Cara Melatih Si Kecil Berpuasa

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 17 May 2019

Sahabat NUB,

Mengajari si Kecil berpuasa di bulan Ramadan tak jarang menjadi tantangan tersendiri. Si Kecil yang berusia 5 tahun memang belum balig, jadi ia belum wajib berpuasa sehari penuh. Namun di usia ini merupakan waktu yang pas untuk memperkenalkan dan melatih anak berpuasa secara bertahap. Si Kecil bisa diajari ‘puasa setengah hari’, yaitu berbuka saat dhuhur dan melanjutan puasa hingga magrib tiba.

Bagaimana mengajari puasa untuk balita? Jangan berpikir bahwa puasa mereka seperti puasa yang dilakukan oleh orang dewasa. Namanya juga latihan, tentunya harus bertahap dalam pengenalannya.

Untuk balita, berpuasa bukan berarti tidak boleh makan selama seharian penuh melainkan hanya menunda waktu makan siangnya. Di tahap awal latihan anak puasa Ramadan, balita biasanya sarapan sekitar pukul 07.00. Nah, minta si Kecil untuk menunda makan hingga jam 09.00 atau 10.00

Saat sahur, bangunkan Si Kecil untuk ikut serta makan. Jika ia ogah-ogahan makan, jangan dipaksa, biarkan ia memilih makanan yang disukainya. Dengan menunda sarapan hingga pukul 09.00 atau 10.00, minta si Kecil melanjutkan puasa dan izinkan dia makan lagi pukul 15.00, dan lanjutkan hingga waktu buka puasa tiba.

Bagi anak-anak usia sekolah, mereka sudah relatif lebih kuat. Namun Bunda harus memperhatikan jam biologis Si Kecil. Umumnya hingga pukul 12.00 anak-anak masih bertahan, namun lewat tengah hari akan terlihat lemas. Tanyakan apakah anak masih kuat melanjutkan puasa hingga magrib. Namun jika tak kuat, biarkan ia membatalkan puasanya.

Persiapan memainkan peran penting dalam mengajarkan pengalaman berpuasa pertama pada anak. Di fase ini, Bunda perlu memberikan pemahaman dasar tentang puasa, termasuk mengapa orang berpuasa dan apa yang diperoleh dengan menjalankan ibadah ini. Begitu anak memiliki pengetahuan penuh tentang puasa, mereka akan memiliki inspirasi dan motivasi untuk berpuasa.

Berikut tips mengajari anak berpuasa:

1. Minta anak tidur lebih awal sehingga bisa bangun saat sahur.

Tidur yang cukup bisa membuat anak tidak mengantuk jika harus berangkat ke sekolah.

2. Pastikan anak mengonsumsi sahur yang mengandung gizi seimbang.

Tambahkan susu dan telur dalam menu sahurnya. Bila perlu siapkan jus segar dan minuman sehat lainnya untuk anak-anak agar mereka terhindar dari dehidrasi. Minta anak makan buah dan sayur saat sayur yang banyak mengandung serat agar ia kenyang lebih lama.

3. Tubuh perlu penyesuaian.

Di awal latihan anak berpuasa Ramadan, tubuhnya akan butuh penyesuaian terhadap rasa lapar. Anak-anak mungkin akan terlihat lemas dan mengantuk, biarkan saja mereka menghabiskan waktu untuk tidur siang, tetapi juga jangan berlebihan. Berikan aktivitas yang menyenangkan hingga bedug magrib tiba.

4. Batasi kegiatan anak

Batasi kegiatan anak setelah sahur dan menjalankan salat subuh agar energinya tidak terkuras.

5. Kurma dan air untuk berbuka

Kurma dan air adalah makanan terbaik untuk buka puasa. Hindari gorengan dan junk food, juga makanan manis dan makanan olahan. Sebagai gantinya buatkan sup kaya nutrisi.

6. Setelah anak-anak berhasil menjalani puasa, berikan mereka hadiah kecil sebagai motivasi.

Lakukan pengenalan puasa ke anak dengan cara menyenangkan tanpa unsur memaksa. Nah, selamat melatih si Kecil berpuasa ya Bunda.

Referensi

https://id.theasianparent.com/melatih-anak-puasa-ramadhan

https://hellodoktor.com/parenting/child-care/tips-help-child-ramadan-fasting/