Peran ASI untuk Buah Hati

Oleh YoPie Thea 29 Feb 2012

anakku,, ganteng kan??

Berbicara mengenai ASI, kesuburan ASI, manfaat ASI, ASI Ekslusif dan kandungan ASI memang menjadi penting apalagi bagi calon ibu yang menunggu kedatangan calon “dede” bayinya. Sekarang saya dikaruniai seorang anak yang lucu, laki-laki, dan genap berusia 2 bulan pada tanggal 2 maret besok. Melihat anak sungguh menjadi kebahagiaan yang luar biasa bagi saya sendiri, tentunya juga bagi semua orang tua, apalagi melihat senyumannya yang menggemaskan. Tentunya kita akan bingung jika sampai anak kita sakit atau uring-uringan terus, terlebih kami adalah pasangan muda yang baru memiliki anak pertama.

Kesehatan anak sungguh sangat diharapkan, biasanya kan penyakit muncul kalau bukan dari infeksi bakteri, virus atau jamur selebihnya adalah masalah metabolisme tubuh, yaitu dari makanannya. Saya berusaha mencari informasi mengenai ASI, sebagai makanan pokok bagi anak saya, dan…. saya rasa tidak ada salahnya saya share juga di sini, mudah-mudahan ada yang bisa ambil manfaatnya.

Menurut Puspita Theresia dalam Mhd. Arifin Siregar, Air Susu Ibu (ASI) adalah suatu emulsi lemak dalam larutan protein, laktosa dan garam-garam anorganik yang sekresi oleh kelenjar mamae ibu, yang berguna sebagai makanan bagi bayinya. [1]

Berbagai penelitian baik skala Lab maupun observasi menyebutkan bahwa pemberian ASI ekslusif dapat mengurangi infeksi pada bayi dan angka kematian bayi. Seperti penelitian yang dilakukan oleh Aries dan Yekti, dalam penelitiannya menemukan adanya hubungan lama pemberian ASI eksklusif dengan frekuensi kejadian sakit dan lama kejadian sakit serta ada hubungan lama pemberian ASI eksklusif dengan status gizi dan adanya hubungan frekuensi sakit dan lama kejadian sakit dengan status gizi[2]. Lebih jauh, lama pemberian ASI (ASI Eksklusif) juga berpengaruh terhadap ketahanan hidup bayi. Bayi yang disusui dengan durasi 6 bulan atau lebih memiliki ketahanan hidup 33,3 kali lebih baik daripada bayi yang disusui kurang dari 4 bulan, dan bayi yang disusui dengan durasi 4-5 bulan memiliki ketahanan hidup 2,6 kali lebih baik daripada bayi yang disusui kurang dari 4 bulan, setelah dikontrol dengan jumlah balita dalam keluarga dan tempat tinggal [3].

Komposisi ASI tiap orang berbeda-beda, terutama dengan pola makan dan asupan gizi yang berbeda. Kolostrum Merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara, mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium [4]. Kolostrum dipercaya memiliki manfaat yang sangat baik bbagi bayi baru lahir. Berikut beberapa manfaat kolostrum menurut BMSG. Practical Hints on Breastfeeding [5].

  • Kolostrum berkhasiat khusus untuk bayi dan komposisinya mirip dengan nutrisi yang diterima bayi selama di dalam rahim.
  • Kolostrum bermanfaat untuk mengenyangkan bayi pada hari-hari pertama hidupnya
  • Seperti imunisasi, kolostrum memberi antibodi kepada bayi (perlindungan terhadap penyakit yang sudah pernah dialami sang ibu sebelumnya).
  • Kolostrum juga mengandung sedikit efek pencahar untuk menyiapkan dan membersihkan sistem pencernaan bayi dari mekonium (BAB pertama setelah melahirkan).
  • Kolostrum juga mengurangi konsentrasi bilirubin (yang menyebabkan bayi kuning) sehingga bayi lebih terhindar dari jaundice.
  • Kolostrum juga membantu pembentukan bakteri yang bagus untuk pencernaan
Berikut beberapa komposisi kolostrum dibandingkan dengan ASI matur

Di bawah ini komposisi asi matur dibandingkan dengan asi prematur

Bagi calon ibu yang sedang deg-degan menunggu calon buah hatinya,atau ibu yang sudah berseri-seri dengan bayinya, dari sekarang mulailah gaya hidup sehat, karena kesehatan ibu akan mempengaruhi kesehatan bayi, bisa lewat plasenta selama waktu hamil atau lewat ASI selama menyusui. Jangan lupa kasih ASI terbaik yang kita punya untuk anak kita.
Salam
sumber:
 
 
  1. Mhd. Arifin Siregar, 2004. Pemberian Asi Ekslusif dan faktor-Faktor yang Mempengaruhinya, Bagian Gizi Kesehatan MasyarakatFakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Sumatera Utara, USU Digital Library.
  2. Pertiwi , Aries Dian dan Yekti Wirawanni, 2006. Hubungan Karakteristik Ibu dan Lama Pemberian Asi Eksklusif Dengan Penyakit Infeksi Dan Status Gizi BayiUsia 1 –6 Bulan, ProgramStudiIlmu Gizi, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang.
  3. Besral dan Nurmiati, 2008. Pengaruh Durasi Pemberian Asi Terhadap Ketahanan Hidup Bayi Di Indonesia, MAKARA, KESEHATAN, (12) NO. 2: 47-52.
  4. Emfud Machfuddin, 2004. Patofisiologi Pembentukan Asi, Departemen Obstetri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya
  5. http://asuh.wikia.com/wiki/Kolostrum