Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

Si Kecil Kolik? Tenang, Jangan Panik

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 05 Mar 2021

Bagi ibu baru, Si Kecil yang menangis intens, terdengar sengsara, sering kali bernada tinggi disertai wajah memerah dan sulit untuk ditenangkan - menjadi hal yang memicu stres. Menangis adalah hal yang normal pada bayi, yang bisa menandakan ia berusaha ‘mengomunikasikan’ sesuatu, misalnya lapar atau popoknya basah dan perlu diganti.

Namun saat Si Kecil menangis terus menerus dan tanpa penyebab yang jelas merupakan tanda ia mengalami kolik. Menurut American Academy of Family Physicians, kolik ditandai bayi kerap menangis atau rewel tanpa alasan yang jelas. Umumnya tangisan selama lebih dari 3 jam sehari, berlangsung setidaknya 3 hari seminggu selama lebih dari 3 minggu. Karena tidak ada alasan jelas, tangisan ini bisa membuat stres orangtua baru yang sudah lelah atau tertekan.

American Academy of Pediatrics (AAP) menyebut, durasi rewel ini biasanya mencapai puncaknya sekitar tiga jam sehari dalam enam minggu dan kemudian menurun menjadi satu atau dua jam sehari dalam tiga sampai empat bulan. Selama bayi tenang dalam beberapa jam dan relatif damai sepanjang hari, tidak ada alasan untuk khawatir. Sekitar seperlima dari semua bayi mengalami kolik, biasanya antara minggu kedua dan keempat. Mereka menangis dan tak bisa dilerai/dihibur, sering berteriak, mengulurkan atau menarik kaki mereka, dan buang angin.

Kolik bisa dimulai beberapa minggu setelah bayi lahir, episode kolik yang dianggap ‘terburuk’ adalah saat Si Kecil berusia 4 dan 6 minggu, dan akan mereda saat ia berusia 3 hingga 4 bulan.

Bayi yang kolik umumnya dalam kondisi sehat, menangis pada waktu yang sama setiap hari - meskipun ia bisa menangis kapan saja. Ketika menangis, Si Kecil bisa menelan udara: Ini bisa memicu perut kembung, terlihat bengkak atau terasa sesak. Mereka mungkin menunjukkan sedikit kelegaan pada gangguan kembung ini setelah buang angin atau buang air besar.

Meskipun tangisannya terdengar memilukan, namun dokter tidak yakin apa sebenarnya penyebab kolik. Ada banyak kemungkinan untuk ini. Beberapa faktor yang berkontribusi memicu kolik antara lain nyeri atau ketidaknyamanan karena gas atau gangguan pencernaan, kekenyangan atau sebaliknya, sistem pencernaan yang belum berkembang sepenuhnya, sensitif terhadap susu formula atau ASI, stimulasi berlebihan, bentuk awal sakit kepala migrain pada anak, atau bisa juga sebagai reaksi emosional terhadap ketakutan, frustrasi, atau kegembiraan.

Meski sebagai orangtua merasa sedih ketika mendengar tangisan Si Kecil, sayangnya kolik tak bisa dicegah atau dihindari. Namun demikian Bunda dapat membantu menenangkan Si Kecil dan mengurangi tangisannya. American Academy of Family Physicians dan American Academy of Pediatrics berbagi saran terkait penanganan Si Kecil saat kolik pada uraian berikut:

1. Pantau makanan dan minuman yang Bunda konsumsi, karena semua itu akan diteruskan ke Si Kecil melalui ASI.

2. Hindari produk berkafein dan coklat, yang berperan sebagai stimulan. Hindari juga produk yang memicu terjadinya alergi pada jika Si Kecil.

3. Hindari menyusui Si Kecil terlalu banyak atau terlalu cepat. Durasi sekali menyusu berlangsung sekitar 20 menit.

4. Bayi yang mengalami kolik terkadang merespons dengan baik cara digendong atau diayun. Cobalah gendong Si Keci di lengan atau pangkuan sambil memijat punggungnya. Jika perutnya kembung, gendonglah ia dalam posisi tegak.

5. Cobalah berikan rangsangan ini untuk menenangkan Si Kecil, antara lain dengan skin to skin contact, membedongnya dengan selimut, bernyanyi untuknya, letakkan handuk hangat di perutnya, berikan empeng, hingga mengajaknya berjalan dengan kereta dorong.

6. Gerakan ritmis yang stabil dan suara yang menenangkan dapat membantunya tertidur. Jalankan penyedot debu di kamar sebelah, atau tempatkan Si Kecil di mana dia bisa mendengar pengering pakaian, atau kipas angin.

7. Konsultasikan dengan dokter anak untuk memastikan bahwa tangisan tersebut tidak terkait dengan kondisi medis serius yang mungkin memerlukan perawatan.

Kolik tidak menyebabkan masalah jangka pendek atau jangka panjang bagi Si Kecil, namun situasi ini memang bisa membuat orangtua tertekan. Saat Bunda merasa tegang dan cemas, mintalah seorang anggota keluarga atau teman untuk menjaga Si Kecil dan keluarlah dari situasi ini sejenak selama satu atau dua jam. Hindari mengguncang Si Kecil, karena bisa memicu masalah serius, misalnya kebutaan, kerusakan otak, atau bahkan kematian.

Segera hubungi dokter jika tangisan Si Kecil disertai dengan demam, muntah, buang air besar atau berdarah, atau terjadi penurunan gerakan.

Referensi

https://familydoctor.org/condition/colic/

https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/crying-colic/Pages/Colic.aspx