Kapan Si Kecil Boleh Makan Makanan Pedas?

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 08 Sep 2015

Sahabat nutrisi,

Senyawa capsaisin membuat rasa pedas yang terdapat pada cabai. Manfaat capsaisin di antaranya adalah menambah nafsu makan dan jika digunakan secara tidak berlebihan, dapat melindungi lambung dari penyakit maag.

Kadang-kadang, di saat kita sedang menikmati hidangan yang pedas, si kecil ingin juga menyicipi apa yang kita makan itu. Namun karena rasa pedasnya kita ragu untuk memberikan, biasanya kita khawatir pencernaannya akan terganggu. Sebenarnya kapan waktu yang tepat mengenalkan rasa pedas pada si kecil?

Hal yang perlu kita ingat adalah bahwa tidak semua balita tidak tahan pedas, ada juga balita yang senang makanan pedas. Tidak ada aturan yang pasti kapan waktu yang tepat memperkenalkan makanan pedas pada si kecil. Namun menurut Susan Moores, ahli gizi dari American Dietetic Association, sebaiknya makanan pedas mulai diperkenalkan ketika anak sudah berusia 2 tahun. Karena di usia tersebut pencernaannya sudah mulai biasa menerima berbagai macam makanan, dan sudah lebih berkembang sehingga siap menerima makanan yang “tidak biasa”, seperti makanan yang pedas.

Lakukan adaptasi terlebih dahulu. Jika selama masa kehamilan ibu tetap mengonsumsi makanan pedas, maka kemungkinan besar si kecil sudah memiliki toleransi terhadap rasa pedas. Hal ini disebabkan karena rasa pedas ini melekat pada anak melalui ASI.

Berikan dalam jumlah kecil makanan pedas tersebut, juga perhatikan tingkat kepedasannya, sebagai perkenalan dapat menggunakan potongan paprika yang tidak terlalu pedas. Perhatikan reaksinya. Ada anak yang akan langsung menolak, namun ada juga yang dapat menerima.

Namun, hendaknya jangan terlalu sering memberikan makanan pedas jika ternyata si kecil menjadi menyukainya. Hal ini untuk menghindari ketergantungan terhadap rasa pedas yang dapat membahayakan pencernaannya di usia muda.