Menangani Diare pada Si Kecil

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 10 Jun 2019

Sahabat NUB,

Bunda tentu cemas jika Si Kecil mengalami diare. Diare adalah buang air besar yang frekuesinya lebih sering dan konsistensi tinja lebih encer dari biasanya. Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat. Pada saat yang bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap cairan dan elektrolit yang diberikan kepadanya.

Diare sering terjadi dibarengi dengan demam, mual, muntah, kram, dan dehidrasi. Salah satu penyebab diare adalah infeksi, baik oleh virus, bakteri dan parasit. Viirus, terutama Rotavirus merupakan penyebab utama (60-70%) diare infeksi pada anak, sedangkan sekitar 10-20% adalah bakteri dan kurang dari 10% adalah parasit.

Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyebut kurang lebih 10% episode diare disertai dehidrasi (kekurangan cairan) secara berlebihan. Bayi dan anak yang lebih kecil lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding anak yang lebih besar dan dewasa. Oleh karena itu, mencegah atau mengatasi dehidrasi merupakan hal penting dalam penanganan diare pada anak.

Hal penting yang harus diperhatikan dalam mencegah atau mengatasi dehidrasi pada Si Kecil yang mengalami diare adalah mengganti cairan yang telah hilang, mengganti kehilangan cairan yang sedang berlangsung, dan pemberian cairan untuk memulihkan kondisinya.

Diare pada Si Kecil bisa terjadi tanpa atau disertai dehidrasi. Dehidrasi adalah salah satu komplikasi diare yang paling mengkhawatirkan pada anak-anak. Diare ringan biasanya tidak menyebabkan kehilangan cairan yang signifikan, tetapi diare sedang atau berat bisa memicu hilangnya cairan dalam jumlah banyak. Dehidrasi berat berbahaya karena dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.

Diare tanpa dehidrasi ditandai dengan buang air kecil masih seperti biasa. Tindakan yang perlu dilakukan adalah tetap memberikan ASI, tidak perlu membatasi atau mengganti makanan. Si Kecil dapat diberikan cairan oralit setiap buang air besar cair.

Pada dehidrasi ringan-sedang ditandai dengan buang air kecil mulai berkurang dan Si Kecil terlihat haus. Mata terlihat agak cekung, kekenyalan kulit menurun, dan bibir kering. Pada keadaan ini, anak harus diberikan cairan rehidrasi di bawah pengawasan tenaga medis, artinya Si Kecil perlu dibawa ke klinik/rumah sakit.

Sedangkan dehidrasi berat ditandai dengan gejala klinis serupa dengan yang terlihat pada dehidrasi ringan-sedang, disertai napas yang cepat dan dalam, sangat lemas, kesadaran menurun, denyut nadi cepat, dan kekenyalan kulit sangat menurun (saat kulit di area perut ditarik/dicubit lama pulih ke bentuk semula). Dalam kondisi seperti ini anak harus dibawa segera ke fasilitas kesehatan untuk mendapat cairan rehidrasi melalui infus.

Ada lima langkah tuntaskan diare menurut Buku Saku Lintas Diare (2015) antara lain:

1. Berikan oralit

Pemberian oralit (dapat dilakukan di rumah, dengan memberikan anak oralit osmolaritas rendah) bertujuan untuk mencegah terjadinya dehidrasi

2. Berikan obat zinc

Zinc mampu mengurangi lama dan tingkat keparahan diare, juga menurunkan frekuensi buang air besar, volume feses (tinja) serta menurunkan kekambuhan kejadian diare untuk 3 bulan berikutnya.

3. Pemberian ASI/makanan

Anak yang diare tetap diberikan ASI atau makanan untuk memenuhi kebutuhan gizi agar ia tetap kuat dan mencegah berkurangnya berat badan.

4. Pemberian antibiotika

Pemberian antibiotika atas resep dokter dan diberikan pada penderita diare dengan darah dan diduga kolera

5. Kunjungi fasilitas kesehatan

Jika diare lebih sering disertai muntah berulang, sangat haus dan hanya makan/minum sedikit, demam, feses berdarah dan tidak membaik dalam tiga hari, orangtua perlu membawa anak yang diare ke puskesmas/fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Bagaimana mencegah diare pada Si Kecil? Rasanya sulit untuk mencegah Si Kecil terhindar dari diare sama sekali, namun ada beberapa cara untuk meminimalkan peluangnya, antara lain:

1.Cuci tangan dengan benar

Pastikan anak-anak mencuci tangan dengan baik, terutama setelah menggunakan toilet dan sebelum makan. Mencuci tangan adalah cara terbaik, mudah dan murah untuk mencegah infeksi diare yang menular. Tangan yang kotor membawa kuman ke dalam tubuh ketika anak-anak menggigit kuku, mengisap ibu jari, makan dengan tangan atau memasukkan bagian tangan ke dalam mulut.

2. Cuci buah dan sayuran dengan baik sebelum makan.

3. Bersihkan meja dapur dan peralatan memasak dengan baik setelah mereka bersentuhan dengan daging mentah, terutama unggas.

4. Dinginkan daging sesegera mungkin setelah membawanya pulang dari toko. Masak sampai warna daging tidak merah muda lagi.

5. Hindari mencuci kandang atau mangkuk hewan peliharaan di wastafel yang sama yang dgunakan untuk menyiapkan makanan. Usahakan area makan hewan peliharaan terpisah dari area makan keluarga.

Semoga berguna Bunda

Referensi

https://www.webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment

https://kidshealth.org/en/parents/diarrhea.html

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/bagaimana-menangani-diare-pada-anak

https://www.scribd.com/doc/300160717/Buku-Saku-Lintas-Diare-2015