Memilih cemilan sehat untuk anak

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 17 Aug 2018

Sahabat nutrisi,

Di masa pertumbuhan dan perkembangannya, seorang anak membutuhkan nutrisi yang baik agar prosesnya berlangsung secara maksimal. Akan tetapi, tidak jarang justru di masa ini anak mengalami masalah dalam hal asupan nutrisi. Hal tersebut disebabkan baik karena anak susah makan maupun hanya mau makanan tertentu yang disukainya.

Tidak jarang mereka lebih memilih mengonsumsi cemilan atau makanan ringan, bukan makan pada waktunya makan.

Di sinilah orang tua berperan penting dalam memilihkan makanan ringan yang sehat untuk anak-anak. Supaya makanan ringan yang mereka konsumsi tetap sehat dan bernutrisi seimbang.

Tentu saja setiap orang tua harus memahami berbagai jenis makanan. Dokter Yolin Marlisa, M.Gizi, mengatakan bahwa berdasarkan piramida makanan, makanan terbagi menjadi 4 kelompok, yaitu; karbohidrat, buah dan sayuran, protein dan lemak.

Kelompok karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, misalnya nasi, roti, kentang, pasta, sereal dan sebagainya. Kelompok buah dan sayur yang kaya akan kandungan serat, vitamin dan mineral sebaiknya dikonsumsi sebanyak 5 porsi dalam sehari, berfungsi untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Kelompok protein yang berguna untuk membantu pertumbuhan tubuh berasal dari hewani seperti daging, ayam, telur, susu dan sebagainya, serta nabati yang berasal dari tumbuhan seperti kacang-kacangan, tahu, tempe dan sebagainya. Serta kelompok lemak yang sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah sedikit berfungsi sebagai sumber energi dan melindungi organ tubuh.

Supaya anak tetap mendapat asupan nutrisi yang sehat dan seimbang, sekalipun mereka lebih suka mengonsumsi makanan ringan, orang tua harus menyiapkan makanan ringan yang menyehatkan. Misalnya daripada menyiapkan berbagai gorengan, sebaiknya sediakan puding buah atau puding roti. Gantilah aneka keripik dengan buah potong, atau berikan jus buah segar daripada memberikan minuman ringan yang ada di pasaran kandungan gulanya terbilang cukup tinggi.

Dokter Yolin juga menyarankan agar orang tua menyiapkan makanan ringan yang kaya serat. Hal ini penting agar pencernaan si kecil tetap sehat, sekaligus membiasakan mereka makan sayur dan buah.

Hindari pemberian makanan ringan yang mengandung kadar garam dan gula tinggi, karena dapat membuat mereka lebih cepat kenyang. Hal ini diperlukan karena orang tua tetap harus membiasakan anak untuk makan pada waktunya. Makanan ringan tidak bisa dianggap sebagai pengganti makan.




Daftar Pustaka

1. Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

2. Knighton K. 2009. Mengenal Junk Food. Angeli (ed). Jakarta: Penerbit Erlangga.

3. Permenkes No.942/Menkes/SK/VII/2003 Pedoman Persyaratan Hygiene Sanitasi Makanan

Jajanan