Tanya Ahli

Kirimkan pertanyaan Anda seputar gizi ibu dan anak, yang akan dijawab oleh Tanya Ahli SGM.

MY SUPER WOMAN, MAMA ...

Oleh Asti Iga Purnomo 24 Sep 2013

 #LombaBlogNUB Orang tua sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan anaknya, untuk itu orang tua berjuang keras untuk mengurus serta mendidik anaknya dengan kasih sayang yang tulus dan tanpa pamrih, keinginannya hanya satu yaitu melihat anaknya menjadi sukses suatu hari nanti . Itulah yang saya lihat dari ibuku yang biasa ku panggil dengan sebutan Mama. Sejak aku kecil sampai sebesar ini beliau tidak pernah lelah untuk mengurusiku.

Bagiku beliau adalah seorang super woman, betapa berharganya sosok beliau dimataku. Beliau yang selalu mengajarkan aku untuk mandiri, disiplin dan pantang menyerah. Ketika aku kecil beliau selalu rajin mengantar aku ke sekolah, saat aku kelas 1 SD aku sangatlah cengeng dan pemalu, setiap sekolah aku tidak pernah mau ditinggal beliau jika ditinggal aku pasti akan menangis kencang dan tidak mau mengikuti pelajaran disekolah sehingga dengan penuh ketulusan beliau menungguku sampai saatnya pulang sekolah tiba. Pernah suatu ketika aku ngambek untuk minta pulang dan tidak mau mengikuti pelajaran disekolah, akhirnya saat itu beliau meminta izin pada guruku agar aku bisa pulang ke rumah . Sesampainya dirumah beliau memarahiku , beliau juga terlihat menitikkan air mata, saat itu aku hanya bisa menangis sesenggukan ketika dimarahi olehnya. Aku teringat saat itu beliau berkata : “Nak, kasian kan papa kamu cari uang buat sekolahin kamu eh kamu malah gak mau sekolah..”

Tapi seiring berjalannya waktu aku tumbuh menjadi anak yang cerdas, semua itu dimulai ketika aku kelas 5 SD. Aku selalu mendapat ranking 10 besar dikelasku , semua ini karena Mama. Beliau yang selalu memberikan semangat kepadaku, mendidikku, membantuku mengerjakan PR. Selain itu, aku juga tumbuh menjadi anak kecil yang tidak pemalu dan cengeng lagi.

Singkat cerita, setelah lulus SD aku masuk ke salah satu SMP favorit di Kota Depok. Saat aku SMP aku mulai ikut berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang menyita waktu , saat itu beliau mendukungku dan selalu memberikan semangat serta nasihat-nasihat agar aku tidak lupa akan kewajibannku yaitu untuk belajar. Tetapi saat itu aku mulai nakal, aku sibuk mengikuti ekstrakulikuler dan selalu bermain sepulang sekolah sehingga seringkali aku pulang terlalu sore bahkan sampai adzan maghrib tanpa mengabarinya terlebih dahulu. Saat itu beliau selalu khawatir, beliau menelponku dan seringkali menunggu kepulanganku dengan wajah sangat khawatir, dan hal itu terjadi berkali-kali.

Benar saja, setelah aku lulus SMP aku tidak bisa masuk SMA favorit di Kota Depok, karena saat itu nilaiku kecil. Saat itu aku sadar dan merasa sedih sekali, aku mulai down lagi, tetapi mama terus memberiku semangat. Akhirnya aku pun masuk ke SMK swasta di Kota Depok dan saat itu lagi-lagi sifat pemaluku muncul , beradaptasi dengan teman baru menjadi momok bagi aku. Tapi beliau selalu mendampingiku , mendengarkan ceritaku dan memberikan bimbingan serta nasihat kepadaku. Akhirnya, seiring berjalannya waktu aku mulai bisa beradaptasi dengan teman-temanku dan aku mendapat banyak teman. Mengetahui anaknya sudah mulai ceria kembali mamaku amat senang dan tersenyum melihatku seperti ini.

Namun masalah tidak selesai sampai disini , saat SMA ku mulai kenal dengan berpacaran. Aku bergonta-ganti pacar tanpa sepengetahuan beliau, menurut bahasa gaul sih namanya “backstreet”. Sejak saat itu aku sering sekali pulang sekolah tidak tepat waktu terkadang sampai larut malam dan sering bolos sekolah. Selain itu sejak saat itu juga aku tidak pernah curhat lagi dengan beliau, aku lebih sering curhat dengan teman-temanku. Sampai suatu ketika beliau tau aku sering bolos sekolah , beliau marah sekali kepadaku, bahkan sampai menitikkan air mata. Saat itu aku masih labil sekali, bukannya sadar tapi malah menghiraukan kata-katanya. Didalam benakku aku hanya berpikir mama jahat, mama gak ngerti aku, aku benci sama mama. Tapi walaupun beliau marah kepadaku dan pernah merasa tersakiti tetapi beliau masih peduli kepadaku, sungguh aku menyesal sekali mengingat hal ini.

Memasuki jenjang yang lebih tinggi yaitu KULIAH, aku mulai sadar akan kenakalanku dimasa lalu dan sedikit demi sedikit kelabilanku berkurang, aku pun mulai fokus dengan kuliahku . Semua itu terbukti dengan ipk ku sampai di semester 4 ini yang selalu diatas 3,5. Tujuanku yaitu aku ingin membahagiakan beliau, aku ingin melihat beliau bangga kepadaku. 

Sungguh mama adalah sosok yang sangat luar biasa dalam hidupku, karena beliau-lah aku mengerti akan arti kehidupan yang sesungguhnya agar aku bisa menjadi pemimpin bagi diriku sendiri, membedakan mana yang baik dan buruk serta merubahku dari sesosok anak cengeng dan pemalu menjadi seorang anak yang berani serta cerdas. Mama sesosok wanita yang tanpa lelah dan penuh ketulusan mendidik dan mengurusku dari kecil hingga saat ini. Aku berjanji padanya jika kelak aku akan jadi orang sukses yang bisa menjadi pemimpin diri sendiri, keluarga dan anak-anakku kelak serta masyarakat dimana aku tinggal suatu hari nanti. 

Mama, My Super Woman… I Love You ...