Apa Itu Metode Sekolah Montessori?

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 02 Mar 2019

Sahabat NUB,

Bunda pernah mendengar tentang sekolah Montessori? Sekolah dengan metode Montessori adalah metode yang menitikberatkan pada kemandirian, perkembangan intelektual Si Kecil dalam segala aspek (fisik, sosial, emosional dan kognitif), serta eksplorasi dirinya.

Di sekolah Montessori, lingkungan belajar sudah dibuat sedemikian rupa agar dapat memfasilitasi Si Kecil untuk belajar berbagai jenis hal melalui alat peraga. Anak bebas bereksplorasi dan memilih kegiatan dan alat peraga yang ia sukai sehingga guru tidak memberi instruksi melainkan bertindak sebagai pengamat dan pembimbing interaksi antara Si Kecil dengan lingkungan belajarnya.

Dr Maria Montessori, seorang dokter, antropolog dan pendidik, mengembangkan metode uniknya dalam mendidik anak-anak selama karier profesional yang berlangsung lebih dari lima puluh tahun.

Pendekatan Montessori dikembangkan melalui pengamatan ilmiah yang intens terhadap anak-anak dari berbagai latar belakang etnis, budaya, dan sosial ekonomi sejak lahir hingga dewasa. Metode Montessori didasarkan pada pemahaman yang mendalam tentang perkembangan anak.

Maria Montessori adalah pelopor dalam merancang teknik pendidikan yang membantu anak-anak dengan berbagai tantangan belajar. Pada awal abad ke-20 di Italia, ia mengembangkan sekolah pertama yang kemudian menjadi fenomena global, dengan ribuan sekolah saat ini menggunakan nama Montessori. Beberapa di antaranya mengikuti praktik asli Dr Montessori yang asli (ada yang menyebutnya kaku), dan yang lain mengikuti semangat filosofinya dengan lebih longgar.

Anak-anak memiliki hasrat bawaan untuk belajar, dan ruang kelas Montessori mendorong ini dengan memberi mereka kesempatan untuk terlibat dalam kegiatan spontan dan terarah dengan bimbingan orang dewasa yang terlatih. di sekolah Montessori anak-anak mengembangkan konsentrasi dan disiplin diri yang menyenangkan.

Dalam kerangka ketertiban, anak-anak berkembang dengan kecepatan dan ritme mereka sendiri, sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Guru juga berperan sebagai fasilitator jika Si Kecil memiliki pertanyaan akan sesuatu yang tidak ia mengerti. Satu lagi hal yang unik, yaitu penggabungan ruang kelas untuk anak-anak dengan usia yang berbeda-beda.

Dengan cara ini, Si Kecil dapat berinteraksi tidak hanya dengan anak seusianya, tetapi juga dengan anak-anak lain yang memiliki usia yang lebih muda atau lebih tua darinya.

Kelebihan metode Montessori adalah metode ini dapat melatih kemandirian, kemampuan eksplorasi, observasi, serta rasa tanggung jawab anak. Si Kecil juga dapat lebih mudah menyerap informasi karena ia diberi kebebasan untuk memilih materi pembelajaran yang ia sukai.

Pendekatan Montessori

1. Berpusat pada anak.

Inti dari pendekatan Montessori adalah fokus pada kekuatan anak-anak, bukan keterbatasan mereka. Ini menekankan kemungkinan setiap anak untuk belajar dan tumbuh, dan mengakui bahwa anak-anak berkembang dengan cara yang unik, sesuai dengan kemampuan, latar belakang, minat, dan jadwal mereka yang unik.

Ketika fokus yang berpusat pada anak ini diterapkan secara fleksibel, studi masing-masing anak didasarkan pada minat dan kemampuan mereka, sehingga anak memiliki pengalaman tantangan produktif yang berkelanjutan dalam pembelajaran mereka.

2. Terdesentralisasi.

Guru jarang mengajar di seluruh kelas, dan anak-anak melakukan banyak pekerjaan mandiri. Rasio murid-guru cenderung tinggi, sehingga anak-anak biasanya bekerja sendiri atau dengan anak-anak lain. Sementara beberapa anak berkembang dengan pendekatan ini, sejumah anak lain bisa menunjukkan performa lebih baik dengan lebih banyak pengarahan guru.

3. Independen.

Salah satu tujuan dari pendekatan Montessori adalah anak yang mandiri, belajar dengan mengikuti keingintahuan mereka sendiri. Ini diangap sebagai pendekatan ideal dan menjadi tujuan sebagian besar pendidik saat ini.

Sekolah Montessori dirancang untuk memastikan bahwa kebutuhan belajar individu anak terpenuhi dengan baik sehingga setiap anak mengalami tantangan terus-menerus di bidang yang diminati. Ketika pemrograman mengikuti filosofi Montessori yang benar - atau diadaptasi dengan cara yang konsisten dengan pendekatan ini - diharapkan metode ini dapat memelihara kemandirian, kompetensi, dan kepercayaan diri anak-anak.

Sekolah Montessori dapat menjadi pilihan untuk mendukung pengembangan bakat, kreativitas, dan bakat anak. Tetapi pendidikan Montessori juga dapat menekan kemampuan dan antusiasme Si Kecil, tergantung pada usia, temperamen, minat, kemampuan anak dan faktor lain, termasuk sekolah tertentu.

Setelah mendengar penjelasan ini, apakah Bunda tertarik untuk mengikutsertakan Si Kecil ke sekolah Montessori?

Referensi:

https://www.psychologytoday.com/us/blog/going-beyond-intelligence/201701/montessori-good-school-choice-smart-kids

http://ageofmontessori.org/differences-montessori-traditional-education/

https://montessori.org.au/about-montessori

https://montessori-nw.org/what-is-montessori-education/