Kapan induksi perlu dilakukan?

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 10 Apr 2018

Sahabat nutrisi,

Usia kehamilan 37 sampai 41 minggu, bayi sudah siap lahir secara alami. Akan tetapi jika sudah melewati batas waktu, dan bekum ada tanda-tanda melahirkan, biasanya dokter akan menyarankan agar ibu diinduksi.

Situs Nutriclub menyebutkan beberapa penyebab ibu harus diinduksi, di antaranya ketuban sudah pecah tetapi belum ada kontraksi, adanya komplikasi dengan kehamilan dan janin sehingga harus dikeluarkan segera, serta sudah melewati batas persalinan. Induksi pada usia kehamilan 36 sampai 38 minggu dapat dilakukan jika berat janin terlalu besar, agar tidak terjadi komplikasi saat persalinan.

Induksi dapat dilakukan dokter dengan beberapa cara. Proses induksi dapat berlangsung cepat, namun bisa juga membutuhkan waktu satu atau dua hari sampai tiba proses melahirkan. Untuk itu, ibu perlu melakukan beberapa cara untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau sakit, salah satunya dengan melakukan latihan pernafasan.

Berikut beberapa penjelasan mengenai cara-cara induksi:

  • Jangkauan selaput atau membrane sweep yang mirip dengan pemeriksaan dalam, di mana dokter akan merentangkan mulut rahim dengan jari agar proses persalinan terjadi, dalam 24 sampai 48 jam.

  • Memecah ketuban, dokter akan memecahkan ketuban dengan alat yang menyerupai jarum rajut untuk mendorong terjadinya kontraksi.

  • Prostaglandin atau hormon yang menstimulasi proses kelahiran, bentuknya bisa berupa gel atau spiral yang diletakkan di leher mulut rahim.

  • Oksitosin yang biasanya dimasukkan melalui selang infus, dapat mendorong terjadinya beberapa kontraksi yang kuat. Biasanya cara ini dilakukan bersama dengan pemecahan ketuban ibu.

Selama masa kehamilan ibu sebaiknya rutin memeriksa kondisi ibu dan janin, serta melakukan aktivitas fisik yang sesuai untuk ibu hamil dan memenuhi kebutuhan nutrisi harian ibu.

Sumber:Nutriclub