dari lemak yang penting untuk pertumbuhan bayi dan menunjang perkembangan struktur otak, retina, dan jaringan lain.

2. Ikan berlemak

Beberapa studi menyebutkan bahwa terdapat hubungan positif antara asupan ikan yang dikonsumsi ibu (sumber yang kaya asam lemak omega 3) selama kehamilan dan perkembangan kognitif anak. Konsumsi ikan yang tinggi pada ibu saat haml berhubungan dengan lebih tingginya keterampilan bahasa dan ketrampilan sosial pada anak.

Sekitar 60% otak terbuat dari lemak, dan setengah dari lemak itu adalah jenis omega-3.1 Otak menggunakan omega-3 untuk membangun otak dan sel-sel saraf, dan lemak ini sangat penting untuk pembelajaran dan memori.

3. Telur

Telur adalah sumber yang baik dari beberapa nutrisi yang dikaitkan dengan kesehatan otak, termasuk vitamin B6 dan B12, folat dan kolin. Kolin merupakan gizi mikro penting yang digunakan tubuh untuk membuat asetilkolin, neurotransmitter yang membantu mengatur suasana hati dan memori. Dua penelitian menemukan bahwa asupan kolin yang lebih tinggi dikaitkan dengan memori dan fungsi mental yang lebih baik. Makan telur adalah cara mudah untuk mendapatkan kolin,tertama di bagian kuning telurnya.2

4. Kacang-kacangan

Penelitian telah menunjukkan bahwa makan kacang dapat meningkatkan kesehatan jantung. Jaantung yang sehat dikaitkan dengan otak yang juga sehat. Beberapa zat gizi dalam kacang-kacangan, seperti lemak sehat, antioksidan dan vitamin E, berkontribusi pada kesehatan otak. Vitamin E melindungi membran sel dari kerusakan akibat radikal bebas, membantu memperlambat penurunan mental. Meskipun semua kacang baik untuk otak, namun walnut tampaknya memiliki kelebihan, karena kacang juga mengandung asam lemak omega-3.3

Konsumsi makanan yang berkualitas, baik gizi makro maupun gizi mikro, secara sinergis menunjang perkembangan kognitif Si Kecil. Jadi pastikan Bunda memenuhi kebutuhan gizi Si Kecil untuk menunjang perkembangan kognitfnya secara optimal.

Referensi

1.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23721722/

2.https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26795198/

3.https://academic.oup.com/jn/article/144/4/561S/4571638

http://journal.fkm.ui.ac.id/kesmas/article/download/401/398

https://www.healthline.com/nutrition/11-brain-foods#section1

https://www.psychologytoday.com/us/blog/the-athletes-way/201306/breastfeeding-boosts-the-brain-development-baby