Manfaat Pendidikan Anak Usia Dini untuk Si Kecil

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 27 Jul 2020

Si Kecil kini menginjak usia di atas 3 tahun? Wah, tentu menyenangkan menyaksikan perkembanganya sejauh ini ya Bun. Apakah Bunda berniat mendaftarkan Si Kecil ikut pendidikan anak usia dini (PAUD) alias prasekolah? Menurut riset nih, anak-anak yang mengikuti program-program prasekolah dinilai lebih siap untuk memasuki jenjang pendidikan selanjutnya daripada anak-anak yang tidak mengikuti kegiatan prasekolah. Hal itu terungkap dalam penelitian bertajuk “The Current State of Scientific Knowledge on Pre-Kindergarten Effectsyang dilakukan oleh sejumlah nama-nama besar dalam bidang pendidikan anak usia dini seperti Deborah Phillips dari Universitas Georgetown, Mark W. Lipsey dari Vanderbilt, Kenneth Dodge dari Duke, Ron Haskins dari Brookings Institution, dan lain-lain.

Pendidikan anak usia dini(PAUD) dapat berbentukformalmaupun informal. Di Indonesia, lembagapendidikananak usia diniformalumumnya berbentuk taman kanak-kanak (TK) atau yang sederajat PAUD bertujuan untuk membantu perkembangan kognitif dan sosial anak-anak prasekolah sebelum mereka memasuki jenjang selanjutnya, dalam hal ini pendidikan dasar.

Pendidikan anak usia dini itu penting lho Bun. Riset menunjukkan bahwa kesuksesan hidup erat kaitannya dengan pendidikan anak pada usia dini. Ada sejumlah hal yang bisa dipelajari Si kecil saat mengikuti pendidikan prasekolah, berikut di antaranya:

1. Mengembangkan keterampilan sosial

Manusia merupakan mahluk sosial yang butuh bersosialisasi. Nah, sosialisasi dengan orang-orang selain dengan anggota keluarga amat penting untuk kelangsung hidup seorang manusia. Makin awal Bunda melatih kemampuan bersosialisasi Si Kecil melalui pendidikan anak usia dini, maka semakin cepat ia memiliki kepercayaan diri dan mengatasi rasa malu.

2. Membentuk jiwa pembelajar sejati

Pendidikan anak usia dini memiliki berbagai metode dan sarana yang menyenangkan di dalam kelas. Si Kecil akan belajar dalam suasana menyenangkan sehingga mendorong mereka menjadi pembelajar sejati. Pondasi ini penting sebelum Si Kecil masuk ke sekolah dasar karena hasrat belajar sudah terbentuk sejak usia prasekolah.

3. Melatih konsentrasi dan kerja sama

Megikuti pendidikan di usia dini, berarti Si Kecil dilatih untuk berkonsentrasi dan memusatkan perhatian dalam suatu topik atau kegiatan. Tentu ini menjadi bekal berharga saat ia memasuki usia sekolah dasar kelak. Selain itu, di masa PAUD, Si kecil akan belajar cara berbagi, bekerja sama, dan bergiliran dalam kelas belajar yang menyenangkan. Keterampilan membina kerja sama dengan orang lain ini penting dilatih sejak dini agar terbawa hingga Si Kecil dewasa.

4. Melatih kesabaran dan menanamkan rasa hormat

Di usia dini, sejatinya kesabaran sudah mulai duji. Selama pendidikan anak usia dini, Si Kecil akan banyak mendapatkan pengalaman sosial. Di situasi ini, Si Kecil dapat mengeksplorasi dan melatih keterampilannya untuk bersabar. Si Kecil juga meniru kesabaran yang dicontohkan oleh para gurunya, misalnya harus menunggu giliran untuk bermain atau mengantri.

Selama mengikuti prasekolah, Si Kecil akan belajar bersikap hormat kepada orang lain. Sikap yang ditanamkan sejak ini ini akan melekat hingga Si Kecil dewasa dan menjadi nilai-nilai positif yang akan menjadi bekalnya dalam hidup dan bergaul di masyarakat.

5. Punya kepercayaan diri

Pendidikan anak usia dini tentu berdampak positif terhadap kepercayaan diri, serta harga diri Si Kecil. Dengan bekal ini, Si Kecil akan terdorong untuk mengeksplorasi bakat, minat, dan pengetahuan mereka tanpa terkendala rasa rendah diri.

6. Menghormati keberagaman

Menghormati perbedaan dan keragaman merupakan hal yang sangat penting untuk dimiliki oleh Si Kecil sejak dini. Pendidikan anak usia dini dirancang untuk membimbing Si Kecil agar menghargai orang lain, termasuk perbedaan yang ada di antara mereka.

7. Meningkatkan koordinasi fisik

Saat mengikuti pendidikan usia dini, koordinasi fisik Si Kecil cenderung meningkat, memungkinkan ia untuk menjelajahi lingkungannya - dan menantang dirinya sendiri dengan cara baru. Program pendidikan anak usia dini biasanya memberikan beberapa peluang bagi Si Kecil melakukan eksplorasi, seperti berlari, memanjat, dan bermain secara aktif. Berbagai kegiatan juga dapat membantu Si Kecil mengembangkan keterampilan motorik halus, misalnya menempel manik-manik atau memotong kertas dengan gunting - tentu dengan pengawasan guru.

8. Meningkatkan keterampilan matematika dan literasi

Si Kecil umumnya menunjukkan minat pada keterampilan berhitung dan literasi. Mereka umumnya mengembangkan rasa penasaran, melatih kompetensi dan kemampuan literasi seperti membaca instruksi untuk merakit mainan, atau memilih koin yang benar untuk membayar pembelian saat bermain dengan mesin kasir.

9. Memperbaiki keterampilan bahasa dan kognitif

Keterampilan bahasa anak-anak usia prasekolah dipupuk dalam lingkungan yang kaya bahasa. Antara usia 3 hingga 5 tahun, kosakata Si Kecil berkembang dari 900 menjadi 2.500 kata, dan kalimatnya menjadi lebih panjang dan lebih kompleks. Dengan melakukan percakapan, dan tanpa mendominasi diskusi, para guru membantu anak-anak mengembangkan keterampilan bahasa mereka dengan mengajukan pertanyaan yang membangkitkan pemikiran dan memperkenalkan kosa kata baru selama pelajaran sains, seni, waktu makan dan kegiatan lainnya. Si Kecil juga memiliki banyak kesempatan untuk bernyanyi, berbicara tentang buku yang bisa dibaca dengan suara keras, dan memerankan karakter dalam sebuah cerita.

Banyak manfaat mengikuti pendidikan usia dini untuk Si Kecil ya? Pertimbangkan di mana Si Kecil akan mendapatkan pendidikan prasekolah yang menyenangkan dan membuat mereka bersemangat.

Referensi

https://www.npr.org/sections/ed/2017/05/03/524907739/pre-k-decades-worth-of-studies-one-strong-message

https://www.greatschools.org/gk/articles/why-preschool/