Strategi Makan Sehat untuk Anak Usia Prasekolah

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 16 Feb 2021

Menghadapi Si Kecil usia prasekolah (3-5 tahun) bagi sebagian Bunda menjadi hal menantang. Di usia ini mereka sudah bisa menolak makan dan melakukan aksi mogok. Padahal, penting di usia itu Si Kecil bisa makan dengan baik dan bergizi seimbang. Selama masa prasekolah dan taman kanak-kanak, Si Kecil sudah makan makanan yang sama dengan anggota keluarga lainnya.

Namun apabila jam makan menjadi ‘arena pertempuran’ antara Bunda dan Si Kecil, jangan kerkecil hati ya. Namanya juga anak-anak, kadang memang agak sulit untuk diberikan makanan sesuai harapan. Kami berbagi tips cara memenangkan hati Si Kecil dan menjadikan jam makan sebagai hal yang menyenangkan, sesuai saran American Academy of Pediatrics (AAP) dan laman What to Expect berikut ini:

Tawarkan beragam makanan sehat

Ketika Si Kecil makan berbagai jenis makanan, mereka mendapatkan keseimbangan vitamin yang memang dibutuhkan untuk tumbuh. Sediakan sayuran dan buah-buahan segar, produk susu rendah lemak (susu, yogurt, keju) atau pengganti susu, protein tanpa lemak (kacang-kacangan, ayam, kalkun, ikan, tahu, telur), dan sereal dan roti gandum.

Jangan paksa habiskan isi piring

Sajikan dengan ukuran porsi yang sesuai, tapi jangan harap Si Kecil akan selalu makan semua yang disajikan. Lebih baik, biarkan ia memilih ukuran porsinya sendiri. Tak masalah kok Bun jika Si Kecil tidak menghabiskan isi piringnya, karena di usia ini mereka harus belajar mengetahui kapan sinyal kenyang datang. Beberapa anak usia empat tahun mungkin masih pilih-pilih makanan. Bunda dapat mendorong anak mereka untuk mencoba makanan baru, tetapi tidak boleh memaksanya makan.

Makan bersama

Sajikan makanan pada jam makan. Cobalah untuk tidak menawarkan makanan di antara waktu makan ini, karena biasanya anak-anak yang mengunyah sepanjang hari mungkin tidak lapar pada waktu jam makan tiba. Ketika waktu makan atau snacking, matikan TV, dan makan bersama di meja. Ini membantu menciptakan lingkungan yang tenang untuk makan.

Batasi makanan olahan dan minuman manis

Batasi jumlah makanan olahan di rumah dan minimalkan makanan siap saji, termasuk dalam hal ini minuman manis seperti soda, minuman jus, limun, teh manis, dan minuman olahraga. Minuman manis dapat menyebabkan gigi berlubang dan berat badan yang tidak sehat (kegemukan) pada anak-anak.

Minuman bernutrisi

Air merupakan cairan yang diperlukan oleh tubuh, Salah satu cairan atau minuman yang dapat membantu pemenuhan gizi si kecil adalah susu pertumbuhan.

Pada susu pertumbuhan menyediakan kalsium dan vitamin D untuk membangun tulang yang kuat. American Academy of Pediatrics (AAP) merekomendasikan lebih baik konsumsi buah utuh daripada jus. Berikan pemahaman kepada Si Kecil bahwa meskipun terbuat dari buah, jus cenderung kekurangan serat makanan dan dapat menyebabkan penambahan berat badan berlebih karena kandungan gula di dalamnya.

Jika Bunda ingin memberikan jus untuk Si Kecil, batasilah jumlahnya. Dalam rekomendasi AAP, untuk anak 1-3 tahun berikan jus maksimal 4 ons (setara 118 ml) per hari, usia 4-6 tahun batasi antara 4 hingga 6 ons (118 – 177 ml), dan usia 7-18 tahun, konsumsi jus sebaiknya maksimal 8 ons (setara 236 ml).1

AAP juga menyarankan jika hendak memberikan jus buah untuk Si Kecil lakukan di jam makan, karena jus lebih cenderung menyebabkan gigi berlubang saat dikonsumsi di antara waktu makan.

Matikan TV di jam makan

Iklan televisi bisa menjadi tantangan besar bagi konsumsi makanan bergizi Si Kecil. Anak usia empat dan lima tahun mudah dipengaruhi oleh iklan makanan tidak sehat seperti sereal manis, makanan cepat saji, dan permen. Cara terbaik untuk menghindari hal ini adalah dengan menerapkan “jam malam media” pada waktu makan dan waktu tidur, menyimpan semua perangkat atau mencolokkannya ke stasiun pengisian daya untuk malam hari.

Ajarkan tata krama di meja makan

Pada usia ini, Si Kecil harus siap mempelajari tata krama di meja makan. Pada usia empat tahun, Si Kecil seharusnya sudah bisa menggenggam garpu atau sendok seperti orang dewasa. Ajarkan juga tata krama meja lainnya, seperti tidak berbicara dengan mulut penuh, menggunakan serbet, dan tidak meraih piring orang lain.

Meskipun penting untuk menjelaskan aturan ini, jauh lebih penting untuk memberinya contoh langsung. Biarkan Si Kecil menyaksikan bagaimana anggota keluarga lainnya berperilaku dan mengikuti petunjuk mereka. Lebih mudah mengembangkan tata krama di meja makan jika keluarga memiliki kebiasaan makan bersama. Jadikan setidaknya satu kali makan sehari sebagai waktu keluarga yang istimewa dan menyenangkan. Mintalah Si Kecil mengatur meja atau membantu menyiapkan makanan dengan cara lain.

Hindari menggunakan makanan sebagai hadiah

Pekerjaan yang dilakukan dengan baik - pergi ke toilet, mengambil mainan - layak mendapat pujian. Tetapi jika Bunda terbiasa menawarkan camilan untuk setiap pencapaian, hal itu dapat membuat Si Kecil mengembangkan hubungan emosional yang tidak sehat dengan makanan, yang pada gilirannya dapat menyebabkan makan berlebih di kemudian hari. Dengan cara yang sama, hindari menyajikan makanan ketika yang sebenarnya ingin Bunda sajikan adalah cinta. Apabila Bunda ingin memberi hadiah kepada Si Kecil atau memberi tahu dia betapa Bunda mencintainya, beri dia pelukan dan ciuman. Tindakan ini jauh lebih berharga daripada permen - dan bebas kalori.

Referensi

1. https://www.healthychildren.org/English/news/Pages/AAP-Recommends-No-Fruit-Juice-for-Children-Under-1-Year.aspx

https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/preschool/nutrition-fitness/Pages/Feeding-and-Nutrition-Your-4-to-5-Year-Old.aspx

https://www.whattoexpect.com/toddler-nutrition/toddler-eating-habits.aspx