Pentingnya Mengetahui Berat Badan Ideal si Kecil

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 24 Jan 2019

Menyaksikan si Kecil tumbuh dan berkembang sesuai tahapan usia memang menyenangkan ya Bunda. Sejak buah hati dilahirkan, pertumbuhan badan merupakan perubahan yang mudah terlihat. Pertumbuhan ini dapat dinilai dengan mengukur tinggi badan, berat badan, dan lingkar kepala.

Masa pertumbuhan tercepat seorang anak terjadi dalam 1000 hari pertama kehidupan (1.000 HPK), yang dinilai sejak awal kehamilan hingga ulang tahun keduanya. Di masa ini terjadi pembentukan otak dan organ penting lainnya.

Masih banyak orangtua menganggap perawakan pendek atau kurus anaknya normal dan dapat dikejar saat mencapai pubertas. Padahal, masa awal kehidupan, terutama 1.000 HPK, adalah masa pertumbuhan paling penting. Keterlambatan penanganan dapat mengakibatkan dampak negatf yang bisa menetap. Ini tentu tak diharapkan ya, Bunda.

Potensi tinggi badan seorang anak sangat bergantung pada kecukupan nutrisi yang didapat selama masa krusial ini lho Bunda. Munculnya gangguan pertumbuhan yang tidak terdeteksi dan tidak diintervensi pada buah hati bisa menyebabkan efek jangka panjang yang dapat menurunkan kualitas hidupnya.

Bunda mungkin bertanya-tanya, bagaimana cara mengetahui pertumbuhan si Kecil di masa-masa krusial. Cara mudah mengetahui pertumbuhan si Kecil di usia satu tahun apakah masuk kategori normal atau tidak dengan menggunakan indikator: Berat badannya mencapai tiga kali berat lahir, panjang badan naik 50 persen dari panjang lahir, dan lingkar kepala naik sekitar 10 cm.

Namun demikian setiap anak akan bertumbuh dengan kecepatan yang berbeda sehingga perlu pengukuran berkala untuk memastikan tidak ada kelainan.

Untuk mengetahui pertumbuhan si Kecil normal atau kurang, Bunda bisa melakukan dengan menggunakan 3 pengukuran dasar, yaitu :

Berat badan, yang dapat memberikan informasi apakah berat badan ideal anak sudah tercapai sesuai dengan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Tinggi badan, yang dapat memberikan informasi yang sama seperti halnya pengukuran berat badan di atas.

Lingkar kepala, melalui pengukuran lingkar kepala anak dokter mendeteksi bila ada penyakit maupun ketidakwajaran dalam pertumbuhan si Kecil.

Frekuensi pengukuran yang disarankan adalah setiap bulan sampai usia satu tahun, setiap 3 bulan sampai usia 3 tahun, setiap 6 bulan sampai usia 6 tahun, dan 1 tahun sekali pada tahun-tahun berikutnya.

Tinggi badan (TB) dan berat badan (BB) bisa menjadi tolak ukur pertumbuhan fisik anak. Tinggi badan anak bertambah dengan cepat pada masa kanak-kanak. Pertumbuhan anak di masa kecil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan kehidupan anak di masa depan.

Mengapa memantau pertumbuhan anak penting dilakukan? Tak lain agar Bunda bisa mengejar pertumbuhannya jika ternyata si Kecil mengalami perlambatan.

Lantas bagaimana cara mengetahui berat badan ideal anak? Kadang, orangtua mungkin membandingkan pertumbuhan fisik anaka dengan anak lainnya yang sebaya. Tapi, hal ini belum tentu bisa menggambarkan apakah anak memiliki tinggi dan berat badan yang ideal atau tidak lho Bunda.

Anak yang pertumbuhan fisiknya tidak sama dengan anak seusianya juga belum tentu memiliki pertumbuhan yang lebih lambat atau lebih cepat, Bunda. Jadi jangan panic dulu ya.

Cara paling tepat untuk mengetahui tinggi dan berat badan ideal anak adalah dengan menggunakan rumus yang telah ditetapkan WHO terkait berat badan rata-rata anak dengan mempertimbangkan umur, tinggi dan jenis kelaminnya.

Untuk mengetahui apakah berat badan si Kecil sudah ideal, simak dalam table berikut ini:

Berat Badan dan Tinggi Rata-Rata untuk Anak Laki-Laki:

Usia (tahun)

Berat badan (kg)

Tinggi badan (cm)

2

12,5

86,6

3

14

95,2

4

16,3

102,3

5

18,4

109,2

6

20,6

115,5

Berat Badan dan Tinggi Rata-Rata untuk Anak Perempuan:

Usia (tahun)

Berat badan (kg)

Tinggi badan (cm)

2

12

85,5

3

14,2

94

4

15,4

100,3

5

17,9

107,9

6

19,9

115,5

Apabila berat badan si Kecil kurang dari rentang tersebut menandakan ia belum mencapai berat badan ideal. Untuk mengatasinya, diperlukan asupan makan yang sesuai untuk memperbaikinya. Konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan jika Bunda membutuhkan saran ahli untuk mencapai berat badan ideal anak.

Jika berat badan anak melebihi rentang tersebut, ini menandakan anak kelebihan berat badan atau obesitas. Aturlah pola makan agar kegemukan pada anak tidak menetap hingga dewasa.

Cara paling mudah memantau pertumbuhan anak adalah dengan teratur membawanya ke Posyandu atau Puskesmas untuk mengukur tinggi dan berat badannya setiap bulan.

Apabila Bunda mendapati berat badan anak menurun, segera periksakan anak ke dokter. Penurunan berat badan yang terus-menerus bisa menjadi tanda pertumbuhan anak sedang bermasalah atau kondisi kesehatan anak sedang terganggu. Yang harus Bunda lakukan untuk mengejar pertambahan berat badan ideal anak adalah memastikan kebutuhan energi dan nutrisinya terpenuhi.

Untuk menjaga berat badan ideal pada anak, memang dibutuhkan pengawasan dan penanganan pola makan yang baik, dalam hal ini oleh orangtua.

Nah Bunda, tetap semangat menjaga berat badan ideal si Kecil ya. Jangan berkecil hati dan teruslah bersikap positif dalam mendukung pertumbuhan si Kecil.

Referensi:

http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/pentingnya-memantau-pertumbuhan-dan-perkembangan-anak-bagian-1

http://www.idai.or.id/professional-resources/growth-chart/kurva-pertumbuhan-who

http://gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/11/buku-sk-antropometri-2010.pdf

WHO via https://www.disabled-world.com/calculators-charts/height-weight-teens.php