Pentingnya sarapan untuk anak

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 10 Aug 2018

Sahabat nutrisi,

Membiasakan sarapan adalah hal yang sangat penting dilakukan. Apalagi jika sarapan itu dilakukan bersama-sama anggota keluarga yang lain, sehingga terjalin komunikasi yang berkualitas.

Melakukan sarapan memberi kesempatan pada anak untuk memperoleh nutrisi penting. Nutrisi tersebut kemudian menjadi bahan bakar mereka dalam melakukan aktifitas fisik dan mental, atau berpikir.

Hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of the American Dietetic Association itu juga menunjukkan keistimewaan lain dari sarapan, yaitu dapat meningkatkan kemampuan memori, hasil tes, serta tingkat kehadiran sekolah. Jadi sarapan sangat terkait dengan prestasi anak.

Menurut ahli gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr Sri Sukmaniah, MSc, SPGK (K), sarapan sehat untuk anak sebaiknya mengikuti pola makan seimbang yakni komposisi karbohidrat 60-68 persen, protein 12-15 persen, lemak 20-25 persen, dan serat 10-15 gram. Selain itu, porsi sarapan juga minimal mencapai 20 hingga 25 persen dari total jatah kalori selama satu hari.

Untuk pembagian porsi kalori, sarapan mencakup 20-25 persen dari kebutuhan total diet selama sehari. Makan siang dan malam masing-masing sebanyak 30 persen, dan camilan dapat dilakukan dua kali, sekitar pukul 9-10 pagi dan 4-5 sore, dengan porsi masing-masing sebanyak 10 persen, demikian dr Sri Sukmaniah menambahkan.

Padi-padian atau cereal adalah menu ideal untuk sarapan anak, mengingat kelengkapan kandungan gizi dan kepraktisannya.

Porsi sarapan untuk anak sebaiknya tidak terlalu banyak, karena porsi sarapan yang besar dapat mengganggu sistem pencernaan, yang dapat mengganggu aktivitasnya.

Dokter Yolin Marlisa, M.Gizi, dalam artikelnya yang berjudul ‘Manfaat Sarapan Pagi Untuk Anak’ menyebutkan beberapa manfaat sarapan untuk anak, terutama anak-anak usia sekolah:

  • Menggantikan energi yang hilang, meskipun energi yang dikeluarkan saat tidur malam tidak sebesar energi saat bangun dan beraktivitas.

  • Meningkatkan konsentrasi dalam menerima dan mengolah informasi atau pelajaran. Hasil penelitian menunjukkan capaian akademis anak-anak yang sarapan lebih tinggi daripada yang tidak sarapan.

  • Meningkatkan kebugaran, tidak merasa lemas dan lesu selama menjalani aktivitas di sekolah

  • Sarapan mengurangi risiko terjadinya obesitas. Hal ini disebabkan karena biasanya anak-anak yang tidak sarapan akan cenderung membeli jajanan cepat dan mengandung kadar gula dan garam yang tinggi saat istirahat.

Senada dengan dokter Sri Sukmaniah, dokter Yolin juga mengatakan bahwa sarapan yang baik menyediakan hingga seperempat energi dan zat gizi yang dibutuhkan dalam sehari, sehingga dapat memenuhi sebagian kebutuhan nutrisi pada anak.

Sarapan sebaiknya diberikan dengan jenis makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, protein, lemak serta vitamin dan mineral.

Agar anak tertarik untuk sarapan ibu dapat membuat kreasi yang menarik dalam mengolah dan menyajikan makanan, serta mengombinasikan jenis makanan yang kurang disukai dengan makanan favoritnya supaya anak mau memakannya.

Berikut tips menyiapkan sarapan anak:

  • Siapkan menu sarapan sehat dan gizi berimbang

  • Pilih menu sarapan yang praktis dan bervariasi dari berbagai jenis bahan makanan.

  • Sarapan tidak harus nasi. Sereal, roti, kentang, dan mie bisa menjadi alternatif.

  • Susu atau hasil olahannya seperti yogurt sangat dianjurkan.

  • Bisa dilengkapi dengan buah segar atau yang diblender.

  • Beri air minum yang cukup.

  • Berikan pula kesempatan buat anak merencanakan dan mempersiapkan sarapannya.

Daftar Pustaka

  1. Almatsier S. 2004. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

  2. Knighton K. 2009. Mengenal Junk Food. Angeli (ed). Jakarta: Penerbit Erlangga.

  3. Journal of the American Dietetic Association, Breakfast Habits, Nutritional Status, Body Weight and Academic Performance in Children and Adolescents,