Anak malas? mungkin kekurangan zat besi

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 11 Dec 2017

Sahabat nutrisi,

Jangan cepat menuduh anak malas dan bodoh, jika melihat mereka malas beraktivitas dan tampak enggan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan.

Bisa jadi sebenarnya mereka mengalami kekurangan zat besi, yang menyebabkan anemia. Zat besi merupakan salah satu zat gizi mikro yang dibutuhkan tubuh untuk mendukung konsentrasi dan memperkuat daya tahan tubuh.

Kekurangan zat gizi mikro memberikan dampak buruk bagi kesehatan. Di Indonesia, berdasarkan hasil RISKESDAS tahun 2013, anemia masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Sebanyak 26,4 persen anak-anak berusia 5 sampai 14 tahun mengalami anemia.

Umumnya kekurangan zat besi ditandai dengan malas beraktivitas, mudah lelah, lemas, kulit dan kuku pucat, sesak napas, berat badan turun, penurunan selera makan, kekebalan tubuh berkurang, serta perilaku makan yang tidak baik.

Dampak jangka panjangnya adalah dapat mengganggu perkembangan otak dan saraf, sehingga anak menjadi sulit berkonsentrasi dan daya ingat rendah. Jadi jika anak seperti malas belajar, orang tua dapat memeriksakan mereka ke dokter untuk mengetahui kecukupan gizi mereka.

Berikan aneka makanan yang mengandung banyak zat besi, seperti daging sapi atau kambing, hati ayam, hati sapi, bayam, ataupun brokoli. Untuk membantu memudahkan penyerapan zat besi, berikan mereka aneka makanan yang mengandung vitamin C.

Kombinasikan bahan makanan yang mengandung zat besi dengan bahan makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, jeruk limau, stroberi, maupun paprika.

Hindari minum teh saat makan, karena hal ini akan menghambat penyerapan zat besi.