Pentingnya Air Bagi Ibu Hamil dan Ibu Menyusui

Oleh Nutrisi Bangsa 08 Jun 2014

vws082216

Sahabat nutrisi,

Selain harus memperhatikan asupan nutrisi, ibu hamil dan ibu menyusui juga harus memperhatikan asupan cairan ke dalam tubuh. Terutama pada kehamilan trimester ke tiga, di mana karena tekanan oleh rahim yang semakin membesar pada kandung kemih, ibu hamil semakin sering buang air kecil.

Jika rata-rata kebutuhan cairan yang disarankan adalah 2 liter per hari, maka kebutuhan cairan bagi ibu hamil adalah 400 - 900 ml lebih banyak. Sementara pada ibu menyusui kebutuhan cairan mencapai 2800 - 3300 ml per hari.

Kekurangan cairan pada masa kehamilan maupun menyusui akan mengakibatkan gangguan, yaitu dehidrasi ringan akut dan dehidrasi ringan kronik.

Dehidrasi ringan akut menyebabkan berkurangnya cairan ketuban atau cairan amnion, yang disebut oligohidroamnion. Hal ini akan mengakibatkan gangguan pada janin serta lamanya waktu persalinan.

Sementara dehidrasi ringan kronik menyebabkan gangguan pada saluran kemih, sembelit sampai dengan tekanan darah tinggi.

Kekurangan cairan yang mengakibatkan dehidrasi pada ibu hamil akan berpengaruh pada menurunnya konsentrasi, lemas, cedera sampai dengan pingsan.

Ibu menyusui membutuhkan asupan air yang lebih banyak lagi, karena air yang masuk ke dalam tubuh berfungsi menyalurkan gizi dari ibu ke bayi melalui ASI.

Menurut dr Budi Iman Santoso, SpOG(K) dari Departemen Ginekologi dan Obstetri FKUI RSCM, ibu hamil dan ibu menyusui jangan menunggu rasa haus baru mengonsumsi air. Kendati demikin dokter Budi menambahkan bahwa air yang dikonsumsi tidak harus selalu dari air putih saja.

“Bahkan”, lanjut dokter Budi, “Makanan yang dikonsumsi biasanya mengandung 20 persen dari asupan air tubuh secara keseluruhan. Sisanya dipenuhi dari asupan air secara langsung.”

Sumber: Detik Health