Kiat menghadapi pengaduan si kecil

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 06 Jul 2018

Sahabat nutrisi,

Ketika si kecil mulai bergaul dengan teman sebaya, baik di sekolah maupun di lingkungan rumah, dia sedang belajar bersosialisasi. Terkadang cerita-cerita mereka tidak lepas dari perilaku teman-temannya.

Bisa jadi mereka bercerita betapa menyenangkan bermain bersama. Namun tidak jarang juga mereka menyelipkan cerita tentang satu atau dua teman yang dianggap nakal. Atau mengadu.

Seperti ada yang suka menarik rambutnya, merebut mainannya, menyerobot antrian, atau menertawakannya.

Bagaimana orang tua bersikap mendengar pengaduannya ini? Tentu saja perbuatan temannya itu bukan sesuatu yang baik dan sangat mengganggu. Akan tetapi langsung mengambil tindakan dan membela si kecil tidak menyelesaikan masalah.

Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan orang tua ketika si kecil mengadu:

  • Jadikan perbuatan yang tidak menyenangkan dari teman-temannya sebagai contoh perbuatan yang tidak baik, dan tidak perlu ditiru. Hal ini akan menjadi bekal yang baik bagi keterampilan anak bersosialisasi.
  • Ajarkan anak untuk membela dirinya dari gangguan, misalnya dengan mengatakan bahwa dia tidak suka diperlakukan kasar. Jika masih terjadi, si kecil dapat meminta bantuan dari gurunya.
  • Orang tua harus bijak ketika mendengar pengaduan si kecil, kendati awalnya akan merasa gemas. Sebaiknya minta si kecil menceritakan dan menjelaskan duduk perkaranya. Anak harus belajar mengatasi masalahnya sendiri, dan tidak melibatkan orang tua.
  • Jika sudah terjadi kekerasan fisik yang tidak wajar, atau bullying, orang tua harus segera bertindak agar tidak terjadi terus menerus dan dapat berakibat negatif. Bicarakan dengan guru dan orang tua temannya untuk mencari solusinya.


Sumber:Ayahbunda