Pentingnya Keberagaman Pangan dalam Isi Piringku

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 03 Jul 2019

Selain sebagai energi, makanan juga lah harus memenuhi kebutuhan nutrisi sehingga kesehatan tubuh terjaga. Tentu Bunda pernah mendengar dan tahu Isi Piringku sebagai panduan makan bukan?

Isi Piringku menggambarkan tentang anjuran porsi dalam setiap kali makan. Dalam sekali makan jumlah porsi sayuran dan buah sebanding dengan porsi nasi ditambah lauk-pauk. Sebagian piring berisi 1/3 porsi lauk pauk dan 2/3 porsi makanan pokok. Sebagian lagi 1/3 porsi buah dan 2/3 porsi sayur. Ini menunjukkan bahwa dalam setiap kali makan sebaiknya konsumsi banyak sayuran dan cukup buah-buahan. Selain itu ada juga gambar cuci tangan dengan air mengalir dan minum air putih. Serta anjuran aktivitas fisik minimal 30 menit per hari.

Mengacu pada Isi Piringku, maka setiap sajian sebaiknya diisi dengan asupan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral seimbang. Mengapa mesti beragam ya Bun? Alasannya tidak ada satupun jenis makanan yang mengandung semua jenis zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Jadi penting untuk mengonsumsi pangan yang beragam bagi keluarga, termasuk untuk Si Kecil.

Isi Piringku Image

Nah, apa saja sih ragam pangan yang harus tersaji dalam setiap porsi makan sesuai kaidah Isi Piringku? Silakan simak dalam paparan berikut ini:

1.Makanan pokok

Fungsi dari makanan pokok adalah sebagai pemberi energi pada tubuh untuk melakukan kegiatan fisik dan sebagai bahan bakar utama aktivitas metabolisme di dalam tubuh. Makanan pokok bisa diperoleh dari beragam jenis pangan sehingga kita mendapatkan beragam zat gizi. Selain nasi, contoh pangan yang bisa menjadi makanan pokok adalah jagung, ubi jalar, dan singkong.

2. Lauk hewani dan nabati

Lauk dianjurkan ada dalam setiap porsi makan, bisa berupa lauk dari sumber hewani dan nabati. Fungsi dari lauk hewani adalah sebagai sumber protein hewani untuk membangun dan memelihara sel dan jaringan tubuh. Selain itu kandungan lemak pada lauk hewani berperan sebagai penghasil tenaga. Contohnya ayam, telur, produk susu dan olahan susu, makanan hasil laut, ikan pesmol, juga sate daging/sate ayam.

Sedangkan lauk nabati berfungsi memelihara sel dan jaringan tubuh. Sumber protein nabati ini mengandung serat dan antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan. Contoh lauk nabati antara lain tempe, tahu, oncom goreng tepung, atau sop kacang merah.

3. Sayuran
Sayuran memiliki fungsi penting, yaitu sebagai sumber vitamin dan mineral, serta untuk menjalankan proses pengaturan metabolisme tubuh. Contoh sayuran yang perlu dimasukkan dalam pola makan harian antara lain tomat, bayam, kacang panjang, daun labu siam, mentimun, daun pepaya, dan sebagainya.

4. Buah-buahan
Buah-buahan merupakan sumber vitamin dan mineral. Selain itu, buah-buahan juga mengandung kalium, kalsium, zat besi, dan fosfor. Fungsi dari buah-buahan adalah untuk menjalankan proses pengaturan metabolisme tubuh. Libatkan buah sebagai bagian pola makan gizi seimbang, misalnya pisang, pepaya, sirsak, semangka, jeruk dan sebagainya.

Yang tak boleh dilupakan adalah minum air dalam jumlah cukup. Biasakan anak minum air putih minimal 6 gelas sehari yang akan membantu fungsi utama ginjal dan mampu menggantikan cairan tubuh yang hilang. Batasi asupan gula, garam dan lemak. Anjuran batas konsumsi gula yaitu 4 sendok makan (50 gram), garam 1 sendok teh (5 gram), dan lemak 5 sendok makan (67 gram).

Last but not least, cuci tangan pakai sabun sebelum dan setelah makan/menyiapkan makanan. Semoga berguna ya Bunda.

Referensi

http://www.depkes.go.id/article/view/17103100004/sehat-berawal-dari-piring-makanku.html

http://yankes.kemkes.go.id/read-pesan-umum-slogan-dan-visual-gizi-seimbang-6455.html

Materi Presentasi Prof.Dr.Ir.Siti Madanijah, MS. 2017. Isi Piringku