Ibu hamil dan kecukupan gizi

Oleh Nutrisi Untuk Bangsa 01 Aug 2018

Sahabat nutrisi,

Proses kehamilan yang berlangsung dengan sehat, serta melahirkan bayi dengan selamat dan tidak kurang suatu apa, tentunya merupakan harapan semua calon ibu. Itulah pentingnya menjalankan pola hidup sehat selama kehamilan, setelah memastikan kondisi kesehatan ibu hamil tentunya.

Dokter Saptawati Bardosono, MSc, dalam artikel yang berjudul ‘Kecukupan Gizi Selama Kehamilan’ menyebutkan bahwa pola kesehatan ibu selama hamil meliputi melakukan aktivitas rutin dan latihan fisik setiap hari, mengonsumsi aneka jenis bahan makanan setiap kali makan, mengonsumsi suplemen vitamin dan mineral bila dibutuhkan, tidak mengonsumsi alkohol dan bahan-bahan berbahaya, serta menjaga keamanan pangan.

Dengan menjaga pola hidup sehat selama kehamilan, diharapkan bayi dilahirkan dalam keadaan sehat dan tidak prematur, tidak mengalami berat badan lahir kurang, maupun mengalami keterbatasan pertumbuhan dalam rahim.

Masalah pertumbuhan janin biasanya disebabkan karena terganggunya distribusi oksigen dan zat gizi dari ibu ke janin melalui plasenta. Sekitar 50 persen penyebab terhambatnya distribusi oksigen dan zat gizi dari ibu ke janin melalui plasenta disebabkan karena kurangnya kecukupan zat gizi, terutama zat gizi mikro (vitamin dan mineral), asam lemak dan protein.

Berikut beberapa akibat yang timbul jika ibu hamil mengalami kekurangan gizi akibat hubungan janin dan plasenta yang terganggu:

  • Gangguan pertumbuhan embrio,

  • Gangguan fungsi jantung dan pembuluh darah

  • Gangguan pertumbuhan ginjal janin

  • Bayi lahir prematur

  • Bayi lahir dengan berat badan rendah

  • Di usia dewasa, bayi yang mengalami gangguan tersebut berisiko tinggi mengalami kegemukan, hipertensi, penyakit jantung dan pembuluh darah, gangguan fungsi ginjal, serta adaptasi metabolik lanjut atau penyakit diabetes melitus.

Berikut zat gizi yang dibutuhkan selama kehamilan dan berapa banyak angka kecukupannya, sesuai dengan AKG (angka kecukupan gizi) 2012:

Zat Gizi

Tidak Hamil

Trimester-1

Trimester-2

Trimester-3

Energi

2250 kalori

+180 kalori

+300 kalori

+300 kalori

Air

2300 mL

+300 mL

+300 mL

+300 mL

Protein

56 gram

+20 gram

+20 gram

+20 gram

Zat besi

26 mg

0

+9 mg

+13 mg

Asam folat

400 mikrogram

+200 mkg

+200 mkg

+200 mkg

Kholin

425 mg

+25 mg

+25 mg

+25 mg

Iodium

150 mkg

+70 mkg

+70 mkg

+70 mkg

Kalsium

1100 mg

+200 mg

+200 mg

+200 mg

Seng

10 mg

+2 mg

+4 mg

+10 mg

DHA

1,1 g

+0,3 g

+0,3 g

+0,3 g

Vitamin A

500 mkg

+300 mkg

+300 mkg

+300 kg

Vitamin C

75 mg

+10 mg

+10 mg

+10 mg




Berikut adalah beberapa bahan makanan sumber zat gizi dan ukuran yang dibutuhkan setiap hari:

Sumber energi/karbohidrat)

9 porsi sehari @ 30g

Nasi, mie, roti, kentang, jagung

Sumber vitamin dan mineral

3-5 porsi sehari @ 100g

Sayuran berwarna hijau, kuning dan merah

2 porsi sehari @ 100g

Buah: semangka, papaya, jeruk, manga

Sumber protein

5 porsi sehari @ 100g

Susu dan produk susu

2 porsi sehari @ 30g

Protein nabati: kacang dan produk kacang

1 porsi sehari @ 30g

Protein hewani: daging, unggas, telur, ikan

Sumber lemak

6 porsi sehari @ 5g

Minyak nabati

Sumber gula

4 porsi sehari @ 5g

Gula pasir



Ibu dapat memonitor kecukupan gizi selama kehamilan dari kecukupan kenaikan berat badan selama kehamilan, disesuaikan dengan indeks massa tubuh (IMT) saat mulai hamil.

Referensi:

World Health Organization. Healthy eating during pregnancy and breastfeeding: Booklet for mothers. 2001.

Kemenkes. Angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia. 2013.