Tips Menyiapkan Si Kecil Kembali Bersekolah di Masa Adaptasi Kebiasaan Baru

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 30 Aug 2020

Ada wacana Si Kecil harus kembali ke sekolah meski pandemi Covid-19 belum berakhir? Meskipun belum semua sekolah menyelenggarakan kegiatan belajar tatap muka, namun di sejumlah wilayah ‘zona hijau’ kegiatan belajar langsung dibolehkan, tentu dengan menerapkan protokol kesehatan.

Terkait kegiatan belajar-mengajar di tengah pandemi Covid-19 yang masih berlangsung ini, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk sementara anak-anak akan lebih aman belajar dai rumah. Selama adaptasi kebiasaan baru, rumah dijadikan sekolah dengan melibatkan peran aktif siswa, guru dan orangtua dalam proses belajar mengajar jarak jauh.

Sekolah dibuka minimal Desember 2020. Alasannya, kasus Covid-19 di Indonesia masih menunjukkan tren naik. Sekolah dibuka kembali jika kasus Covid-19 telah menurun.

IDAI menyebut, sekolah dapat kembali dibuka jika telah memenuhi syarat epidemiologi. Wilayah atau daerah yang sudah memenuhi syarat epidemiologi bisa membuka kembali sekolah - hal ini dapat dilakukan bekerja sama dengan cabang-cabang IDAI setempat. Kerja sama yang bisa dilakukan meliputi berbagai perencanaan antara lain kontrol epidemi, kesiapan sistem layanan kesehatan, sistem surveilans (pengawasan) kesehatan untuk mendeteksi kasus baru, dan pelacakan epidemiologi.

Selanjutnya, IDAI merekomendasikan dilakukan pemeriksaan rt-PCR masif untuk keperluan pendataan secara akurat. Pemeriksaan masif itu bisa dilakukan hingga 30 kali lipat dari jumlah kasus konfirmasi Covid-19, termasuk juga pada kelompok usia anak-anak.

IDAI akan terus melakukan pemantauan situasi langsung melalui cabang-cabang IDAI, dan terus melakukan kajian serta memberikan rekomendasi sesuai perkembangan situasi pandemi Covid-19 selama adaptasi kebiasaan baru.

Bagaimana jika Si Kecil harus kembali ke sekolah? Bunda perlu membekalinya dengan sejumlah informasi tentag virus corona. Pemahaman yang baik tidak dimaksudkan untuk membuat anak takut, tetapi lebih waspada dengan lingkungan yang baru. Bunda bisa memberikan edukasi kepada anak tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan jika masuk sekolah selama pandemi.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan adaptasi kebiasaan baru, aktivitas tetap berlangsung seperti biasa termasuk sekolah, namun bukan berarti virus corona sudah menghilang. Bunda perlu memberi gambaran ini kepada anak supaya mereka tetap waspada ketika nantinya kembali ke sekolah.

Last but not least, bekali anak dengan informasi protokol kesehatan yang harus ditaati saat harus kembali ke sekolah, di antaranya:

1. Disiplin memakai masker dan pelidung wajah (face shield)

2. Rajin cuci tangan dengan sabun atau beli dengan hand sanitizer

3. Menjaga jarak minimal 1 meter dengan teman saat di sekolah.

4. Bekali anak dengan makanan jadi ia tak perlu jajan

5. Hindari bersalaman dengan semua warga sekolah.

6. Tidak berbagi makanan dan minuman dengan teman

7. Jauhi kontak dengan orang di lingkungan sekolah yang terlihat sakit.

Anak-anak harus kembali disiplin membiasakan diri untuk menata ulang kebiasannya: Tidak tidur larut agar bisa bangun pagi dan sarapan sebelum berangkat ke sekolah.

Orangtua perlu mengelola kecemasan melepas anak ke sekolah. Pantau selalu kegiatannya dan ingatkan untuk menjalankan protokol kesehatan untuk meminimalkan tertular Covid-19 selama di sekolah.

Referensi

https://www.unicef.org/press-releases/new-guidelines-provide-roadmap-safe-reopening-schools

https://www.unicef.org/press-releases/new-guidelines-provide-roadmap-safe-reopening-schools

https://www.kompas.com/sains/read/2020/06/06/130200423/5-anjuran-idai-agar-anak-aman-belajar-selama-new-normal-pandemi-corona?page=all